Menuju konten utama

Dinas LH DKI Cari Lokasi ITF untuk Kelola Sampah di Jakarta Barat

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sedang mencari lokasi pembangunan ITF untuk pengelolaan sampah di Jakarta Barat. 

Dinas LH DKI Cari Lokasi ITF untuk Kelola Sampah di Jakarta Barat
Sampah plastik yang memenuhi bibir pantai di kawasan Cilincing, Jakarta, Rabu (16/1/2019). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Isnawa Adji mengatakan instansinya sedang mengkaji rencana pembangunan Fasilitas Pengelola Sampah dalam kota atau Intermediate Treatment Facility (ITF) di Jakarta Barat.

"Saya sih bayangannya bisa terwakili wilayahnya deh, misalnya kayak zona barat ada di Jakarta Barat. Kayaknya kalau di [Jakarta] Selatan agak susah," kata Isnawa pada Jumat (18/1/2019).

Namun, menurut Isnawa, pemilihan lokasi ITF di Jakarta Barat tersebut perlu diseleksi terlebih dahulu.

"Harapan kami, seandainya pada 2019, ada tanahnya [lahan untuk ITF], bisa langsung ground breaking pada 2020," kata Isnawa.

Untuk pembangunan ITF, Pemprov DKI Jakarta telah menganggarkan Rp750 miliar pada 2019. Dana itu akan digunakan untuk pembebasan lahan sekaligus pembangun fisik sarana ITF.

Akan tetapi, Isnawa belum memastikan jumlah ITF yang akan dibangun dengan jatah anggaran Rp750 miliar tersebut. Dia hanya menjelaskan pembangunan ITF di Jakarta Barat kemungkinan besar akan digarap oleh PT Jakarta Propertindo.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan penentuan lokasi pembangunan ITF akan dilakukan berdasarkan kajian.

"Semua kemungkinan selalu ada, tapi [keputusan] kami membangun [dasarnya] menggunakan studi, kajian perencanaan, studi kelayakan. Jadi bukan keputusan politik," kata Anies pada 16 Januari 2019 lalu.

"Jangan menurut saya, pakai studi. Ini bukan selera, ini sebuah keputusan yang menyangkut investasi, yang menyangkut teknologi," Anies menambahkan.

Rencana pembangunan ITF muncul ketika produksi sampah di DKI Jakarta kini sudah mencapai 7.400 ton per hari. Agar tidak semua sampah dari ibu kota dibuang ke Bantargebang, Bekasi, Pemprov DKI mengalokasikan anggaran pembangunan ITF.

Pemprov DKI sudah meresmikan peletakan batu pertama pembangunan ITF di Sunter, Jakarta Utara pada 20 Desember 2018. ITF di Sunter direncanakan bisa mengolah sampah 2.200 ton per hari.

Pembangunan ITF di Sunter dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang bersinergi dengan perusahaan asal Finlandia bernama Fortum. Penugasan kepada Jakpro itu pun telah dituangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2018.

Rencananya, pembangunan ITF bakal memakan waktu hingga tiga tahun. Fasilitas ITF diperkirakan mampu mereduksi volume sampah hingga di kisaran 80-90 persen, serta menghasilkan energi listrik sebesar 35 megawatt per jam.

Baca juga artikel terkait PENGELOLAAN SAMPAH atau tulisan lainnya dari Fadiyah Alaidrus

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Fadiyah Alaidrus
Penulis: Fadiyah Alaidrus
Editor: Addi M Idhom