Diduga Alami KDRT di AS, Tiga Setia Gara Minta Tolong ke KJRI

Oleh: Aditya Widya Putri - 16 September 2019
Tiga Setia Gara mengaku sudah berusaha menghubungi 911 namun tak ditanggapi.
tirto.id - Penyanyi perempuan aliran rock, Tiga Setia Gara Tolley mengunggah permintaan tolong lewat Instagram Story-nya siang waktu Indonesia. Tiga mengaku mendapat kekerasan dari suaminya, namun kesulitan menghubungi pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk meminta bantuan.

“Tolong, siapa pun yang nonton, gue minta tolong, telepon Embassy Indonesia, gue nggak ngerti harus gimana, gue gaptek (gagap teknologi) banget, gua mau pulang ke Indonesia.”

Tiga membuat unggahan video sambil berlinang air mata. Di rekam gambar itu ia mengatakan baru saja bertengkar dengan suaminya, James Aaron Tolley. Perempuan itu sudah berusaha menghubungi 911 karena James berusaha memukul dirinya.

Tapi kepolisian justru mengatakan bahwa Tiga lah yang bersalah karena terlalu mendramatisir keadaan. Padahal, Tiga sudah menunjukkan bukti foto luka di kaki sebelah kiri yang sempat dioperasi karena retak akibat ditendang suaminya. Hanya saja, di kasus yang lalu, ia masih berusaha menyembunyikannya karena tak ingin James dipenjara.

“Mereka (911) bilang gue Asian, imigran. Padahal maksud gue telfon 911 untuk hubungi embassy Indonesia, untuk pulangin gue, gue mau divorce, udah enggak kuat,” kata Tiga.


Informasi terbaru yang Tirto dapatkan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), saat ini KJRI Chicago telah menghubungi Tiga dan sedang mengusahakan jalan keluar terbaik.

KJRI Chicago melalui akun Instagram-nya menyatakan masih menunggu situasi kondusif untuk kembali menghubungi Tiga. "Mengingat saat ini adalah dini hari waktu AS."

KJRI Chicago juga telah menyarankan Tiga menghubungi YWCA Domestic Violence center in Dayton. Namun, Tiga masih mempertimbangkan hal itu lantaran ingin menenangkan diri dahulu.

Baca juga artikel terkait KEKERASAN PEREMPUAN atau tulisan menarik lainnya Aditya Widya Putri
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Aditya Widya Putri
Penulis: Aditya Widya Putri
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight