Debat Pilgub Jabar 2018: KPU Batasi Jumlah Pendukung Setiap Paslon

Oleh: Yantina Debora - 18 Juni 2018
Dibaca Normal 1 menit
"Tidak ada head to head. Pokoknya para Paslon dihindarkan saling berhadapan," kata Teppy Darmawan.
tirto.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat lakukan upaya antisipasi keamanan terkait pelaksanaan Debat Publik Ketiga Pilgub Jawa Barat 2018. Salah satunya dengan mengurangi jumlah pendukung dari masing-masing paslon.

"Para pendukung pun dibatasi hanya 50 orang untuk setiap Paslon. Semuanya berjumlah 200 dan ditambah 200 undangan KPU sehingga totalnya 400 orang", kata Kabag Hukum, Teknis, dan Hubungan Partisipasi Masyarakat KPU Jawa Barat, Teppy Darmawan, Senin (18/6/2018).

Teppy Darmawan, menambahkan, proses debat dirancang lebih tertib, salah satunya adalah penunjukan tempat sesuai rekomendasi Kapolda Jawa Barat. Selain itu, lanjut dia, format acara debat juga disederhanakan.

"Tidak ada head to head. Pokoknya para Paslon dihindarkan saling berhadapan," katanya.

Dia menambahkan bahwa para pendukung tidak diperkenankan membawa apapun selain pakaian yang dipakai.

Lebih lanjut ia mengatakan menggelar rapat koordinasi dengan Polda Jawa Barat, Pangdam III Siliwangi dan perwakilan Kabinda, Waasintel Kodam III Siliwangi, dan Bawaslu mengingatkan perlunya MoU atau kesepakatan para Paslon, Bawaslu dan KPU untuk melaksanakan debat damai.

"Upaya ini diperlukan agar tidak lagi terjadi masalah seperti di UI. Aturan main pun harus dibuat secara jelas termasuk sanksi, agar jangan sampai ada provokasi yang berdampak luas. Apalagi dampaknya bukan hanya di lokasi debat, tetapi juga bisa meluas di luar," kata dia.

Teppy menambahkan pandangan yang lebih mendalam disampaikan perwakilan Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat yakni debat publik harus menjadi wajah Jawa Barat yang mencerminkan filosofi silih asah, silih asih, dan silih asuh.

"Tontonan ini harus menjadi tuntunan," kata dia.

Komisioner KPU Jabar Divisi Perencanaan dan Data, Ferdhiman Bariguna menyampaikan hal senada soal upaya antisipasi keamanan pada Debat Publik Ketiga Pilgub Jawa Barat 2018.

"Berkaca dari debat publik kedua di Balairung Universitas Indonesia Depok beberapa waktu yang lalu, kami selaku penyelenggara dituntut membenahi beberapa hal yang dianggap kurang," kata Ferdhiman Bariguna.

Ferdhiman mengatakan upaya antisipasi itu antara lain dilakukan melalui kerja sama yang lebih intensif antara KPU Jawa Barat dengan jajaran Polda dan Satpol PP Jawa Barat.

"Selain itu, juga mengurangi aktivitas yang mungkin bisa menimbulkan masalah," ujarnya.

Debat Pilgub Jabar putaran kedua pada 14 Mei 2018 di Balairung Kampus Universitas Indonesia, Depok berujung ricuh.

Keempat kandidat berupaya menggaet suara melalui program-program unggulannya. Mereka saling mengkritik program lawan, hingga berakhir ricuh di akhir acara debat.



Baca juga artikel terkait DEBAT PILGUB JABAR 2018 atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Politik)

Sumber: antara
Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora
DarkLight