Diterpa Isu Ditinggal Lippo, OVO: Mana Mungkin!

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 15 November 2019
Dibaca Normal 1 menit
Presiden Direktur PT Visionet Internasional atau OVO, Karaniya Dharmasaputra, membantah isu perusahaannya bakal ditinggal oleh Lippo Group.
tirto.id - Presiden Direktur PT Visionet Internasional atau OVO, Karaniya Dharmasaputra, membantah isu perusahaannya bakal ditinggal oleh Lippo Group lantaran membakar uang terlalu besar hingga 50 juta dolar per bulan.

Memang, kata dia, saat ini para pemegang saham sudah sangat beragam. Namun, ia bilang OVO didirikan, dirintis, dan dikembangkan oleh Lippo Group.

"Kami adalah perusahaan independen yang dikelola oleh manajemen profesional. Mana mungkin OVO berpisah dari pendirinya,” ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima reporter Tirto, Jumat (15/11/2019).

Ia juga mengaku telah berdiskusi dengan Direktur Lippo Group John Riady dan mendapat atau sikap suportif Lippo pada pengembangan bisnis OVO.

“Kami berdiskusi mengenai pengembangan OVO ke depan. Pak John banyak memberikan masukan dan sangat suportif terhadap berbagai upaya pengembangan bisnis OVO,” jelas Karaniya.

Soal model bisnis OVO yang menerapkan promosi berupa cash back, ia memastikan hal itu bukan masalah melainkan turut membantu edukasi masyarakat pada uang digital.

Karaniya juga memastikan kalau OVO memiliki peta jalan yang jelas agar perusahaan ini dapat mencapai keuntungan sehingga bisnis bisa berkelanjutan.

Kendati OVO baru-baru ini menerapkan biaya transfer kepada konsumen untuk setiap transaksi ke perbankan, menurutnya hal itu wajar. Lagi pula nilainya masih cukup kompetitif.

“Yang perlu dicatat adalah OVO sebagai perusahaan keuangan digital memiliki roadmap yang jelas untuk menuju profitabilitas sebagai sebuah entitas bisnis yang sustainable,” ucap Karaniya.

Kini, kata Kiraniya, OVO mash terus berinovasi untuk mengembangkan bisnis meningkatnya pangsa pasar dan jangkauan penggunaan
e-wallet di Indonesia.


Baca juga artikel terkait PROMO OVO atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Hendra Friana
DarkLight