Darah Tinggi: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

Oleh: Balqis Fallahnda - 31 Agustus 2020
Dibaca Normal 1 menit
Tekanan darah ditentukan baik oleh jumlah darah yang dipompa jantung dan jumlah resistensi terhadap aliran darah di arteri.
tirto.id - Tekanan darah tinggi adalah kondisi umum saat kekuatan jangka panjang darah ke dinding arteri cukup tinggi sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti penyakit jantung.

Tekanan darah ditentukan baik oleh jumlah darah yang dipompa jantung dan jumlah resistensi terhadap aliran darah di arteri.

Semakin banyak darah yang dipompa jantung dan semakin sempit arteri, maka akan semakin tinggi tekanan darah.

Sebagian orang bisa mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) selama bertahun-tahun tanpa gejala apapun.

Meski tanpa gejala, kerusakan pembuluh darah dan jantung terus berlanjut dan dapat dideteksi. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol meningkatkan risiko masalah kesehatan yang serius, termasuk serangan jantung dan stroke.

Tekanan darah tinggi umumnya berkembang selama bertahun-tahun, dan pada akhirnya mempengaruhi hampir semua orang.

Untungnya, tekanan darah tinggi dapat dengan mudah dideteksi. Dengan begitu, tekanan darah dapat dikendalikan, demikian dilaporakan Mayoclinic.

Penyebab tekanan darah tinggi


Tidak selalu jelas apa yang menyebabkan tekanan darah tinggi, tetapi hal-hal tertentu dapat meningkatkan risiko.

Berikut sejumlah hal yang dapat meningkatkan risiko penyebab tekanan darah tinggi melansir laman United Kingdom National Health Service (NHS).
    • Berusia di atas 65 tahun
    • Kelebihan berat badan
    • Keturunan Afrika atau Karibia
    • Memiliki kerabat dengan tekanan darah tinggi
    • Makan terlalu banyak garam dan tidak cukup makan buah dan sayuran
    • Tidak cukup berolahraga
    • Minum terlalu banyak alkohol atau kopi (atau minuman berbasis kafein lainnya)
    • Merokok
    • Tidur tidak cukup atau mengalami gangguan tidur


Gejala tekanan darah tinggi


Healthline melaporakan hipertensi umumnya merupakan kondisi diam, sehingga banyak orang tidak akan mengalami gejala apa pun, ini mengapa penyakit ini juga dijuluki dengan sebutan “silent killer”.

Mungkin perlu waktu bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun agar kondisi mencapai tingkat yang cukup parah sehingga gejalanya menjadi jelas.

Meski begitu, gejala ini mungkin dikaitkan dengan masalah lain. Gejala hipertensi berat bisa meliput:
    • Sakit kepala
    • Sesak napas
    • Mimisan
    • Muka merah
    • Pusing
    • Nyeri dada
    • Perubahan visual
    • Darah dalam urin
Gejala ini membutuhkan perhatian medis segera. Mereka tidak terjadi pada semua orang dengan hipertensi, tetapi menunggu gejala kondisi ini muncul bisa berakibat fatal.

Cara terbaik untuk mengetahui apakah seseorang menderita hipertensi adalah dengan melakukan cek tekanan darah secara teratur.

Cara mengatasi tekanan darah tinggi


Banyak penderita tekanan darah tinggi dapat menurunkan tekanan darahnya ke kisaran yang sehat atau mempertahankan tekanan darah dalam kisaran yang sehat dengan melakukan perubahan gaya hidup.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan mencegah tekanan darah tinggi melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
    • Melakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit setiap minggu (sekitar 30 menit sehari, 5 hari seminggu)
    • Tidak merokok
    • Makan makanan yang sehat, termasuk membatasi natrium (garam) dan alkohol
    • Menjaga berat badan yang sehat
    • Mengelola stres
Selain melakukan perubahan gaya hidup yang positif, sebagian penderita tekanan darah tinggi perlu minum obat untuk mengatur tekanan darahnya.

Konsultasikan dengan dokter tentang obat yang tepat untuk mengatasi tekanan darah tinggi.

Dengan melakukan tindakan untuk menurunkan tekanan darah, dapat membantu melindungi diri dari penyakit jantung dan stroke, yang terkadang disebut penyakit kardiovaskular (CVD).


Baca juga artikel terkait DARAH TINGGI atau tulisan menarik lainnya Balqis Fallahnda
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight