Daftar Wisata Alam di Ubud: Monkey Forest Hingga Bali Taman Safari

Oleh: Febri Eka Pambudi - 24 Oktober 2019
Dibaca Normal 2 menit
Daftar wisata alam di Ubud dan sekitarnya yang menarik untuk dikunjungi saat liburan
tirto.id - Ubud, desa wisata yang terletak di Kabupaten Gianyar Bali menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun asing. Hal ini dikarenakan terkenal akan wisata alamnya yang terletak di antara sawah dan hutan.m

Menurut laman pemerintah Kabupaten Gianyar, daerah Ubud memiliki banyak wisata alam yang masih asri dan merupakan daerah seni dan budaya yang ada di masyarakatnya.

Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa galeri seni, serta arena pertunjukan musik dan tari, yang digunakan masyarakat sekitar atau wisatawan untuk beraktivitas seni.

Berikut ini daftar wisata alam di Ubud dan sekitarnya yang menarik untuk dikunjungi saat liburan, menurut laman resmi pemerintah kabupaten.

1. Monkey Forest/Hutan Monyet Suci.

Hutan ini menampung sekitar 605 monyet Maca Pemakan Kepiting (Macaca fascicularis) sejumlah 39 jantan dewasa, 38 jantan remaja, 194 betina dewasa, 243 remaja dan 91 bayi, berdasarkan data terakhir dalam resmi pada 2011.

Terdapat empat kelompok monyet yang masing-masing menempati wilayah berbeda di taman hutan dengan luas sekitar 10ha/27 hektar dengan 115 spesies pohon yang ada di dalamnya.

Hal inilah yang menyebabkan Monkey Forest ramai dikunjungi oleh lebih dari 10.000 wisatawan disetiap bulannya. Selain berisi monyet, di dalam The Monkey Forest juga terdapat Pura Dalem Agung Padangtegal serta kuil pemandian “Mata Air Suci” dan beberapa candi lain yang digunakan dalam upacara kremasi.


2. Waterboom Bukit Jati.

Waterboom Bukit Jati, terletak di kawasan Ubud dan tidak jauh dari wisata Taman Nusa Bali Safari dan Taman Laut. Hal inilah yang membuat tempat ini sebagai destinasi wisata alternatif air di Kabupaten Gianyar.

Menghadirkan suasana yang alami, pengunjung dapat menjumpai nuansa pedesaan, Pengunjung dapat memasukinya dengan harga tiket yang relatif murah dan dapat menikmati beberapa fasilitas yang ditawarka di Waterboom ini.

3. Bali Zoo Park.

Tempat ini tidak hanya menyajikan pemandangan kebun binatang dengan 100 hunian habitat yang berkualitas.Selain itu, menurut laman resmi pemerintah Kabupaten Gianyar, kebun binatang ini, akan menghadirkan konsep Zological sehingga pengunjung dapat melakukan interaksi dengan binatang.

Ada beberapa hewan yang tinggal disini seperti, komodo, singa, gajah, rusa dan beberapa jenis hewan asli Indonesia lainnya seperti ular Python Kalimantan.


4. Bali Bird Park

Taman Burung yang berlokasi di Desa Singapadu ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan yang berlibur ke Bali, khususnya bagi penyuka jenis burung. Namun tempat wisata ini tidak hanya ramai dikunjungi oleh pecinta burung saja, banyak juga wisatawan yang datang bersama keluarga dan anaknya untuk melihat-lihat dan berinteraksi dengan aneka jenis burung yang terdapat di Bali Bird Park.

Bali Bird Park memiliki lokasi yang cukup lengkap dan menjadi penangkaran bagi burung-burung yang dilindungi. Menurut laman resmi Bali Bird Park, disini juga ada burung langka yakni “Bali Nursery” yang sedang dikembangbiakan.

Lokasi Bali Bird Park and Reptile Park terletak di Jalan Serma Cok Ngurah Gambir, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar – Bali. Bali Bird Park dapat menjadi pilihan rekreasi yang menarik dan edukatif bagi keluarga. Lokasinya yang strategis juga tidak akan menyulitkan pengunjung untuk kesini.

5. Elephant Safari Park, Taro Ubud.

Elephant Safari Park, Taro Ubud menawarkan pengunjung untuk bisa berkeliling menikmati pemandangan dengan ditemani Gajah. Sesuai dengan namanya, taman ini terletak di Taro, Ubud, Gianyar Bali. Selain itu, disini juga ada Elephant Talent Show, yang menunjukkan penampilan gajah dalam melukis, bermain bola dan bermain basket.

Untuk menjaga kondisi Gajah tetap sehat, dan terawatt dengan aman, taman ini dikonsep secara nyawan bdan dijaga keberihannya di atas lahan seluas 3,5 hektare yang lengkap dengan tim medis untuk menjaga kesehatan Gjah.

Taman Gajah Taro dibuat pada tahun 1989, adalah ide pasangan Nigel dan Yanie Mason. Mereka bersama-sama mengembangkan Taman Safari Gajah menjadi terkenal dan sekarang dikunjungi oleh wisatawan, baik domestik maupun asing.

6. Trekking

Desa Ubud di Gianyar dapat menjadi salah satu jalur trekking yang menarik untuk dikunjungi. Menghadirkan pesona pedesaan yang masih asri, pengunjung juga akan menemui masyarakat sekitar yang ramah sepanjang perjalanan. Di sini, pengunjung dapat menikmati keindahan alam Bali yang hijau dan indah. Selain itu, disini juga menawarkan fasilitas lengkap yang didukung oleh layanan profesional.

Paket trekking ini dikelola oleh komunitas lokal. Usaha trekking yang dikelola masyarakat cukup banyak dan mereka memiliki jalur yang hampir sama mulai dari kawasan wisata Kintamani - Bangli dan titik akhir di Ubud. Meskipun demikian, mereka memiliki gaya, durasi, dan jalur trek yang berbeda serta keunikan tersendiri.

7. Bali Taman Safari.

Saat ini, di pulau Bali telah hadir di Taman Safari Indonesia ketiga. Taman Safari yang memiliki nama internasional Bali Safari and Marine Park ini, terletak di desa Over, Gianyar, hanya berjarak 30 mil dari tempat wisata paling populer di Bali, Pantai Kuta dan sekitar 15 menit berkendara dari Pantai Sanur.

Objek wisata taman safari Bali, menyediakan tempat bagi satwa liar di habitat aslinya, yang dibangun dengan perpaduan kebudayaan masyarakat Bali. Selain itu, Taman safari Bali dimiliki dan dikelola oleh taman safari Indonesia. Taman safari Indonesia, memang terkenal ahli dalam konservasi binatang dan terkenal dalam menyelenggarakan eksebisi serta pertunjukan binatang.

Sementara itu, berbagai jenis satwa langka berasal dari 3 negara yakni Indonesia, India dan Afrika yang terdiri dari 60 species dan 400 ekor satwa langka berasal dari Indonesia seperti Jalak Putih, Burung Hantu, Tapir, Buaya, Babi Rusa dan Harimau Sumatra.

Kebun yang terletak di tiga desa di Kabupaten Gianyar Bali yakni Desa Lebih, Desa Serongga dan Desa Medahan ini, dibangun di atas area seluas 40 hektar.

Baca juga artikel terkait DESTINASI WISATA atau tulisan menarik lainnya Febri Eka Pambudi
(tirto.id - Gaya Hidup)

Kontributor: Febri Eka Pambudi
Penulis: Febri Eka Pambudi
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight