Desmond Sebut KTA Gerindra Sandiaga Uno Sudah Dimakan Tikus

Reporter: Irfan Amin, tirto.id - 20 Sep 2022 19:09 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Desomnd meminta Sandiaga Uno menunjukkan loyalitasnya ke Gerindra dengan mendukung Prabowo Subianto menjadi capres 2024.
tirto.id - Menurutnya Sandiaga Uno sudah kehilangan kartu anggota Partai Gerindra. Karena apabila masih memiliki kartu anggota, tindakan Sandiaga Uno sudah pasti dibawa ke Mahkamah Partai Gerindra.

"Kartu anggotanya sudah dimakan tikus. Kalau dia kartu anggotanya masih ada bisa kita sidang di mahkamah partai," kata Desmond di Gedung DPR RI pada Selasa (20/9/2022).

Atas pernyataan itu, Desmond sudah tidak menganggap Sandiaga Uno sebagai kader Gerindra.

"Kalau Sandi bilang saya masih punya anggota, kita panggil di mahkamah partai. Kalau kartunya sudah dimakan tikus kita panggil dan nanti dia bilang saya bukan anggota, karena nggak ada kartu anggota. Apakah bisa disidang nggak?" terangnya.

Desmond meralat bahwa pernyataannya adalah bersifat pribadi, dan tidak ingin menyebutnya sebagai representasi dari Partai Gerindra.

"Kalau Gerindra bersama Desmond. Desmond kan pendapatnya pribadi, saya mengingatkan saja maksudnya," tegasnya.

Dirinya meminta agar Sandiaga Uno menunjukkan loyalitasnya ke partai dengan melepas keinginannya menjadi capres dan kembali mendukung Prabowo Subianto sebagai satu-satunya capres dari Partai Gerindra.

"Kalau ada tunjukkan. Kalau ada tunjukin bahwa lu kader partai. Kalau nggak ya terserah lu deh," terangnya.

Secara terpisah, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyebut apa yang dilakukan Sandiaga Uno adalah dalam rangka demokrasi. Termasuk adanya sejumlah partai politik yang secara terang-terangan mendukung Sandiaga Uno. Seperti PPP dan PKS yang menyebut nama Sandiaga Uno sebagai kandidat capres.

"Tidak apa itu namanya dinamika demokrasi. Dan itu adalah hak parpol. Kami tidak berkecil hati," ungkapnya.


Baca juga artikel terkait SANDIAGA UNO atau tulisan menarik lainnya Irfan Amin
(tirto.id - Politik)

Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fahreza Rizky

DarkLight