Daging Ayam, Cabai dan Tiket Pesawat Sumbang Inflasi November 2020

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 1 Desember 2020
Dibaca Normal 1 menit
BPS menyatakan inflasi November 2020 mencapai 0,28 persen, penyumbangnya dari kelompok makanan dan transportasi.
tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan inflasi November 2020 mencapai 0,28 persen. Inflasi November 2020 ini utamanya disebabkan oleh kelompok makanan dan transportasi.

“Daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah dan bawang merah. Angkutan udara mengalami peningkatan,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Setianto dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020).

Di kelompok makanan, minuman, tembakau terjadi inflasi 2,1 persen dengan andil 0,22 persen. Komoditas yang dominan menyumbang inflasi adalah daging ayam ras dengan andil 0,08 persen. Lalu ada telur ayam ras dan cabai merah masing-masing 0,04 persen serta bawang merah dengan andil 0,03 persen. Sisanya, tomat, bawang putih, cabai rawit, minyak goreng masing-masing 0,01 persen.

Selama November 2020 ini, dua komoditas mengalami deflasi. Dua komoditas ini adalah beras dan daging sapi masing-masing 0,01 persen.

“Ini ada pengaruh faktor musim tanaman palawija terkait musim penghujan biasanya produksinya lebih rendah dari kemarau,” ucap Setianto.

Kelompok transportasi mengalami inflasi 0,30 persen dengan andil 0,04 persen yang merupakan tertinggi kedua setelah bahan makanan. BPS mencatat kenaikan harga tiket angkutan udara menjadi pemberi andil utama senilai 0,03 persen.

Selanjutnya kelompok lainnya juga kompak mengalami inflasi. Kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,32 persen dengan andil 0,01 persen. Pakaian dan alas kaki mengalami inflasi 0,14 persen dengan andil 0,01 persen.

Selanjutnya, ada pendidikan yang mengalami inflasi 0,12 persen dengan andil 0,01 persen. Penyumbang inflasi pendidikan adalah kenaikan harga biaya kursus. Terakhir ada inflasi penyediaan makanan dan minuman/restoran dengan inflasi 0,11 persen dengan andil 0,01 persen.

Meski demikian, dua kelompok lainnya mengalami deflasi. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi 0,23 persen dengan andil 0,01 persen. Penyebabnya adalah penurunan harga emas dengan andil 0,2 persen.

Selanjutnya kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi 0,04 persen dengan andil 0,01 persen. Penyebabnya, penurunan tarif listrik pascabayar.


Baca juga artikel terkait INFLASI 2020 atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri
DarkLight