Menuju konten utama

Delapan Hari Pasca-Gempa Palu, Sejumlah Pedagang Kembali Berjualan

Sejumlah pedagang kembali beraktivitas pada malam hari delapan hari usai gempa dan tsunami menerjang Palu.

Delapan Hari Pasca-Gempa Palu, Sejumlah Pedagang Kembali Berjualan
Prajurit TNI berjaga di depan toko milik warga di Pasar Masomba, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10/2018). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

tirto.id - Beberapa pedagang di sejumlah jalan di kota Palu kembali berdagang pada malam hari, meski tak banyak. Setidaknya aktivitas itu mulai muncul delapan hari usai gempa dan tsunami yang melanda daerah tersebut.

Ada pedagang yang merasa tidak takut walau ada ancaman penjarahan, namun ada juga beranggapan bahwa aktivitas ekonomi harus tetap berjalan bagaimana pun situasinya.

Salah satu contohnya Hajah Noni, 54 tahun, penjual buah-buahan yang ada di Jalan Kemiri, Palu. Sepanjang Jalan Kemiri, hanya Noni dan temannya yang membuka toko. Sisanya gelap gulita.

"Kami buka 24 jam. Dari hari pertama sejak gempa sampai sekarang tetap buka. Tiap hari, tidak pernah tutup. Kami buka di sini biar jalannya lebih terang, yang lain pada tutup jadi gelap kan," kata Noni, saat ditemui reporter Tirto, Sabtu (6/10/2018) malam.

Noni mengatakan bahwa hingga saat ini tak ada kejadian penjarahan terhadap toko buahnya. Walaupun suatu saat akan ada yang menjarah, ia akan menganggapnya sebagai sebuah sedekah.

"Syukur alhamdulillah enggak ada, kalau memang dia minta ya kita kasih. Hitungannya sedekah. Jika ada relawan yang beli untuk pengungsi, kita tambah. Begitu aja kita," lanjutnya.

Selain Noni, ada juga Dedi Jauri, 41 tahun, yang berjualan gorengan dan kopi di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Palu.

Namun berbeda dengan Noni yang lokasi tokonya agak menjauh dari pusat kota, toko Dedi berada tepat di pusat kota. Ia mengatakan bahwa penjarahan masih rentan terjadi di pusat kota.

"Ya, takut sih, tapi mau bagaimana lagi. Sekarang intinya adalah pengamanan harusnya diperketat, menurut saya logistik sudah banyak dari relawan, ter-supply dari mereka. Tetapi dari segi keamanan banyak yang harus ditingkatkan," katanya kepada Tirto, Sabtu malam.

Disaat yang sama juga dilakukan pemantauan dan pengawasan keamanan kota Palu oleh pasukan gabungan dari Polres Palu, TNI AD, dan Brimob dengan konvoi keliling kota.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa pemantauan dan pengawasan dilakukan guna memastikan tak ada penjarahan lagi dan meyakinkan masyarakat bahwa keadaan sudah aman sehingga masyarakat bisa kembali melakukan aktifitas ekonomi, seperti berdagang, dengan normal.

Baca juga artikel terkait GEMPA PALU DAN DONGGALA atau tulisan lainnya dari Haris Prabowo

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Ibnu Azis