Daya Beli Petani Turun, Pemerintah akan Bantu Sediakan Sentra Usaha

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 2 April 2019
Daya Beli Petani Turun 0,21 persen. Bappenas akan berusaha menyediakan sejumlah upaya untuk menahan laju penurunan, salah satunya menyediakan sentra usaha.
tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, terjadi penurunan daya beli petani sepanjang bulan Maret 2019.

Dibandingkan bulan sebelumnya, daya beli petani yang diukur melalui Nilai Tukar Petani (NTP) turun 0,21 persen atau kini berada di angka 102,73 untuk gabungan seluruh subsektor pertanian.

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas Arifin Rudiyanto mengatakan, pemerintah akan menyediakan sejumlah upaya untuk menahan laju penurunan itu. Salah satunya menyediakan sentra usaha untuk meringankan beban petani seperti harga alat produksi yang lebih terjangkau hingga membantu penjualan produk pertanian.

“Kami upayakan ada corporate agriculture. Kalau beli bahan baku bisa lebih murah dan kalau menjual ada posisi tawar lebih baik,” ucap Arifin kepada wartawan usai diskusi bertajuk “Regional Overview of Food Security and Nutrition” di Hotel Morrissey, Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Arifin mengatakan, sejalan dengan itu, pemerintah juga mengupayakan agar petani dapat berfokus pada komoditas dengan nilai ekonomi tinggi. Di sisi lain, ia mengatakan solusi lain juga ditempuh untuk meningkatkan produktivitas tiap lahan yang dikerjakan.

“Kami berupaya meningkatkan produksi pangan tapi menjaga pendapatan petani tetap meningkat. Jadi banyak hal dilakukan. Macam-macam pola dan upayanya,” ucap Arifin.

Menurut data BPS, NTP di hampir seluruh subsektor tanaman pertanian diberi indikator merah atau turun. Mulai dari Tanaman Pangan (NTPP), Peternakan (NTPT), Perikanan (NTNP) yang masih-masing turun sebamyak 1,33, 0,22, dan 0,41 persen.

Sementara itu, subsektor horikultura (NTPH) dan tanaman perkebunan rakyat (NTPR) naik 0,87 dan 0,70 persen. Membaiknya dua subsektor ini disebabkan membaiknya harga komoditas seperti bawang merah, karet, hingga kelapa sawit.


Baca juga artikel terkait PETANI atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno