Di Balik Alotnya Transfer Griezmann ke Barcelona

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 26 Juni 2019
Dibaca Normal 3 menit
Sudah sebulan berlalu sejak Griezmann mengumumkan hendak hengkang dari Atlético. Tapi Barcelona, klub yang digadang-gadang bakal meminangnya, tak kunjung menyegel transfer pemakai kostum nomor tujuh tersebut.
tirto.id - "Saya sudah memutuskan akan meninggalkan klub untuk mencari pengalaman dan tantangan baru," kata Antoine Griezmann, penyerang Atlético Madrid, dalam video yang diunggah di laman resmi klub pada pertengahan Mei 2019 lalu.

Video itu seolah menjawab segala hal yang serba abu-abu dari masa depan Griezmann. Sejak musim lalu, pria kelahiran 1991 itu dikabarkan mulai tak betah bermain di Wanda Metropolitano, markas Atlético. Dengan usia yang sudah menyentuh 28 tahun, Griezmann paham betul dia tak akan mendapat pencapaian lebih tinggi andai menghabiskan sisa kariernya dengan kostum loreng putih merah.

Nama Barcelona muncul jadi destinasi yang lebih pantas untuk peraih trofi Piala Dunia 2018 tersebut. Selain karena memang sudah memburu tanda tangannya sejak hampir dua musim terakhir, karakter Barcelona juga dianggap cocok untuk Griezmann.

Pengamat sepakbola Bleacher Report, Sam Tighe, menyebut versatilitas Griezmann bermain sebagai winger kiri, striker, maupun false-nine bisa bikin dia jadi pilihan utama Ernesto Valverde. Griezmann bisa memainkan banyak peran dengan atribut tersebut: mulai dari penopang Luis Suárez, pemantik daya magis Lionel Messi, hingga ujung tombak yang akan merangsang kreativitas pemain-pemain di belakangnya.

Sayang, setelah lebih dari sebulan menyatakan ingin tantangan baru, berita resmi perekrutan Griezann ke Barcelona tak kunjung terdengar.

Klausul Griezmann Paksa Barca Sabar


Selama satu bulan terakhir, manajemen Barcelona sebenarnya sudah beberapa kali mengatakan hendak mengumumkan kepindahan Griezmann ke Camp Nou. Namun langkah itu tak terealisasi karena Atlético ternyata masih berupaya mempersulit.

Menurut laporan Telegraph, para petinggi Atlético hanya akan melepas Griezmann dengan nominal 200 juta euro, sesuai dengan klausul pelepasan yang tertera dalam kontrak. Dalam kontrak yang akan berakhir pada 2023 itu, tertulis bahwa per 1 Juli 2019 nominal klausul pelepasan Griezmann akan turun sebesar 80 juta euro. Dalam klausul baru, Atlético wajib melepas bomber timnas Prancis itu ke klub lain andai ada tawaran masuk senilai 120 juta euro.


Klausul baru tersebut jelas lebih menguntungkan di mata Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu. Kalau bisa membeli pemain dengan harga 120 juta euro, mengapa harus repot-repot menebusnya dengan 200 juta euro?

Kendati demikian, Bartomeu juga paham betul dengan konsekuensinya. Klausul yang baru berlaku pada Juli itu membuat Barcelona tak bisa menjamin Griezmann tak tergiur dengan tawaran lain, seandainya ada yang rela mengeluarkan uang sebesar yang diinginkan manajemen Atlético saat ini.

Itu pula alasan mengapa hingga sekarang Bartomeu selalu menolak klaim yang menghubung-hubungkan Barcelona dengan Griezmann. Pria yang naik sebagai presiden klub menggantikan Sandro Rosell pada 2014 itu tak ingin terbawa suasana dan merasa di atas angin, lantaran hingga 1 Juli tiba segala kemungkinan bisa terjadi.

"Kami selalu menegaskan: belum ada pembicaraan, belum ada apa pun," katanya kepada Marca pekan lalu.

Hasrat Memulangkan Neymar


Rencana transfer Griezmann menjadi lebih pelik karena pada saat bersamaan Barcelona juga tertarik memulangkan mantan penyerangnya, Neymar, dari Paris Saint-Germain. Media asal Catalan, Sport, bahkan mengklaim para petinggi Barcelona telah membulatkan tekad mendatangkan Neymar bersamaan dengan Griezmann.

Jika benar ingin memulangkan Neymar, menurut laporan L'Equipe, PSG mewanti-wanti bahwa pemain nomor 10-nya itu hanya akan dilepas dengan nilai minimal 220 juta euro, lebih besar 20 juta euro (setara Rp322 juta) dari Griezmann saat ini.


Berdasarkan asumsi nilai tersebut, Barcelona akan merogoh kocek hingga 340 juta euro hanya untuk mendatangkan dua pemain. Dan jangan lupa, mereka sebelumnya telah mengeluarkan dana 75 juta euro untuk menebus Frenkie De Jong dari Ajax. Total, Blaugrana akan mengucurkan duit sampai 415 juta euro cuma untuk tiga sosok.

Selain boros, bukan tidak mungkin Blaugrana akan kembali terjerat sanksi Financial Fair Play (FFP) sebagaimana lima musim lalu.

Opsi paling aman agar neraca keuangan Blaugrana seimbang adalah menawarkan beberapa pemainnya kepada PSG guna menurunkan anggaran belanja Neymar.

Kemungkinan ini terbuka lebar karena PSG pun secara terang-terangan mengutarakan ketertarikannya kepada beberapa pemain Barcelona, sebut saja Ousmane Dembélé hingga Philippe Coutinho. Ketertarikan ini tidak lepas dari kekecewaan Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, terhadap komitmen Neymar sendiri. Nasser terang-terangan berhasrat mengganti pemain termahalnya itu dengan sosok lain yang "lebih kompeten".

"Saya ingin para pemain siap memberikan yang terbaik guna mempertahankan harkat klub dan berkomitmen dengan proyek klub. Pemain yang tak bersedia akan kami ajak bicara. Tentu ada kontrak yang seharusnya dihormati, tapi prioritas kami adalah komitmen," kata Nasser, seperti dilansir Mirror.

Andai menawarkan pemain ke PSG masih kurang cukup, Barcelona juga bisa menyeimbangkan neraca transfer dengan melego beberapa sosok tak terpakai ke klub lain. Masalahnya, seimbangnya neraca transfer Barcelona tidak akan serta merta membikin posisi mereka aman untuk mendatangkan Griezmann dan Neymar sekaligus.


Dalam aspek lain, yakni gaji, posisi Blaugrana tidak kalah memprihatinkan. Berdasarkan studi penelitian KPMG dengan judul The Football Benchmark (PDF) yang dirilis Januari 2019 lalu, Total pengeluaran Barcelona untuk menggaji para pemain mencapai 562 juta euro per tahun.

Angka ini adalah yang tertinggi di Eropa. Selisih mereka bahkan sangat jauh dari penghuni posisi kedua, PSG, 332 juta euro per tahun.

Nominal fantastis Barcelona itu berpeluang semakin membengkak jika mereka mendatangkan Griezmann dan Neymar sekaligus. Di PSG Neymar digaji 36 juta euro per musim, sementara Griezmann mendapat bayaran 23 juta euro dari Atlético Madrid. Ini hanya di bawah Lionel Messi sebagai pemain Barca dengan gaji tertinggi.

Memang, menurut laporan sejumlah media Eropa, Neymar bersedia gajinya dipangkas demi pulang ke Barcelona. Bayaran mantan kapten Timnas Brasil itu akan dipangkas 12 juta euro, alias jadi 24 juta euro jika menyetujui hengkang ke Camp Nou.

Masalahnya, apakah Griezmann bersedia mendapat pemangkasan serupa?

Football-Espana menyebut Griezmann barangkali tak keberatan. Hanya saja, penyerang asal Perancis itu masih akan menimbang-nimbang, apakah pemangkasan yang dia dapat sepadan dengan nilai jualnya sebagai pemain yang pernah mengantarkan sebuah negara menjuarai Piala Dunia?

Baca juga artikel terkait BURSA TRANSFER PEMAIN atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Olahraga)


Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Rio Apinino