Disertasi Seks Nonnikah

Dampak Psikologis Hubungan Seks di Luar Nikah

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 3 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Dampak hubungan seksual di luar nikah menurut psikolog UGM, mulai dari perasaan bersalah hingga potensi terjadinya perselingkuhan saat sudah menikah.
tirto.id - Hubungan seks yang dilakukan sebelum menikah atau seks di luar nikah masih menjadi kontroversi di Indonesia.

Sebelumnya disertasi Abdul Aziz, mahasiswa Doktoral Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berjudul 'Konsep Milk Al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmarital' menjadi kontroversi.

Beberapa media membuat berita dengan judul, di antaranya, "Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga: Seks di Luar Nikah Tak Langgar Syariat"; "Seks di Luar Nikah Tak Langgar Syariat Jadi Isi Disertasi Mahasiswa UIN".

Menurut Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Koentjoro hubungan seksual yang dilakukan sebelum menikah memiliki berbagai resiko.

1. Akan timbul guilty feeling

"Jika dia masih memegang nilai-nilai agama yang kuat maka akan timbul guilty feeling dan merasa sangat berdosa," ujar Koentjoro.

Menurut Koentjoro guilty feeling dan merasa sangat berdosa akan muncul karena dalam agama hubungan seksual sebelum menikah dianggap sebagai salah satu dosa besar yang tidak boleh dilakukan.

2. Ketergantungan secara emosi dan seksual

Koentjoro menambahkan selain timbul guilty feeling biasanya juga akan terjadi ketergantungan secara emosi dan seksual dengan pasangannya. Apalagi jika hubungan seksual ini terjadi bagi mereka yang baru pertama kali melakukan aktivitas seksual.

"Ketergantungan emosi ini biasanya jadi lebih cemburuan sama pasangannya, apalagi kalau perempuannya masih virgin dan sebelum melakukan hubungan dibujuk rayu dulu, enggak gampang dapatnya," kata Koentjoro.

Sementara untuk ketergantungan secara seksual menurut Koentjoro karena seks itu normatif, subjektif jadi orang lain tidak boleh tahu. Sehingga saat melalukan hubungan seksual akan selalu tergantung pada pasangannya.

3. Berpotensi terjadinya kekerasan dalam pacaran

Koentjoro juga menjelaskan hubungan seksual yang dilakukan sebelum menikah juga akan memicu terjadinya kekerasan dalam pacaran. Koentjoro mencontohkan, jika pasangannya menjadi lebih tergantung secara emosi maka akan timbul perasaan cemburu yang lebih besar sehingga akan memicu pertengkaran.

Selain itu, kekerasan dalam pacaran ini juga bisa terjadi bukan hanya secara psikis namun juga bisa secara seksual. Misal saat pasangannya menolak melakukan hubungan seksual sementara yang satunya sangat menginginkan maka bisa terjadi pemaksaan yang memicu kekerasan lain.

Hubungan seksual yang dilakukan tanpa pemahaman soal kesehatan reproduksi juga bisa mengakibatkan kehamilan tidak direncanakan yang itu bisa memicu masalah lain yang lebih kompleks. Apalagi jika meraka belum siap untuk berumah tangga dan memiliki anak.

4. Potensi terjadinya perselingkuhan saat sudah menikah

Koentjoro juga mengatakan bahwa saat nanti menikah, pasangan yang sebelumnya sudah melakukan hubungan seksual pranikah ada potensi dan kecenderungan untuk selingkuh.

"Feeling exciting akan beda saat sudah nikah, karena adrenalinnya sudah beda kan sudah enggak ngumpet-ngumpet lagi jadi ada potensi untuk selingkuh biar ada tantangan yang berbeda," pungkas Koentjoro.









Baca juga artikel terkait SEKS PRANIKAH atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight