DPR Minta Pemerintah Perhatikan Pasien COVID-19 Isoman di Rumah

Oleh: Alfian Putra Abdi - 14 Juli 2021
Dibaca Normal 1 menit
Data Lapor Covid-19 mencatat 490 orang pasien meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri per 13 Juli 2021.
tirto.id - Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati mendesak pemerintah tidak abai memerhatikan pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Pasalnya ratusan pasien meninggal dunia saat isolasi mandiri akhir-akhir ini.

"Bisa dicek di lapangan betapa sulitnya pasien yang isolasi mandiri mendapatkan tabung oksigen dan obat-obatan terutama untuk golongan antivirus dan antibiotik," ujarnya kepada wartawan, Rabu (14/7/2021).

Mufida menyitir data Lapor Covid-19 soal 490 orang pasien meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri per 13 Juli 2021. Pasien terbanyak berada di Jawa Barat dengan 197 orang meninggal dunia. Kemudian DI Yogyakarta dengan 86 orang meninggal dunia. Provinsi Banten 63 orang. Jawa Timur 49 orang. DKI Jakarta 46 orang. Jawa Tengah 33 orang.

"Data itu tidak dihimpun Kementerian Kesehatan. Secara pribadi saya prihatin akan tingginya kasus kematian pasien Covid saat isoman. Harusnya ini jadi perhatian pemerintah juga," ujarnya.

Hal ini memprihatinkan di tengah melubernya daya tampung rumah sakit dan keterbatasan mobil ambulans. Mufida berharap pemerintah tidak perlu banyak lakukan kerja simbolik dan seremonial. Yang terpenting adalah mampu menjaga ketersediaan tabung oksigen dan mengendalikan harga obat.

"Belum lagi program Kemenkes Telemedicine belum mampu diakses masyarakat secara luas. Ini kan masalah. Hal itu membuktikan panduan isoman dan obat-obatan bagi pasien Covid tidak terjangkau dan belum didapat," tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati mengumumkan program telemedicine dan obat gratis bagi pasien isoman diperluas hingga ke Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Setelah sebelumnya hanya mencakup DKI Jakarta.

Total ada 11 platform telemedicine di Indonesia yang bekerjasama dengan Kemenkes diantaranya Halodoc, YesDok, Alodokter, Klik Dokter, SehatQ, Good Doctor, Klinikgo, Link Sehat, Milvik, Prosehat dan Getwell.

"Layanan telemedicine ini hadir untuk mempermudah masyarakat terutama yang melakukan isolasi mandiri di rumah untuk konsultasi kesehatan secara virtual tanpa harus datang ke RS serta untuk mengurangi beban keterisian tempat tidur di rumah sakit, sehingga layanannya bisa digunakan untuk pasien bergejala sedang, berat dan kritis," ujar Widyawati dalam keterangan tertulis, Rabu (14/7/2021).


Baca juga artikel terkait ISOLASI MANDIRI atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Bayu Septianto
DarkLight