Denis Suarez ke Arsenal: Tak Jawab Masalah, tapi Juga Tidak Sia-Sia

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 1 Februari 2019
Dibaca Normal 2 menit
Keberadaan Denis Suarez sebetulnya tak mendesak jika melihat masalah utama Arsenal. Namun, bukan berarti langkah itu sisa-sia.
tirto.id - Denis Suarez datang ke Arsenal sebagai pemain pinjaman pada hari terakhir transfer musim dingin sepakbola Eropa, Kamis (31/1/2019) kemarin. Dalam laman resminya, Meriam London dengan bangga mengatakan bahwa eks pemain Barcelona itu akan 'reuni' dengan Unai Emery, pelatih yang pada musim 2014-2015 sempat membimbingnya saat dipinjam ke Sevilla.

"Dia adalah pemain yang kami tahu dengan benar, dan saya telah bekerja dengannya di Sevilla. Dia menghadirkan kualitas dan opsi di berbagai posisi menyerang. Jadi, dia akan membantu tim," kata Emery.

Lazimnya, transfer pemain disesuaikan dengan apa yang paling dibutuhkan tim. Misalnya, jika ada lobang di lini pertahanan, maka yang akan didatangkan adalah bek. Dalam kasus transfer Suarez, benarkah lini serang merupakan permasalahan utama yang perlu dibenahi Arsenal saat ini?

Sepekan sebelum kehadiran Suarez, legenda Arsenal, Paul Merson, pernah mengatakan kalau masalah utama di Arsenal adalah pertahanan, bukan di lini serang. Aspek inilah yang seharusnya jadi fokus pembenahan Emery.

"Sampai mereka menuntaskan masalah di pertahanan, mereka tidak akan mampu meraih apa pun," kata Merson seperti dikutip dari SkySports.

Merson sadar jika masalah ini tak akan selesai dalam sekali bursa transfer saja. Maka dari itu ia mengusulkan agar Arsenal terus melakukan perbaikan di lini belakang setiap bursa transfer dibuka.

Pengamat sepakbola, Charlie Nicolas, mengusulkan hal yang sama seperti Merson. Ia bahkan lebih tegas: menyuarakan agar pemain-pemain belakang lama era Arsene Wenger segera dijual ke klub lain.

"Pertahanan mereka kacau, seluruh komposisi pemain bertahan benar-benar lelucon. Dari bek kanan, bek tengah, entah itu skema dua atau tiga orang, juga bek kiri. Tidak ada pemain belakang [bagus] di klub dan rasanya memalukan melangkah dengan kondisi seperti itu," kata Nicolas.

Lini belakang memang masalah klasik bagi Arsenal. Tahun lalu atau pada akhir masa kepelatihannya, Arsene Wenger bahkan menorehkan rapor yang benar-benar mengecewakan. Skuatnya 51 kali kebobolan di ajang Liga Inggris. Angka ini merupakan salah satu yang terburuk dalam sejarah partisipasi Arsenal di Liga Inggris, bahkan jadi kebobolan terbanyak mereka sejak musim 1983-1984.


Emery sebenarnya langsung mendeteksi permasalahan ini sejak awal tiba di London. Rekrutan pertamanya, Stephan Lichtsteiner, adalah pemain belakang. Selain Lichtsteiner, Emery juga mendatangkan bek tengah Sokratis Papastathopoulos dari Borussia Dortmund serta kiper yang sudah mencatatkan 100 clean sheet dalam kariernya di Bayer Leverkusen, Bernd Leno.

Untuk menambah kekuatan lini bertahan, dua gelandang yang juga punya kecakapan turun ke lini pertama turut didatangkan: Lucas Torreira dan Matteo Guendouzi.

Namun itu semua toh belum cukup. Faktanya, pertahanan Arsenal tetap tampil mengkhawatirkan. Dalam lima pertandingan pertama Liga Inggris saja, gawang mereka sudah bobol sembilan kali. Angka ini bahkan lebih buruk dari rapor merah Wenger pada musim terakhir. Ketika itu Arsenal kebobolan delapan kali dalam lima pertandingan perdana di kompetisi yang sama.

Statistik lebih buruk itu bahkan bertahan sampai sekarang. Hingga 24 pekan Liga Inggris berlalu, Arsenal sudah kemasukan 33 gol. Padahal, musim lalu hingga akhir pekan 14 mereka hanya kebobolan 29 gol.

Kondisi semakin menyulitkan lantaran saat ini Arsenal mengalami badai cedera di lini belakang. Laurent Koscielny, Sokratis Papastathopoulos, Hector Bellerin, dan Rob Holding masih dalam tahap pemulihan, sehingga tak akan bisa dimainkan dalam waktu dekat.

Bukan Jawaban, Tapi Menguntungkan


Dengan permasalahan yang begitu kompleks di lini belakang, kedatangan Denis Suarez bukan berarti tak punya signifikansi apa-apa. Seperti kata Emery, Suarez memang akan diplot di "berbagai posisi menyerang" selama masa peminjaman hingga akhir musim.

Artinya, perekrutan ini sejak awal tidak dimaksudkan untuk 'mengatasi masalah' yang dimiliki Arsenal. Kesimpulan ini sebenarnya bisa dilihat sejak Emery menjawab sebuah pertanyaan tentang kemungkinan posisi Denis Suarez awal Januari lalu.

"Dia bermain sebagai sayap kiri dan kanan saat bekerja dengan saya [di Sevilla]," kata Emery.


Serangan Arsenal memang terbilang mematikan sejak kehadiran Pierre-Emerick Aubameyang yang secara bergantian dengan Alexandre Lacazette mengisi pos sayap dan striker. Namun, keharusan salah satu di antara keduanya untuk jadi ujung tombak di tengah membuat kedua sisi sayap Arsenal kerap tak seimbang.

Henrikh Mkhitaryan memang bisa menawarkan solusi. Namun, ia jelas tak bisa sendiri. Terbukti, saat pemain asal Armenia itu dihantam cedera, Arsenal begitu kesulitan karena tak punya pelapis sepadan. Di sini Denis Suarez mungkin memainkan peran penting.

Peran lain yang bisa dijajal Emery untuk Suarez adalah sebagai gelandang. Lucas Torreira dan Matteo Guendouzi memang pemain tengah jempolan, namun keduanya bukan tipe gelandang yang bisa dengan jitu membawa bola sampai area pertahanan lawan.

Arsenal punya Aaron Ramsey untuk titik lemah itu. Namun, The Gunners hampir pasti ditinggal pemain asal Wales itu pada akhir musim nanti. Mereka butuh alternatif jangka panjang, dan menempatkan Suarez sebagai pengganti Ramsey adalah pilihan yang layak dijajal.

Emery tentu tak segan menjajalnya. Ini bisa dilihat dari opsi mempermanenkan Suarez di akhir musim yang terdapat dalam klausul peminjaman.

Jika Suarez terbukti nyetel dengan permainan tim, Arsenal tinggal melanjutkan kerja sama untuk musim depan. Mereka tak perlu lagi repot-repot berburu pengganti Ramsey pada bursa transfer musim panas.

Baca juga artikel terkait BURSA TRANSFER PEMAIN atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Olahraga)


Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Rio Apinino
DarkLight