Menuju konten utama

Demokrat Senang Jokowi Mau Teken Keppres Pemecatan Jhoni Allen

Selain kepada Jokowi, Demokrat juga mengapresiasi Puan Maharani yang ikut menandatangani pemecatan Jhoni Allen sebagai anggota DPR.

Demokrat Senang Jokowi Mau Teken Keppres Pemecatan Jhoni Allen
Angggota DPR-RI Jhoni Allen Marbun saat berada di Kampus STP Sibolga usai memberikan kuliah umum, Selasa (19/2). (Antara Sumut/Jason)

tirto.id - Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang secara resmi telah meneken Keputusan Presiden memberhentikan Jhoni Allen dari jabatan anggota MPR 2019-2024 dan sebagai anggota DPR dari Partai Demokrat Daerah Pemilihan Sumatera Utara II.

Melalui surat tersebut Jhoni Allen juga dipecat dari posisinya sebagai kader Partai Demokrat.

"Terima kasih kepada Bapak Jokowi karena bagaimanapun Pak Jhoni Allen telah melanggar AD/ART, pakta integritas maupun kode etik internal Partai Demokrat," kata Herzaky di sela acara Rapimnas Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Herzaky menjelaskan sebelum Keppres ditandatangani oleh Jokowi, pihak Partai Demokrat telah mengajukan pemecatan Jhoni Allen melalui pengadilan. Namun proses tersebut diakui oleh Herzaky terhambat di tengah jalan.

"Kami telah memproses yang melanggar sesuai dengan AD/ART di dalam. Dan kita sudah mengajukan di pengadilan dan agak terhambat," ujarnya.

Selain kepada Jokowi, dirinya juga mengapresiasi kepada Ketua DPR RI Puan Maharani yang ikut menandatangani pemecatan Jhoni Allen.

"Akhirnya sudah ditandatangani oleh Ketua DPR Mba Puan dan ditandatangani oleh Pak Jokowi," terangnya.

Dengan pemecatan Jhoni Allen, Herzaky menyebut bahwa dualisme Demokrat secara resmi berakhir sudah. Bahkan menurutnya orang-orang yang pernah membuat Partai Demokrat tandingan hanya memiliki kemampuan finansial tanpa ada kemampuan lainnya.

"Mereka ini gerombolan yang punya kekuatan finansial saja dan dekat dengan kekuasaan. Sehingga seakan-akan mereka itu dari Demokrat," ujarnya.

Herzaky menyindir bahwa Demokrat tandingan yang juga ikut dibentuk oleh Johnny Allen hanya diikuti oleh ratusan orang saja. Bahkan Herzaky berseloroh bahwa orang-orang yang hadir dalam Kongres Partai Demokrat tandingan tidak memiliki KTA resmi.

"Padahal yang hadir kongres 400 orang itu, tidak ada satupun yang memiliki KTA Demokrat. Mereka malah caleg dari partai lain sehingga terlihat lucu," ungkapnya.

Selain karena aturan AD/ART, Herzaky menyebut para kader Partai Demokrat menghendaki pemecatan Jhoni Allen karena sudah dicap sebagai pengkhianat.

"Karena waktu itu ada pemecatan di internal partai, kemudian ada usulan dari aspirasi teman-teman partai untuk usulan pergantian antar waktu di internal partai. Mereka mengganggu kami, berusaha merebut kepemimpinan sah Partai Demokrat yang ada di tangan Mas AHY," ujarnya.

Baca juga artikel terkait JHONI ALLEN MARBUN atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Politik
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto