Dokter Wisma Atlet Ingatkan Ikuti 3M Secara Ketat Tuk Cegah Covid

Oleh: Alexander Haryanto - 16 November 2020
Dibaca Normal 2 menit
Dokter Efriadi Ismail mengingatkan kepada masyarakat agar senantiasa melakukan protokol kesehatan 3M secara ketat.
tirto.id - Efriadi Ismail, dokter spesialis paru di Rumah Sakit Darurat Covid Wisma Atlet kembali mengingatkan kepada masyarakat agar senantiasa melakukan protokol kesehatan 3M secara ketat yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Tujuannya, untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

"Kita berharap, mengimbau kepada masyarakat semua, tenaga kesehatan ini bukanlah garda terdepan, tetapi kita adalah garda yang terakhir. Artinya kita menyerahkan kepada rekan-rekan semua di lapangan, mari kita lakukan protokol 3M, itu saja yang kami minta," kata dokter Efiadi lewat video konferensi pers yang diterima Tirto, Senin (16/11/2020).

Infografik Istilah Terkait Covid 19
Infografik Istilah Terkait Covid 19. tirto.id/Fuadi


Agar masyarat tetap sehat, kata dia, maka perlu melakukan protokol kesehatan 3M dengan ketat. Serta menjaga diri dan jaga keluarga masing-masing.

"Harapannya supaya kita tetap sehat, tetap bisa berkumpul dengan keluarga, mari kita terapkan protokol 3M, dan jangan sampai kita menjadi sakit," ungkap dokter yang sudah bertugas sejak beberapa minggu rumah sakit tersebut dibuka.

"Saya tidak ingin melihat teman-teman saya atau orang-orang yang saya cintai, semua masyarakat itu bertemu dengan saya di Wisma Atlet sebagai pasien. Saya ingin bertemu dengan teman-teman semua sebagai orang sehat yang saling berbagi cerita dengan kebahagian tanpa ada Covid-19 ini.

Pemerintah terus menyarankan untuk memakai masker, menjaga Jarak dan menghindari kerumuman atau yang disebut dengan Gerakan 3M. Tujuannya, untuk menekan angka penyebaran Covid-19.


Cara Menerapkan 3M


Berikut adalah cara menerapkan perilaku 3M untuk mencegah penularan virus Corona sesuai anjuran Satuan Tugas Penanganan COVID-19:

1. Panduan Memakai Masker


  • Semua orang harus memakai masker, terutama jika di luar rumah.
  • Sebelum memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir (minimal 20 detik).
  • Bila tidak tersedia air, gunakan cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%).
  • Pasang masker untuk menutupi mulut dan hidung.
  • Pastikan tidak ada sela antara wajah dan masker.
  • Hindari menyentuh masker saat digunakan.
  • Bila menyentuh masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal 20 detik, atau bila tidak ada, gunakan cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%).
  • Jangan sentuh atau buka-tutup masker saat digunakan.
  • Ganti masker yang basah atau lembab dengan masker baru.
  • Masker medis hanya boleh digunakan satu kali saja.
  • Buang segera masker 1x pakai di tempat sampah tertutup atau kantong plastik usai dipakai.
  • Masker kain 3 lapis dapat dipakai berulang, tapi harus dicuci dengan deterjen usai dipakai.
  • Saat membuka masker: lepaskan dari tali belakang dan jangan sentuh bagian depan masker.
  • Cuci tangan setelah menyentuh atau membuang masker.
  • Perlu diingat, penggunaan masker yang keliru justru meningkatkan risiko penularan.

2. Panduan Mencuci Tangan

  • Basahi tangan dengan air mengalir.
  • Sabuni tangan.
  • Gosok semua permukaan tangan, termasuk telapak dan punggung tangan, sela-sela jari dan kuku, selama minimal 20 detik.
  • Bilas tangan sampai bersih dengan air mengalir.
  • Keringkan tangan dengan kain bersih atau tisu pengering tangan yang harus dibuang ke tempat sampah segera setelah digunakan.
  • Sering cuci tangan pakai sabun, terutama sebelum makan, usai batuk atau bersin, sebelum menyiapkan makanan, dan setelah ke kamar mandi.
  • Biasakan mencuci tangan pakai sabun setelah dari luar rumah atau sebelum masuk sekolah dan tempat lain.
  • Bila sabun dan air mengalir tidak ada, gunakan cairan pembersih tangan berbahan alkohol (minimal 60%).

3. Panduan Menjaga Jarak

  • Selalu menjaga jarak fisik lebih dari 1 meter dengan orang lain.
  • Kalau mengalami demam, merasa lelah dan batuk kering, lakukan isolasi diri.
  • Semua orang harus melakukan physical distancing untuk mencegah penularan COVID-19
  • Jaga jarak harus lebih ketat jika untuk melindungi orang yang berisiko
  • Orang yang berisiko, yaitu: berusia 60 tahun lebih; atau memiliki penyakit penyerta seperti sakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, kanker, asma dan paru; ibu hamil.


____________________

Artikel ini diterbitkan atas kerja sama Tirto.id dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga artikel terkait PROTOKOL KESEHATAN atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH
DarkLight