Data 25 Nama Korban Tewas Kecelakaan Bus Sriwijaya di Pagaralam

Oleh: Addi M Idhom - 24 Desember 2019
Dibaca Normal 2 menit
Jumlah korban tewas kecelakaan Bus Sriwijaya di Pagaralam bertambah menjadi 27. Bus Sriwijaya itu terperosok masuk jurang pada Senin tengah malam kemarin.
tirto.id - Kecelakaan Bus Sriwijaya di Pagaralam mengakibatkan banyak penumpang menjadi korban tewas. Angka jumlah penumpang bus nahas tersebut belum dipastikan, tapi diperkirakan mencapai 40 orang.

Bus Sriwijaya tujuan Bengkulu-Palembang tersebut terperosok masuk jurang di liku Lematang, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, pada Senin tengah malam, 23 Desember 2019.

Kendaraan jenis Mitsubishi Fuso dengan Pelat Nomor Polisi BD 7031 AU dan melakukan perjalanan rute Bengkulu - Palembang tersebut masuk ke jurang pada sekitar pukul 23.15 WIB, Senin malam.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan kementeriannya dan kepolisian akan bekerja sama untuk menyelidiki penyebab kecelakaan maut itu. Dia menegaskan kecelakaan ini menunjukkan bahwa aspek keamanan harus menjadi perhatian utama seluruh penyedia sarana transportasi umum.

"Kami bersama kepolisian akan berusaha mencari tahu, apakah ini karena kesalahan manusia atau faktor yang lain," kata Budi seperti disiarkan Antara, pada Selasa (24/12/2019).

Proses evakuasi Bus Sriwijaya di Pagaralam dan para korban kecelakaan maut tersebut masih berlangsung hingga Selasa (24/12/2019). Puluhan korban tewas maupun luka dibawa ke Rumah Sakit Basemah, Pagaralam.

Sebelumnya, pada Selasa siang, jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 26 jiwa dan yang teridentifikasi ada 16 orang. Namun, berdasarkan laporan Antara, pada Selasa sore, jumlah korban tewas bertambah menjadi 27. Lalu, korban tewas yang sudah diketahui identitasnya sebanyak 25 jenazah.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Palembang, Benteng Telau mengatakan salah korban tewas yang baru ditemukan sekitar pukul 15.15 WIB merupakan anak-anak. Korban ini juga telah dibawa ke RS Basemah.

"Korban bernama Rayhan Gani berusia tiga tahun dan berjenis kelamin laki-laki, alamatnya di Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang, Sumsel," ujar Benteng.

Dengan demikian, jumlah penumpang Bus Sriwijaya yang sudah terdata mencapai 40 orang karena data korban yang mengalami luka-luka atau selamat mencapai 13 jiwa. Semula, jumlah penumpang bus ini diduga 37 orang.

Berdasarkan data RS Besemah, berikut daftar nama penumpang korban tewas kecelakaan Bus Sriwijaya di Kota Pagaralam:

1. Kelvin Andeka (16) laki-laki, alamat Desa Kepahiyang Bengkulu
2. Fadhil (10) laki-laki, alamat Desa Maryo Mulyo, Pondok Kota Bengkulu Tengah
3. Feri Efrizal (34) laki-laki, alamat Perumahan Yasea Damai A1 Nomor 1 Sako Kenten Palembang
4. Ulul, perempuan, alamat Perajen Kecamatan Banyuasin I, Sumsel
5. Ayu Intan (9) perempuan, alamat Traman Jaya Muko-muko Bengkulu
6. Efran Fadhil Akbar, laki-laki, alamat Kepahiyang Bengkulu
7. M. Ikbal Prabowo, laki-laki, alamat Perajen Kecamatan Banyuasin I, Sumsel
8. Metriani Andeka, laki-laki, alamat Kepahiyang Bengkulu
9. Ali Jaya (53) laki-laki, alamat Jalan Gandaria, Bengkulu
10. Ilyas (69) laki-laki, alamat Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, Sumsel
11. Jimmy Yuda Sanjaya, laki-laki alamat Empat Lawang, Sumsel
12. Warsono (62) laki-laki, alamat Jalan Sabar Jaya, Banyuasin, Sumsel
13. Imron (59) laki-laki, alamat Jalan Enggano, Kelurahan Pasar Bengkulu
14. Rosita (50) perempuan, alamat Jalan Sriwijaya
15. Feri (48) laki-laki, alamat Belakang Pondok Kecamatan Batu Samban, Bengkulu
16. Yasiroh, perempuan, alamat belum diketahui
17. Farel (anak-anak) laki-laki, alamat belum diketahui
18. Riski Saputra (16) laki-laki, alamat Kabupaten Muara Enim, Sumsel
19. Sonia (17) perempuan, alamat Kabupaten Muara Enim
20. Okti Karuswiati (35) perempuan, Jalan Kuala Lempuing Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu
21. Rahmat Hidayat, laki-laki, alamat Desa Air Kelinsar Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, Sumsel
22. Nanik, perempuan, Desa Air Kelinsar Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang, Sumsel
23. Melia Saparia, perempuan, alamat Palembang (pesantren)
24. Dwi Sunaryo (56) laki-laki, alamat Bengkulu Tengah
25. Rayhan Ghani (3) laki-laki, alamat Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang, Sumsel
26. Dua korban tewas lainnya belum diketahui identitasnya.

Adapun daftar nama 13 korban selamat atau luka-luka dalam kecelakaan ini adalah:

1. Basarudin (43) alamat Desa Semarang Kecamatan Tanjung Serut, Kota Bengkulu.
2. Hepriadi (31) alamat Desa Salak Tiga Kecamatan Panorama Kota Bengkulu.
3. Hasanah (52) alamat Tanjung Suko Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan ilir, Sumsel.
4. Sukiyem (43) alamat Desa Lubuk Selandak Kecamatan Terambang Jaya Kota Prabumulih.
5. Aisyah Awaliah Putri (9) alamat Jalan Salak Kota Bengkulu.
6. Ariri (14) alamat Desa Perajin Kabupaten Banyuasin.
7. Lukman (43) alamat Jalan Budi Utomo Kelurahan Sungai Hitam Kecamatan Muara Bangka Hulu Kota Bengkulu.
8. Aldi (18) alamat Desa Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel.
9. Riduan (44) alamat Desa Kinono Sari Kelurahan Banjar Sari Kabupaten Enggano Bengkulu Utara.
10. Darusalam (35) alamat Desa Sakatiga Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel.
11. Riki (25) alamat Desa Kemang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.
12. Haris Krisyanto (19) alamat Desa Alas Bangun Kecamatan Pinang Raya Bengkulu Utara.
13. Khadijah (68) alamat Perumnas Baru Blok A2 Kabupaten Bengkulu.

Hingga Selasa sotre, Tim SAR gabungan masih menyisir aliran Sungai Lematang hingga radius 500 meter, yang menjadi lokasi terperosoknya Bus Sriwijaya.

Lokasi kecelakaan maut Bus Sriwijaya di Liku Lematang, Desa Plang Kenidai, Pagaralam selama ini dikenal rawan lantaran topografi jalanan di kawasan ini cenderung menurun dan berbelok.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriyadi mengatakan di lokasi ini sering terjadi kecelakaan berdasarkan laporan yang kerap masuk ke polsek setempat.

"Tapi itulah satu-satunya jalur yang bisa dilintasi kalau lewat Pagaralam," ujar Supriyadi.

Oleh karena itu, dia mengimbau, jika memang terdapat jalur alternatif lain dari Palembang ke Bengkulu di Kota Pagaralam, pengendara lebih baik tidak melewati jalur Liku Lematang.


Baca juga artikel terkait KECELAKAAN BUS atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH
DarkLight