DKPP Sebut Kasus Wahyu Setiawan adalah Cobaan Bagi KPU

Oleh: Riyan Setiawan - 22 Januari 2020
Integritas KPU tengah diuji coba dengan kasus Wahyu Setiawan yang ditangkap KPK terkait suap dari politikus PDIP.
tirto.id - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Muhammad menganalogikan kasus eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan sebagai seorang pengendara yang tidak patuh terhadap aturan lalu lintas.

Muhammad menyebut ditangkapnya Wahyu Setiawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan sebuah kecelakaan bagi KPU.

Pernyataan itu, ia lontarkan saat KPU menyelenggarakan acara Refleksi Hasil Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 dan Persiapan Penyelenggaraan Pemilihan Serentak 2020. Acara itu dihadiri oleh Anggota KPU, Bawaslu, DKPP, dan Kemendagri.

"Kalau peristiwa kemarin itu kecelakaan menurut saya," kata Muhammad di Kantor KPU Pusat, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2020).

Muhammad juga bilang menuturkan selama ini KPU sudah membuktikan bahwa mereka sangat terbuka dan transparan atas hasil Pemilu.

Mereka juga telah membuktikan akuntabilitas yang luar biasa saat menyikapi tudingan miring saat penyelenggaraan Pemilu 2019 kemarin.

Padahal, kata dia, DKPP, Bawaslu, Komisioner KPU, dan pihak lainnya telah memberikan nasihat agar sebagai penyelenggara negara harus memiliki etika dan mematuhi peraturan yang telah dibuat. Sayangnya aturan itu tak diindahkan oleh Wahyu.

Akhirnya, menurut dia, saat ini Wahyu menjadi cobaan bagi enam komisioner KPU lainnya soal integritas yang tengah dipertaruhkan.

"Seberapa taat kita pada aturan, ada satu saat kita yang taat ditabrak pengendara brutal. Padahal kita sudah mengikuti aturan. Ada satu orang dikirim oleh Tuhan yang pada hari itu dikirim untuk menguji kita, lalu menabrak orang yang taat berlalu lintas," tuturnya.

"Kira-kira KPU kemarin seperti itu lah. Ada satu orang untuk menguji teman-teman enam ini dan lembaga ini apakah masih kuat berdiri," tambahnya.



Baca juga artikel terkait SUAP KOMISIONER KPU atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Zakki Amali
DarkLight