#DebatPilpres2019 Terakhir Hasilkan 1,3 Juta Twit di Twitter

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 15 April 2019
Dibaca Normal 1 menit
Puncak percakapan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, dengan hampir 181.000 twit per menit.
tirto.id - Pemilihan Umum yang akan diadakan pada 17 April mendatang, mewajibkan masyarakat Indonesia yang memenuhi syarat untuk memilih presiden dan wakil presiden serta anggota dewan baik tingkat nasional maupun regional.

Berkaitan dengan Pilpres 2019, ada satu peristiwa menarik yang turut mendapat sorotan masyarakat, yaitu Debat Pilpres yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pengguna Twitter ikut meramaikannya melalui tagar #DebatPilpres2019. Debat pertama dilangsungkan pada 17 Januari 2019 dan debat terakhir atau yang ke-5, dihelat pada Sabtu (13/4/2019).

Debat terakhir ini menuai begitu banyak sambutan dan komentar dari para warganet, terkait pernyataan dari kedua paslon selama debat berlangsung. Adapun debat ini mengusung tema "Ekonomi, Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi, serta Perdagangan dan Industri".

“Terdapat lebih dari 1,3 juta tweet terkait debat ke-5 semalam [Sabtu]. Puncak percakapan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, dengan hampir 181 ribu tweet per menit,” tulis Agung Yudhawiranata, Kepala Kebijakan Publik Twitter Indonesia, dikutip blog Twitter.

Dari berbagai macam topik yang disuguhkan dalam acara debat terakhir tersebut, warganet mengomentari perihal pernyataan Prabowo yang dianggap tidak nyambung dengan pertanyaan Jokowi mengenai perkembangan e-sport di Indonesia, seperti Mobile Legend, PUBG, DOTA, dan gim-gim daring lainnya yang sedang digandrungi generasi muda.

Prabowo menjawab bahwa fokus kebijakannya, jika kelak menjadi presiden adalah kebutuhan pangan rakyat Indonesia, bagaimana Indonesia bisa swasembada pangan, dan harga pangan terjangkau.

"Pak jokowi : Saya mau bahas Mobile Legend, PUBG, Dota, tapi bapak jawab Pertanian jd tidak nyambung. Mungkin maksud Pa prabowo Hayday, Happy Farm, Lets Farm, Farm story dll.#DebatPilpres2019," tulis akun @Agnesiawid.

Namun, warganet berpendapat bahwa bukan hanya Prabowo yang sempat menjawab pertanyaan tidak sesuai konteks, Jokowi juga melakukannya pada debat terakhir ini.

“Pak Jokowi bilang, Bang Sandi tidak nyambung jawabannya, yang ditanyakan soal Mobile Legend malah dijawab ke soal pertanian. Pak Jokowi juga jawabannya nggak nyambung tuh! Yang ditanya BUMN Garuda Indonesia soal BEP tapi yang dijawab tentang INALUM dan PERTAMINA,” twit akun @AnnaSuezann disertai emotikon senyum.


Dari warganet hingga tokoh kondang seperti Mahfud MD, melalui akun Twitter-nya juga ikut meramaikan acara debat pilpres terakhir.

“Salahlah jika dikatakan Indonesia tak maju-maju. Sebelum merdeka, rakyat miskin-miskin, tak bisa sekolah. Sekarang sudah hebat, terus maju secara pasti meski pelan. Dari waktu ke waktu terus ada kemajuan meski fokusnya beda-beda. Yuk, kita lebih majukan lagi dengan memerangi korupsi, ketidakadilan, dan kesewenang-wenangan,” twitnya melalui akun @mohmahfudmd.

Warganet tidak hanya saling mendukung capres-cawapres masing-masing, tapi juga mengapresiasi suasana tenang dan damai dalam debat pilpres tersebut, seperti akun @AjengDpratika yang mengunggah foto saat paslon berdiri di podium masing-masing, beserta pemuka dari 6 agama yang diakui di Indonesia berdiri dan bersama-sama membacakan doa.

“Adem liatnya, begitulah seharusnya. Bersama, bersatu, Bhineka Tunggal Ika. Sungguh momen yang menghangatkan,” tulisnya.

Akun lainnya, @handokotjung juga mengimbau agar warganet tidak saling emosi, “Pembahasan e-sport, e-budgeting, e-procurement ini bagus. Tapi, lebih bagus kalau beda pilihan jangan sampai bikin emosi,” twitnya.

Menurut Twitter Indonesia, selama Debat Capres 2019 terakhir, sejumlah tagar silih berganti mewarnai percakapan di linimasa.

Selain #DebatPilpres2019, 9 tagar teratas yang paling banyak digunakan adalah #JokowiMenangTotalDebat, #BeraniPilih02, #HoazJkwMenangTotalDebat, #Pemilu2019, #DebatTerakhirPilpres2019, #Pilpres2019, #OptimisIndonesiaMaju, #DebatKelimaPilpres2019, dan #TusukPrabowoSandi.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Teknologi)

Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Ibnu Azis
DarkLight