Menuju konten utama

Dinkes: Angka Gizi Buruk di Jakarta Utara Turun 82 Persen

Dinas Kesehatan Jakarta Utara mengumumkan angka gizi buruk di Jakarta turun dari 194 anak menjadi tinggal 34 anak.

Dinkes: Angka Gizi Buruk di Jakarta Utara Turun 82 Persen
(Ilustrasi) Balita penderita gizi buruk. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin.

tirto.id - Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Muhammad Helmi menyampaikan, angka gizi buruk di Jakarta Utara turun 82 persen pada Januari 2018. Ia menyebutkan, pada Januari 2017, angka gizi buruk tercatat mencapai 194 anak yang tersebar di 6 kecamatan Jakarta Utara.

"Dari 194 anak sekarang tinggal 34," ungkap dia saat dihubungi Tirto, Jumat (2/2/2018).

Helmi mengatakan, gizi buruk di Jakarta disebabkan beberapa hal, di antaranya kesulitan ekonomi keluarga dan kurangnya pendidikan orang tua dalam memberikan asupan yang bersih dan bergizi kepada anak.

Selain dua hal tadi, gizi buruk juga disebabkan absennya pemerintah melakukan deteksi dini penderita gizi buruk di Jakarta Utara. "Karena itu, dari Januari 2017, kita turunkan petugas di tingkat kelurahan untuk melakukan deteksi dini," katanya.

Selain menurunkan petugas di kelurahan, deteksi dini juga dilakukan melalui program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati. Setelah potensi gizi buruk ditemukan, Suku Dinas Kesehatan Jakut akan melakukan intervensi yakni dengan memberikan asupan gizi kepada penderita.

"Kita langsung berikan asupan yang cukup supaya gizinya membaik. Mereka, petugas-petugas itu juga mengajarkan para ibu anak yang kurang gizi memasak dan memberikan asupan yang baik supaya anaknya sembuh," ucapnya.

"Kalau anaknya sakit, kita sembuhkan penyakitnya. Karena kalau enggak sembuh dia enggak membaik gizinya," imbuh Helmi.

Adapun penyakit yang biasanya ditemui pada penderita gizi buruk di Jakarta Utara, ungkap dia, adalah Tuberkulosis (TB) dan rakhitis.

Dikonfirmasi terpisah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan mengecek langsung kondisi gizi di Jakarta Utara saat ini.

"Nanti saya cek langsung dan kita harus tangani. Di Jakarta, tidak boleh ada anak yang sampai kekurangan gizi, enggak boleh. Kalau itu sampai terjadi maka itu adalah kondisi yang tidak bisa ditoleransi," kata dia.

Ia juga bakal membahas masalah gizi itu bersama para lurah yang ada di Jakarta. Kebetulan, kata dia, hari ini ada pertemuan antara para lurah se-Jakarta dengan dirinya.

"Salah satu bahasannya soal memastikan tidak ada warga yang kekurangan gizi dan bila ada masalah jangan menunggu sampai menjadi berita. Ya kalau ada masalah langsung dikasih solusi, dikerjakan," ujarnya.

Baca juga artikel terkait GIZI BURUK atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Yantina Debora