Dikritik Prabowo, PLN: Jangan Samakan Kami dengan Perbankan

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 15 Januari 2019
PLN menampik klaim capres nomor urut 1 Prabowo Subianto bahwa perusahaan pelat merah ini menuju kebangkrutan meski memang tidak meraup keuntungan besar.
tirto.id - EVP Corporate Communications dan CSR PT PLN (Persero) I Made Suprateka menampik perusahaan plat merah di bidang kelistrikan ini memiliki kondisi keuangan yang mengkhawatirkan. Hal itu diucapkan I Made usai calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) satu per satu bangkrut dan memiliki utang besar.

Menurut I Made, kondisi PLN sedang dalam kondisi tak mendapat untung besar. Namun, menurutnya, hal itu wajar mengingat beban PLN sebagai PSO yang menanggung penugasan pembangunan di daerah.

"PLN gak bisa untung gede-gede karena harus melakukan pembangunan di daerah-daerah," ucap I Made saat dihubungi reporter Tirto pada Selasa (15/1).

I Made menuturkan saat ini PLN tengah bekerja keras memberikan penerangan di wilayah-wilayah tertinggal. Di samping itu, I Made mengingatkan bahwa biaya yang diperlukan tentu tidak sedikit.

Karena itu, ia menyatakan PLN tidak dapat disamakan dengan perusahaan swasta lainnya seperti perbankan. Menurutnya, dengan beban PSO, PLN tidak hanya dapat mengejar keuntungan walaupun statusnya sebagai korporasi.

"Jangan disamakan dengan perbankan. PT PLN tidak bisa mencari keuntungan di sana [proyek PSO]," ucap I Made.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menyampaikan kritikan terhadap kondisi BUMN dalam pidato di acara Konsolidasi Koordinator TPS se-Provinsi DKI Jakarta yang berlangsung di Roemah Djoeang Prabowo-Sandi, Jalan Wijaya I nomor 81, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (13/1/2019).

Pada kesempatan itu, Prabowo menyebut BUMN satu per satu mengalami kebangkrutan. Ia juga menyebutkan BUMN memiliki utang yang menumpuk dan beberapa diantaranya hanya mampu meraup untung yang kecil.


Baca juga artikel terkait PLN atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri