Delegasi Pertemuan IMF-WB Akui Akomodasi Tak Ditanggung Indonesia

Oleh: Damianus Andreas - 12 Oktober 2018
Dibaca Normal 1 menit
“Tidak, biaya tiket pesawat dan akomodasi tidak ditanggung IMF-Bank Dunia, melainkan organisasi yang diwakilinya,” ucap Carolyn.
tirto.id - Delegasi Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali mengaku keikutsertaannya dalam acara tidak ditanggung pemerintah Indonesia. Salah satunya seperti yang disampaikan oleh seorang peserta bernama Gita (30).

Gita adalah pegawai di kantor Dana Moneter Internasional (International Monetary Funds/IMF) di India, ia menyebutkan bahwa akomodasi selama di Bali dan tiket pesawat pulang-pergi ditanggung kantornya.

“Karena dengan menjadi delegasi di sini hitungannya saya bekerja, maka untuk akomodasi dan tiket pesawat saya, dibiayai perusahaan tempat saya bekerja,” kata Gita saat ditemui di Pavilion Indonesia yang terletak di kawasan Nusa Dua, Bali pada Jumat (12/10/2018) siang.

Senada dengan Gita, seorang perempuan dari Peru bernama Carolyn (77) juga mengklaim hal yang sama, Carolyn sendiri memang bukan delegasi pertemuan tahunan. Ia menyebutkan bahwa suaminya lah delegasi acara yang mewakili organisasi pembangunan di Amerika Selatan.

“Tidak, biaya tiket pesawat dan akomodasi tidak ditanggung IMF-Bank Dunia, melainkan organisasi yang diwakilinya,” ucap Carolyn.

Carolyn sendiri memperoleh akses untuk masuk ke kawasan Nusa Dua. Selama pertemuan tahunan berlangsung, kawasan Nusa Dua memang sangat terbatas bagi siapa saja. Mereka yang bisa memasuki area tersebut hanyalah yang memiliki tanda pengenal resmi dari IMF-Bank Dunia, atau diantar dengan kendaraan berstiker khusus.

Carolyn mengatakan bahwa memperoleh akses bukan berarti mendapatkan fasilitas akomodasi dari pihak penyelenggara.

Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali telah memasuki hari kelima. Acara utama di mana Presiden Joko Widodo, Direktur Pelaksana Dana Moneter International (International Monetary Funds/IMF) Christine Lagarde, dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim menyampaikan pidatonya ihwal kondisi perekonomian global telah dilakukan pada Jumat (12/10/2018) pagi tadi.

Jumlah peserta pertemuan tahun ini diperkirakan mencapai 34 ribu orang. Padahal pada awalnya pemerintah mengklaim hanya menargetkan sekitar 19 ribu peserta yang hadir. Para peserta pertemuan sendiri datang dari 189 negara yang merupakan anggota dari IMF serta berafiliasi dengan Bank Dunia.


Baca juga artikel terkait PERTEMUAN IMF atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Alexander Haryanto