Ditanya Jokowi Menang Berapa Persen di NTB, TGB: Tanya Malaikat!

Oleh: Husein Abdulsalam - 10 April 2019
Tahun lalu, TGB menyatakan dukungnya terhadap Jokowi, tidak lama setelah itu, ia memutuskan keluar dari Demokrat dan pada Desember 2018, TGB masuk ke Partai Golkar.
tirto.id - Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu lumbung suara Prabowo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Namun, Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden DPP Golkar Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi berharap Jokowi menang di NTB pada Pilpres 2019.

"Kita doa-doa, mudah-mudahan Pak Jokowi," ujar eks gubernur NTB itu usai acara Rabu Satu di Rumah Cemara, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Meski demikian, ketika ditanya perkiraan persentase kemenangan Jokowi di NTB nanti, TGB menjawab, "Tanya sama malaikat."

Di Pilpres 2014, Prabowo-Hatta meraup 72,45 persen suara di NTB. Sedangkan Jokow-JK mendapat 27,54 persen suara.

TGB mendukung sekaligus menjadi ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta di NTB pada Pilpres 2014 lalu.

Arie Oktara menuliskan dalam makalah "Politik Tuan Guru di Nusa Tenggara Barat" yang dimuat di Government: Jurnal Ilmu Pemerintahan (2015) bahwa TGB berperan penting dalam memenangkan Prabowo-Hatta di NTB.

"Dalam konteks politik yang lebih anyar, sokongan TGB kepada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada pemilihan presiden 2014 jauh sebelum partainya—Partai Demokrat—akhirnya secara resmi memutuskan mendukung Prabowo-Hatta, mampu membuat pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1 tersebut mengamankan 72,45 persen suara di Nusa Tenggara Barat," sebut Arie.

Namun, tahun lalu, TGB menyatakan dukungnya terhadap Jokowi.

Tidak lama setelah itu, laki-laki yang juga menjabat ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), salah organisai masyarakat Islam terbesar di NTB, ini memutuskan keluar dari Demokrat. Pada Desember 2018, TGB masuk ke Partai Golkar.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Husein Abdulsalam
(tirto.id - Politik)

Reporter: Husein Abdulsalam
Penulis: Husein Abdulsalam
Editor: Nur Hidayah Perwitasari