Direksi Waskita Karya Dirombak, I Gusti Ngurah Putra Jadi Dirut

Oleh: Shintaloka Pradita Sicca - 6 April 2018
Dibaca Normal 1 menit
RUPS PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyepakati untuk menunjuk I Gusti Ngurah Putra sebagai Direktur Utama BUMN itu yang baru. I Gusti Ngurah Putra menggantikan posisi Muhammad Choliq.
tirto.id - Direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk dirombak melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Jumat (6/4/2018). Ada empat pejabat direksi yang diganti, yaitu direktur utama, direktur keuangan dan strategi, direktur operasi I, direktur operasi III.

RUPS tersebut juga menyepakati penambahan satu posisi jabatan baru dalam struktur direksi Waskita Karya, yaitu direktur Quality, Health, Safety, and Enviroment (QHSE).

RUPS itu sekaligus menyetujui penunjukan I Gusti Ngurah Putra sebagai Direktur Utama (Dirut) Waskita Karya yang baru menggantikan Muhammad Choliq. Daftar nama-nama pejabat baru direksi Waskita Karya itu adalah:

  1. I Gusti Ngurah Putra menjabat Direktur Utama
  2. Haris Gunawan menjabat Direktur Keuangan dan Strategi
  3. Didit Oemar Prihadi menjabat Direktur Operasi I
  4. Few Hendriyanto menjabat Direktur Operasi III
  5. Wahyu Utama Putra menjabat Direktur Quality, Health, Safety, andEnvironment
Sejumlah nama-nama pejabat direksi baru di Waskita Karya itu sebagian semula merupakan petinggi di 2 BUMN lain. Hanya ada dua pejabat direksi baru yang semula memang berkarier di Waskita Karya.

I Gusti Ngurah Putra selaku Direktur Utama semula aktif di PT Hutama Karya (Persero). Sedangkan Haris Gunawan selaku Direktur Keuangan dan Wahyu Utama Putra sebagai Direktur QHSE berasal dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Adapun Didit Oemar Prihadi selaku Direktur Operasi I semula aktif di PT Waskita Beton Precast Tbk. Sedangkan Few Hendriyanto sebagai Direktur Operasi III berasal dari PT Wijaya Karya (WIKA) Industri Konstruksi.

Usai keputusan itu muncul, Direktur Utama (Dirut) Waskita Karya era sebelum perombakan itu, yakni Muhammad Choliq menyampaikan permintaan maaf jika ada masalah selama masa jabatannya.

"Pertama-tama saya minta maaf. Mungkin selama ini ada hal dari saya yang tidak berkenan untuk anda. Saya selaku direksi utama minta maaf," ujarnya dengan terisak di hadapan para awak media di kantor Waskita Karya, Jakarta.

Dia menyatakan, sebagai mantan Dirut Waskita Karya, dirinya tidak bisa hanya mengakui keberhasilan perusahaan saja, tapi juga masalah yang selama ini terjadi, seperti sejumlah kasus kecelakaan kerja. Hal ini karena, sejak Agustus 2017 sampai Maret 2018, tercatat ada delapan kasus kecelakaan kerja di proyek garapan Waskita Karya. Kasus kecelakaan terakhir, yang menewaskan seorangan warga, terjadi di proyek pembangunan Rusun Pasar Rumput di Jakarta.

"Kecelakaan atau keberhasilan itu Dirut (direktur utama) harus yang bertanggung jawab. Dirut itu seperti nahkoda," kata Choliq.

"Jajaran direksi memang ada yang asli merintis karir di Waskita dan ada yang tidak berasal dari Waskita. Tapi, yang pasti saya jamin ini masih dari BUMN semua," dia menambahkan.

Dia berharap, jajaran direksi baru itu, mampu menekan angka kecelakaan kerja di proyek-proyek garapan Waskita. Choliq menilai kasus kecelakaan kerja adalah masalah fundamental yang harus diperbaiki oleh Waskita Karya.

"Hal yang sangat fundamental itu perlu diperbarui, tinggal direktur yang khusus tangani QHSE. Belum ada struktur di perusahaan kontraktor Indonesia ada QHSE yang ditangani di tingkat direktur, maka kecelakaan bisa diminimalisir," ujar Choliq.

Dia juga mengingatkan direksi baru menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan kinerja Waskita Karya saat ini. Sebab, Waskita Karya memiliki kemampuan penjualan sebesar 45 persen, sedangkan BUMN Karya lainnya sekitar 20 persen.

Lalu, laba bersih Waskita Karya saat ini tercatat sebesar Rp4,20 triliun, sedangkan BUMN Karya lainnya sekitar Rp1,7 triliun hingga Rp2 trilun saja.

"Generasi sekarang lebih muda. Sehingga, seperti biasa kalau mobil baru lebih topcer. Harapannya gitu juga," ucapnya.

Sekretaris Perusahaan Waskita Karya, Sashtia menambahkan jajaran direksi baru terhitung mulai resmi aktif mulai Sabtu besok.


Baca juga artikel terkait DIREKSI WASKITA KARYA atau tulisan menarik lainnya Shintaloka Pradita Sicca
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Shintaloka Pradita Sicca
Editor: Addi M Idhom
DarkLight