Menuju konten utama

Djoko Santoso: Prabowo Menolak Utusan-utusan Itu

"Tidak ada kompromi. Syukur, alhamdulillah, itu menolak utusan-urusan itu. Pak Prabowo setia kepada kita semua," kata Djoko Santoso.

Djoko Santoso: Prabowo Menolak Utusan-utusan Itu
Ketua BPN Prabowo-Sandiaga (Djoko Santoso). tirto.id/Haris prabowo

tirto.id - Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso, memberikan sambutan saat agenda Syukuran Kemenangan Prabowo-Sandiaga di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Rabu (24/4/2019) sore.

Dalam kesempatan itu, Djoko sempat mengatakan, tidak boleh ada kompromi kepada siapa pun dalam berjuang. Ia bercerita bahwa 73 tahun lalu pun bangsa Indonesia pernah melawan penjajah tanpa ada kompromi.

"Untuk itu kita tidak perlu takut, untuk itu kita harus lawan, kita harus lawan. 73 tahun yang lalu pernah melawan. Pernyataan Prabowo menang itu adalah titik yang enggak bisa kembali. Untuk itu kita harus siap berjuang. Ingat, tidak ada kompromi," kata Djoko Santoso.

Menurut dia, sejarah juga selalu mengajarkan bahwa masyarakat Indonesia tidak berkompromi, termasuk juga yang dilakukan Prabowo.

"Sejarah mengajari kita mengapa sejarah kita adalah non-cooperation. Tidak ada kompromi. Syukur, alhamdulillah, itu menolak utusan-urusan itu. Pak Prabowo setia kepada kita semua dan kita harus setia kepada Prabowo-Sandi," katanya.

Mantan Panglima TNI ini mengatakan, Indonesia bukan bangsa yang lemah dan telah berkali-kali diuji, bahkan hingga hari ini pun masih diuji.

"Sekarang kita diuji, mampu enggak kita mempertahankan kedaulatan saudara-saudara sekalian, dicurangi itu artinya mengeroposi kedaulatan rakyat. Siap?" katanya.

Beberapa tokoh yang hadir di agenda syukuran itu adalah Amien Rais, Bachtiar Natsir, dan Fadli Zon.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Haris Prabowo

tirto.id - Politik
Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Alexander Haryanto