Dinas Peternakan Sumatra Selatan Ajukan 500 Ribu Vaksin PMK

Penulis: - 23 Jun 2022 11:55 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Pemerintah pusat telah merespons permintaan vaksin PMK yang diajukan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatra Selatan,
tirto.id - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatra Selatan (Sumsel) mengusulkan pemberian 500 ribu vaksin hewan untuk mengatasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayahnya. Wabah PMK saat ini merebak di delapan kabupaten/kota di Sumsel.

"Permintaan vaksin hewan tersebut sudah direspons pusat dan diperkirakan akan dikirim ke daerah ini pada Juli-Agustus 2022," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Efendi di Palembang, Kamis (23/6/2022).

Dia menjelaskan vaksin tersebut akan disuntikkan ke hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, dan babi yang berada di delapan kabupaten/kota yang ditemukan kasus PMK. Kedelapan daerah tersebut memiliki populasi sapi di atas 20 ribu ekor.

Delapan kabupaten/kota itu yaitu Palembang, Lubuklinggau, Kabupaten Banyuasin, Lahat, Musi Rawas, Pali, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Muara Enim.

"Dengan vaksinasi hewan ternak tersebut dan tindakan pencegahan yang telah dilakukan akhir-akhir ini diharapkan kasus PMK bisa segera dikendalikan atau tidak semakin meluas," kata Ruzuan.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel hingga Juni 2022 menemukan 220 kasus hewan ternak terutama sapi terjangkit PMK di delapan kabupaten/kota.

Kasus PMK pada hewan ternak di provinsi dengan 17 kabupaten/kota itu bertambah dibandingkan dengan sepekan sebelumnya.

Awalnya kasus PMK ditemukan di enam kabupaten/kota, tetapi berdasarkan data per 21 Juni 2022 bertambah dua daerah lagi, yakni Muara Enim dan Banyuasin. Ruzuan merinci di Kabupaten Muara Enim terdapat 103 kasus dan Banyuasin 15 kasus PMK.

"Penambahan kasus tersebut cukup signifikan dibandingkan data sebelumnya, sehingga menjadikan Sumsel berada di zona kuning PMK," ujarnya.


Baca juga artikel terkait VAKSIN PMK atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Kesehatan)

Sumber: Antara
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight