Menuju konten utama

Dampak Perubahan Iklim Terhadap Sektor Pertanian di Indonesia

Dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian Indonesia bersifat multidimensional dan dapat mengancam ketahanan pangan.

Dampak Perubahan Iklim Terhadap Sektor Pertanian di Indonesia
Ilustrasi perubahan Iklim. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Pertanian termasuk salah satu sektor di Indonesia yang terancam dampak perubahan iklim paling serius. Dampak lanjutannya pun tidak bisa diabaikan karena akan mengancam ketahanan pangan.

Dikutip dari laman resmi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), perubahan iklim memicu peningkatan suhu di bumi dari waktu ke waktu. Akibatnya, pola cuaca dan keseimbangan alam terganggu.

Meskipun ada pengaruh faktor alam, perubahan iklim lebih dominan dipengaruhi oleh ulah manusia yang memicu pemanasan global. Penebangan hutan secara liar dan tidak terkendali, penggunaan gas freon dan pestisida kimia secara berlebihan, pencemaran udara oleh pabrik maupun kendaraan bermotor, merupakan sebagian dari aktivitas manusia yang diyakini memicu perubahan iklim.

Setidaknya sejak tahun 1800-an, suhu bumi terus meningkat hingga kini. Pemanasan global yang terus berlanjut itu diiringi dengan fenomena perubahan iklim. Saat ini saja, banyak negara sudah menerima dampak serius dari munculnya gelombang panas hingga bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh perubahan iklim.

Konsekuensi perubahan iklim semakin jelas terlihat di banyak wilayah. Bencana kebakaran hutan, kekeringan panjang, kelangkaan air, naiknya permukaan laut yang dibarengi abrasi hebat, banjir meluas, badai besar semakin sering terjadi adalah sebagian contoh dari dampak perubahan iklim. Pencairan es kutub akibat pemanasan global pun semakin memperparah efek perubahan iklim.

Dampak Perubahan Iklim terhadap Pertanian Indonesia

Mengutip buku Adaptasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian (2011) terbitan Kementerian Pertanian RI, pengaruh perubahan iklim terhadap sektor pertanian bersifat multidimensional. Dampak dari perubahan iklim itu terkait dengan aspek sumber daya, infrastruktur pertanian, sistem produksi pertanian, aspek ketahanan dan kemandirian pangan, hingga kesejahteraan petani.

Berikut ini beberapa dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian Indonesia, seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Meningkatnya kejadian cuaca dan iklim ekstrim

Anomali iklim dan cuaca yang semakin sering terjadi merupakan fenomena nyata telah terjadinya perubahan iklim. Beberapa dasawarsa lalu, pergantian musim dapat diprediksi dengan menghitung bulan setiap tahunnya. Namun, sekarang ini, kondisi telah berubah.

Musim penghujan dan kemarau semakin sulit untuk diprediksi. Ditambah lagi dengan fenomena el nino dan la nina yang memengaruhi siklus iklim. Hal itu, meningkatkan terjadinya ancaman banjir, tanah longsor, dan kekeringan.

Akibat lainnya, terjadi pergeseran jadwal tanam berbagai komoditi pertanian dan meningkatkan resiko gagal panen (puso).

2. Tingginya ancaman banjir

Banjir yang semakin sering terjadi di lahan sawah merupakan salah satu dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian. Banjir menyebabkan berkurangnya luas areal panen dan produksi padi.

3. Meningkatnya serangan hama

Secara tidak langsung, peningkatan intensitas banjir memengaruhi produksi karena meningkatnya serangan hama dan penyakit tanaman. Banjir menimbulkan serangan hama keong dan berpeluang mengalami ledakan serangan hama wereng cokelat.

4. Menurunnya kesuburan tanah

Perubahan iklim mengakibatkan tingkat kesuburan tanah semakin menurun dari waktu ke waktu. Akibat dari hal tersebut, terjadi penurunan kualitas, kesuburan dan daya dukung lahan. Akhirnya produktivitas hasil pertanian juga ikut menurun.

Baca juga artikel terkait PERUBAHAN IKLIM atau tulisan lainnya dari Umi Zuhriyah

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Umi Zuhriyah
Penulis: Umi Zuhriyah
Editor: Addi M Idhom