Defisit APBN Membengkak Jadi Rp764 Triliun hingga Oktober 2020

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 24 November 2020
Menkeu RI Sri Mulyani menyebut, sepanjang Januari-Oktober 2020, APBN mengalami defisit sampai Rp764,9 triliun atau 4,67 persen terhadap PDB.
tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, sepanjang Januari hingga Oktober 2020, APBN mengalami defisit sampai Rp764,9 triliun atau 4,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kondisi tersebut bisa terjadi karena dari sisi pendapatan negara, terjadi kontraksi sebesar 15,4 persen atau Rp1.276,9 triliun, sementara belanja negara mencapai Rp2.041,8 triliun.

"Dari sisi belanja negara terjadi pertumbuhan 13,6 persen. Kalau kita lihat dengan pendapatan, maka defisit kita mencapai Rp764,9 triliun, atau 4,67 persen dari GDP," jelas dia dalam Konferensi Pers Virtual APBN KITA, Senin (23/11/2020).

Realisasi penerimaan negara per akhir Oktober adalah 75,1 persen dari target dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 72/2020 yang capai Rp 1.699,9 triliun.

Penerimaan negara selama sepuluh bulan ini seharusnya perlu diwaspadai. Alasannya, persentase pelemahannya sudah di atas target penerimaan negara akhir tahun yang semula diprediksi minus 10% yoy.

Faktor lain bisa dipengaruhi realisasi penerimaan perpajakan yang melemah. Secara rinci Sri Mulyani menjelaskan, kontraksi di sisi penerimaan terjadi karena setoran perpajakan sampai Oktober tercatat hanya menerima Rp991 triliun atau 70,6 persen dari target. Angka tersebut turun 15,6 persen dibanding pendapatan negara di periode yang sama tahun lalu.

Kemudian ada pula Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) adalah Rp94,8 triliun atau 94,8 persen dari target. Angka tersebut turun 16,3 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu. Serta yang ada pula penerimaan negara dari hibah yang mencapai di Rp7,1 triliun atau 548,6 persen dari target.



Baca juga artikel terkait DEFISIT APBN 2020 atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Maya Saputri
DarkLight