Advertorial

Data Science UNPAR, Jawab Kebutuhan Talenta Digital

Penulis: Advertorial, tirto.id - 29 Jun 2021 21:37 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Survei IBM mencatat setidaknya ada kenaikan kebutuhan sebanyak 364.000 Data Scientist menjadi 2.720.000 di seluruh dunia di tahun 2020.
tirto.id - “Data itu sudah menjadi aset,” demikian urgensi data di masa kini yang dibutuhkan sektor industri yang semakin beragam. Kebutuhan industri terhadap tenaga ahli yang dapat menganalisis masalah dan menghasilkan insight jadi tren untuk menjawab kepentingan manusia di masa depan.

Kemampuan problem solving jadi hal mutlak yang dibutuhkan dalam berbagai aspek dan akan sangat membantu saat seseorang menganalisis masalah serta menemukan solusi yang efektif. Program peminatan Data Science pada Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) pun siap menghasilkan para tenaga Data Scientist untuk menjawab persoalan itu.

Ketua Prodi Teknik Informatika Mariskha Tri Adithia, SSi, MSc, PDEng mengatakan bahwa Data Science penting untuk dipelajari sejalan dibutuhkanya tenaga Data Scientist. Data Science adalah program peminatan yang dibuka sejak 2019 silam dengan tujuan mendekatkan kurikulum pengajaran dengan kebutuhan nyata pada industri.

Secara ringkas, program Data Science UNPAR menyiapkan lulusannya agar menguasai berbagai bidang ilmu, keahlia, dan keterampilan yang dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu keahlian substansi di bidang spesifik, matematika dan statistika, teknologi, pemrograman dan basis data, serta komunikasi dan visualisasi.

Secara ringkas, lulusan Program Data Science (data scientist) harus menguasai beberapa bidang ilmu, keahlian dan keterampilan yang dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu: keahlian substansi di bidang yang spesifik; matematika dan statistika; teknologi; pemrograman dan basisdata; serta komunikasi dan visualisasi.

“Data Science pada dasarnya adalah gabungan beberapa bidang ilmu yang tujuannya adalah mendapatkan insight dari data. Insight yang dimaksud yaitu mendapatkan berbagai informasi, kesimpulan, dan pemanfaatannya dari data. Kalau di bidang bisnis, kita bisa menentukan strategi ke depan berdasarkan data yang valid,” tutur Mariskha, Senin (21/6/2021).


Topik-topik mata kuliah pada program Data Science dirancang untuk membekali lulusannya dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk memproses, menganalisis, dan mempresentasikan hasil analisis dari Big Data. Teknologi, bahasa pemrograman dan tools yang digunakan, dipilih berdasarkan survei terhadap para praktisi Data Science di industri dan diterapkan selama pembelajaran pada tiap mata kuliah. Dengan begitu, diharapkan lulusan program Data Science UNPAR mampu membiasakan diri dengan lingkungan pengembangan yang digunakan di industri.

“Strategi dasar kami tentunya beri fondasi yang bagus. Berbagai teknik analisis data harus dikuasai, mulai dari statisitika, penambangan data, pengantar sistem cerdas, machine learning, dan business intelligence pun harus bagus. Juga penting adalah kebaruan kurikulum dan teknologi. Misalnya tools terbaru, platform paling banyak dipakai, bahasa pemrograman. Itu yang harus kita kejar, agar waktu lulus, mahasiswa itu siap paling tidak dengan segala bekal yang kami beri,” ucapnya.

Kurikulum Data Science UNPAR juga dirancang untuk mempersiapkan lulusannya mengambil sertifikasi internasional dengan membuka mata kuliah dimana mahasiswa dapat mengikuti proses sertifikasi Data Science. Contoh sertifikasi yang dapat diambil di antaranya adalah IBM Professional Data Science Certificate dan Google Cloud Platform Big Data and Machine Learning Fundamentals.

“Kami juga integrasikan pembelajaran itu dengan sertifikasi sehingga saat mahasiswa lulus, paling tidak punya sertifikasi tersebut,” katanya.

Jika berbicara keunggulan, maka program Data Science UNPAR menjamin kurikulum dan sistem pembelajarannya sesuai dengan kebutuhan industri sebagai Data Scientist pada masalah-masalah yang terkait dengan Big Data. Selanjutnya, sejalan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), bobot program magang yang cukup besar. Kerja sama yang dijalin dengan berbagai perusahaan maupun startup jadi peluang lain yang diberikan kepada mahasiswa magang.

Peluang Karier



Dosen Data Science UNPAR Dr. Ir. Veronica Sri Moertini, MT mengungkapkan bahwa kebutuhan Data Scientist di Indonesia sangat besar. Survei IBM mencatat setidaknya ada kenaikan kebutuhan sebanyak 364.000 Data Scientist menjadi 2.720.000 di seluruh dunia di tahun 2020. Di sisi lain, hasil survei Price Waterhouse Cooper (PwC) 2019 menunjukkan adanya kesenjangan antara ketersediaan sumber daya manusia dengan kebutuhan kemampuan yang kompleks atau skill set. Kondisi tersebut tentunya menjadi tantangan untuk pemenuhan ketersediaan talenta mumpuni di Indonesia.

Dipaparkan lebih lanjut dalam Buku Pengantar Data Science dan Aplikasinya bagi Pemula, pada laporan Global Skills Index 2020 yang diterbitkan oleh Coursera (penyelenggara kursus daring global), untuk bidang Data Science Indonesia ditempatkan pada posisi lagging atau tertinggal. Dari 60 negara di benua Amerika, Eropa, Asia, Afrika, dan Australia yang ditelaah, Indonesia berada di posisi 56. Untuk mengejar ketertinggalan, sudah tentu penyiapan sumber daya manusia (SDM) di bidang Data Science diperlukan.

“Jika kita berpegangan pada sejumlah lembaga yang sudah melakukan survei, artinya peluang lulusan Data Science sangat menjanjikan untuk ke depannya, mengingat Indonesia masih kekurangan Data Scientist. Era kini, bidang apa yang tidak menghasilkan data di dunia yang serba digital ini? Semua bidang akan makin memilii aset berupa data dan itu tentunya memerlukan tenaga ahli yang menguasai hal itu,” ujarnya.

Veronica mengatakan, program Data Science UNPAR memiliki kompetensi mumpuni untuk mengarahkan lulusannya menjadi Data Scientist, profesi yang menjanjikan di masa depan. Data kini tak sekadar kumpulan informasi belaka, program Data Science UNPAR siap mengambil peran dan menjawab kebutuhan akan talenta digital.

“Data Scientist bisa bekerja dimana saja dengan peluang karier di berbagai bidang. Mengapa harus UNPAR? Karena kami memiliki kurikulum yang memang fokus tujuannya adalah menyiapkan lulusan Data Science UNPAR menjadi Data Scientist sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan,” tutur Veronica.

Jalur UTBK


Sementara itu, UNPAR membuka jalur penerimaan mahasiswa baru melalui jalur UTBK, bagi para siswa/i yang mengikuti seleksi SBMPTN tahun 2021 dan memiliki nilai UTBK. Seleksi masuk ini dibuka untuk semua program studi dan program peminatan S1 dan DIII. https://pmb.unpar.ac.id/menu/penerimaan_khusus

Jalur pendaftaran UTBK dibuka dalam kurun waktu 15 Juni – 15 Juli 2021. Para siswa/I dapat memilih 3 pilihan program studi. Namun Program Studi Manajemen, Ilmu Hukum,Ilmu Hubungan Internasional, dan Arsitektur tidak dapat dijadikan pilihan ke-3. Selain jalur UTBK, jalur Ujian Saringan Masuk (USM) 3 pun masih dibuka hingga 29 Juni 2021. []
(tirto.id - Hard News)

Penulis: Advertorial
Editor: Advertorial

DarkLight