Diet Gastritis Makanan Tepat untuk Penderita Radang Lambung

Oleh: Sarah Rahma Agustin - 15 Juli 2020
Dibaca Normal 1 menit
Diet Diet Gastritis dapat dilakukan dengan mengkonsumsi sayur-sayuran, makanan berprotein tinggi atau produk makanan susu.
tirto.id - Gastritis merupakan kondisi radang di lapisan perut yang dapat menimbulkan asam lambung dan sejumlah gejala seperti nyeri di ulu hati, kembung, mual, perasaan kenyang, dan muntah.

Gastritis disebabkan oleh beberapa hal seperti merokok, minum terlalu banyak alkohol, penggunaan aspirin jangka panjang atau obat antiinflamasi nonsteroid lainnya seperti ibuprofen atau naproxen, infeksi bakteri Helicobacter pylori, cedera parah, syok, stres atau respons autoimun, sebagaimana dilansir dari laman Health Harvard.

H. pylori adalah 90 persen penyebab gastritis yang paling umum, menyebabkan infeksi pada sistem pencernaan yang dapat menyebabkan gastritis atau tukak lambung.

Gastritis bisa akut atau kronis. Gastritis akut datang secara tiba-tiba dan parah, sementara gastritis kronis berlangsung lebih lama.

Mengobati gastritis dimulai dengan menghentikan atau menghilangkan penyebab spesifiknya. Gastritis dapat dikelola dengan gaya hidup dan pola makan atau diet yang tepat. Makanan yang tepat untuk penderita radang lambung dapat membuat kondisi membaik.

Pola makan berperan penting pada kesehatan perut dan pencernaan. Diet yang ramah gastritis dapat membantu meringankan gejala. Berikut makanan yang tepat untuk dikonsumsi penderita gastritis dilansir dari laman Live Stong

1. Buah dan sayuran

Buah dan sayuran kaya akan nutrisi, relatif rendah kalori, dan bisa menjadi sumber serat. Sementara tidak ada buah-buahan dan sayuran yang diketahui memperburuk gastritis.

2. Biji-bijian

Mengkonsumsi roti, biji-bijian dan sereal tidak memperburuk gejala gastritis. Serat tinggi dan biji-bijian yang belum diolah, seperti beras merah, jelai, quinoa dan oatmeal adalah pilihan yang sehat dan dapat membantu mempromosikan buang air besar secara teratur. Pilihan lain yang baik dari insulin adalah roti gandum, tortilla dan biskuit, tepung jagung, dan sereal sarapan tanpa pemanis.

3. Makanan Protein Tinggi

Makanan berprotein tinggi seperti daging, unggas, dan ikan dapat ditoleransi dengan baik. Pilihlah makanan rendah lemak seperti daging tanpa lemak, unggas tanpa kulit, ikan, dan telur. Selain itu, sumber protein nabati juga aman dikonsumsi penderita gastritis seperti kacang-kacangan, biji-bijian, selai kacang, kacang kering kering atau lentil dan produk kedelai termasuk edamame dan tahu adalah contoh protein nabati.

4. Makanan Susu

Produk susu termasuk susu, yogurt, dan keju diperkirakan tidak memperburuk gejala gastritis. Pilihlah varietas yang rendah lemak atau bebas lemak. Jika tidak menyukai susu, Anda dapat memasukkan susu nabati seperti kedelai yang diperkaya kalsium, beras atau susu almond sebagai gantinya.

5. Minuman

Air merupakan nutrisi dan cairan yang cukup penting untuk fungsi saluran pencernaan yang membantu tubuh menghilangkan limbah. Selain menyegarkan tubuh, air bebas dari pemanis dan tidak menyebabkan iritasi. Selain itu, penderita gastritis juga dapat minum jus buah dan teh herbal. Hindari minuman yang mengandung kafein jika dirasa memperburuk gejala. Hindari alkohol karena dapat mengiritasi lapisan lambung.

6. Makanan probiotik yang sehat

Dilansir dari laman Healthline probiotik dapat membantu mengatasi masalah perut yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori. Makanan ini termasuk kombucha, yogurt, kimchi, dan asinan kubis.

Perlu Anda ketahui, beberapa jenis gastritis dapat mempersulit tubuh untuk menyerap zat besi atau vitamin B-12. Bicaralah dengan dokter Anda tentang mengambil suplemen untuk mencegah kekurangan zat besi dan vitamin B-12.

Selain itu, Mayo Clinic melaporkan, agar gejala grastitis tak mengganggu aktivitas Anda, makanlah dengan porsi kecil, lebih sering untuk membantu meringankan efek asam lambung. Hindari makanan yang mengiritasi terutama yang pedas, asam, goreng atau berlemak. Hindari minum alkohol.

Berobatlah ke dokter jika gejala brastitis mulai mengganggu aktivitas Anda. Jika dokter mencurigai gastritis, Anda mungkin dirujuk ke spesialis gangguan pencernaan (gastroenterologis).

Baca juga artikel terkait GASTRITIS atau tulisan menarik lainnya Sarah Rahma Agustin
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Agung DH
DarkLight