Daftar Usulan 9 Proyek Tol Layak Masuk ke PSN Infrastruktur Jokowi

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 21 Oktober 2020
Kementerian PUPR mengusulkan 9 proyek tol yang layak masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
tirto.id - Pemerintah tetap memprioritaskan progres pembangunan infrastruktur meski masih dalam masa pandemi COVID-19.

Tercatat ada 64 proyek tol yang masuk dalam kategori PSN, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Perpres 56/2018 tentang Perubahan Kedua atas Perpres 3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian, menjelaskan dari 64 proyek tol ada sebanyak 14 ruas tol kini telah beroperasi penuh. Sementara, 10 ruas lainnya baru beroperasi sebagian.

"26 ruas pengerjaan fisik berupa konstruksi atau pengadaan lahan, dan 14 ruas masih tahap perencanaan. Nah, 14 ruas ini, satu ruas akan keluar dari PSN [dicoret] yaitu Palembang-Tanjung Api Api," jelas dia dalam sebuah diskusi Selasa (20/10/2020).

Di luar jumlah tersebut, pihaknya tengah memproses 9 usulan proyek tol yang layak masuk PSN. Sembilan proyek tersebut yakni 4 proyek yang diusulkan dan belum masuk di PSN sebelumnya dan 5 proyek tol usulan ruas baru.

Hedy menjelaskan, 4 jalan tol tersebut yakni Ngawi-Kertosono-Kediri, Bogor Outer Ring Road (BORR), Depok-Antasari, Solo-Yogyakarta-New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo.

Ditambah 5 tol baru yang direkomendasikan sebagai PSN yaitu Gedebage (Bandung)-Tasikmalaya-Cilacap, akses Pelabuhan Patimban, Semarang Harbour Toll Road, Maros-Sungguminasa-Takalar, Samarinda-Bontang.

Proses pembangunan jalan tol terus digenjot demi tercapainya target 2.724 kilometer jalan tol baru di seluruh Indonesia pada 2024.

"Sejauh ini kita sampai akhir 2019 beroperasi 2.093 kilometer jalan tol. Sampai saat ini [Oktober 2020] total 2.303,8 kilometer. Target kita di akhir 2024 adalah 4.817 kilometer jalan tol,"
tandas dia.



Baca juga artikel terkait PROYEK STRATEGIS NASIONAL atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Maya Saputri
DarkLight