Menuju konten utama

Dampak Pemanasan Global Bagi Makhluk Hidup dan Lingkungan Bumi

Dampak pemanasan global bagi makhluk hidup dan lingkungan di bumi adalah sebagai berikut.

Dampak Pemanasan Global Bagi Makhluk Hidup dan Lingkungan Bumi
Ilustrasi perubahan Iklim dan pemanasan global. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Dampak pemanasan global terhadap makhluk hidup dan lingkungan semakin sering terjadi dewasa ini. Contoh ekstrem dampak pemanasan global adalah kebakaran hutan meluas, kekeringan yang berkepanjangan, perubahan musim tidak menentu, hingga semakin seringnya badai besar muncul.

Dampak pemanasan global yang jauh lebih berbahaya bagi makhluk hidup dan lingkungan adalah semakin banyaknya pencairan es di kutub bumi. Mayoritas ahli sepakat, pencairan es di kutub bisa memicu kekacauan iklim, mengerek tinggi muka air laut yang menenggelamkan banyak pesisir dan pulau kecil, menyusutkan cadangan air minum, hingga mempercepat laju pemanasan global.

Pemanasan global atau global warming adalah fenomena peningkatan suhu rata-rata di bumi. Suhu bumi diketahui terus meningkat sejak pencatatan terhadapnya mulai dilakukan pada tahun 1880.

Meskipun ada peran alam yang berpengaruh, mengutip Livescience, penyebab pemanasan global di era modern lebih didominasi oleh aktivitas manusia. Misalnya, pembakaran bahan bakar fosil telah melepaskan gas rumah kaca ke atmosfer bumi lebih banyak daripada masa pramodern. Akibatnya, lebih banyak panas matahari terserap ke atmosfer dan memicu kenaikan suhu di bumi.

Gas rumah kaca terdiri atas semua jenis senyawa gas yang mampu menyerap radiasi inframerah, sehingga saat keberadaannya meningkat, akan lebih banyak pula panas matahari terperangkap di bawah atmosfer bumi. Contoh gas rumah kaca adalah karbon dioksida (CO2), metana (CH4), freon (SF6, HFC dan PFC), dan nitrogen dioksida (N2O).

Data dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), badan ilmiah milik pemerintah AS, menunjukkan bahwa selama periode 1880-1980, suhu bumi rata-rata meningkat 0,08 derajat celcius per 1 dekade.

Namun, sejak 1981, peningkatan suhu bumi naik lebih tinggi menjadi rata-rata 0,18 derajat celcius per 10 tahun. Akibatnya, pada 2021 yang menjadi tahun terpanas keenam di catatan NOAA, suhu rata-rata permukaan bumi mencapai 0,84 derajat celcius, lebih tinggi dari rerata di abad 20.

Dampak Pemanasan Global Bagi Makhluk Hidup di Bumi

Pemanasan global tidak hanya berdampak pada kehidupan manusia. Seluruh makhluk hidup yang ada di bumi juga ikut merasakan dampaknya.

Berikut ini beberapa dampak pemanasan global terhadap makhluk hidup di bumi:

1. Punahnya spesies

Banyak flora dan fauna tidak akan bisa bertahan apabila ada perubahan drastis di habitat tempat tinggal mereka. Perubahan drastis itu bisa terjadi karena perubahan cuaca berlangsung ekstrem dan berkurangnya sumber pangan. Punahnya berbagai spesies hingga organisme pun akan sangat memengaruhi ekosistem dan rantai makanan, hingga pada ujungnya mengancam hidup manusia.

2. Coral bleaching

Mengutip laman WWF Australia, coral bleaching terparah terjadi pada 2016 yang menghancurkan lebih dari sepertiga dari Great Barrier Reef di Australia. Coral bleaching merupakan keadaan saat warna batu karang memudar menjadi putih seluruhnya yang lama kelamaan akan mengakibatkan kematian karang. Fenomena ini bisa berdampak besar bagi ekosistem makhluk hidup di laut.

3. Wabah penyakit meningkat

Naiknya suhu bumi dan curah hujan yang tinggi membuat penyebaran penyakit lebih cepat seperti malaria, kolera, dan demam berdarah. Penyakit infeksi yang awalnya hanya menyerang hewan pun memiliki kemungkinan untuk menyerang manusia saat ada cuaca ekstrem.

4. Manusia mudah terserang penyakit

Karena lapisan ozon yang menipis, sinar ultra violet lebih banyak masuk ke permukaan bumi dan hal itu dapat mengakibatkan suhu planet kita meningkat. Saat bumi semakin panas, manusia pun menjadi lebih mudah terserang penyakit karena imun tubuh berkurang. Cuaca terlalu panas bisa menyebabkan dehidrasi, stres, serangan jantung, stroke, penyakit ginjal, dan lain sebagainya.

5. Kekurangan pangan dan air

Berdasarkan penjelasan di laman resmi PBB, pemanasan global telah memperburuk kekurangan air di wilayah yang sudah lama mengalami kesulitan air. Pemanasan global sekaligus memperluas area lahan pertanian yang rusak akibat kekeringan panjang. Kekeringan pun meningkatkan kerentanan eksosistem tempat hidup banyak makhluk hidup.

Tidak hanya itu, kekeringan ekstrem juga bisa memicu badai pasir dan debu destruktif yang dapat memindahkan miliaran ton pasir yang bahkan melintasi wilayah benua. Area gurun makin meluas, lokasi penyimpan cadangan air berkurang, dan lahan untuk pertanian terus menyusut merupakan fenomena yang sedang terjadi.

Akibatnya, banyak penduduk di sejumlah wilayah saat ini menghadapi ancaman kekuarangan air dan pangan secara berkala.

Dampak Pemanasan Global terhadap Lingkungan di Bumi

Temperatur bumi pernah naik sekitar 1 derajat celcius dalam satu dekade terakhir, yakni di tahun 2016 dan 2020. Namun angka sekecil itu sebenarnya memiliki dampak besar bagi bumi.

Berikut sejumlah dampak dari pemanasan global terhadap lingkungan:

1. Perubahan iklim yang ekstrem

Pemanasan global mengakibatkan hari-hari menjadi lebih panas di sejumlah wilayah, kekeringan berkepanjangan, banjir, hingga cuaca ekstrem. Fenomena bencana iklim ini bisa berdampak pada berkurangnya kualitas dan kuantitas air, udara, tanah, dan kemerosotan kondisi lingkungan bumi.

2. Meningkatnya permukaan air laut

Peningkatan suhu bumi dapat membuat es di kutub utara dan selatan mencair sehingga volume air laut meningkat. Saat permukaan air laut meninggi, banyak wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil akan tenggelam. Fenomena lenyapnya kawasan pesisir akibat abrasi secara bertahap sudah terjadi di pantai utara Jawa, terutama di Jawa Tengah.

3. Gas rumah kaca meningkat

Dikutip dari laman Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian LHK RI, salah satu penyebab utama peningkatan gas rumah kaca adalah penurunan kualitas dan kuantitas hutan. Kondisi akan lebih parah jika pembakaran bahan bakar fosil tidak kunjung dikurangi.

Pohon-pohon di hutan berperan sebagai penyedia oksigen. Saat banyak area hutan lenyap akibat dibabat atau kebakaran, penyerapan karbondioksida pun menjadi berkurang. Akibatnya, jumlah gas rumah kaca di bumi semakin meningkat dan memicu peningkatan temperatur, kekacauan iklim, dan bencana-bencana alam lainnya.

4. Badai Besar Sering Muncul

Pemanasan global meningkatkan suhu planet bumi, dan kemudian memicu kekacauan iklim yang melahirkan bencana. Salah satu bencana yang kini semakin sering terjadi adalah badai siklon di laut. Badai seperti ini biasa hadir dalam skala besar dan saat mendekati daratan akan memicu hujan ekstrem, banjir, angin kencang, dan longsor yang merusak lingkungan kehidupan manusia.

5. Banyak Bencana Hidrometeorologi Terjadi

Data BNPB menunjukkan di Indonesia, berdasarkan data dari BNPB, selama Januari-Oktober 2022 tercatat ada 2.929 kejadian bencana. Mayoritas adalah bencana hidrometeorologi.

Dari jumlah itu, 1.196 bencana berupa banjir, 914 cuaca ekstrem, 532 kali longsor, 240 kebakaran hutan dan lahan, 21 kejadian gelombang pasang dan abrasi, serta 4 peristiwa kekeringan.

Mayoritas bencana alam di Indonesia pada tahun ini merupakan dampak secara langsung maupun tidak langsung dari fenomena pemanasan global. Tak hanya mengancam nyawa manusia, bencana-bencana Hidrometeorologi itu juga bisa memicu kerugian besar sekaligus merusak lingkungan.

Baca juga artikel terkait EDUKASI DAN AGAMA atau tulisan lainnya dari Yasinta Arum Rismawati

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Yasinta Arum Rismawati
Penulis: Yasinta Arum Rismawati
Editor: Addi M Idhom