Pelanggaran HAM Berat

Daftar Nama Hakim yang Tangani Pengadilan Kasus HAM Paniai, Papua

Reporter: Irfan Amin, tirto.id - 12 Sep 2022 13:19 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Sutisna Sawati jadi ketua majelis, didampingi Abdul Rahman Karim, Siti Noor Laila, Robert Pasaribu dan Sofi Rahma Dewi.
tirto.id - Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Andi Samsan Nganro mengungkapkan pengadilan HAM yang berada di Pengadilan Negeri (PN) Makassar akan segera menggelar persidangan atas pelanggaran HAM berat di Paniai, Papua pada Rabu (21/9/2022). Adapun terdakwanya adalah Mayor Inf.Purn Isak Sattu.

“Menurut rencana akan digelar pada Rabu, 21 September 2022, pukul 09.00 WITA," kata Andi dalam keterangan tertulis, Senin (12/9/2022).

Selain telah ditetapkan tanggal dan hari persidangan, MA juga telah menetapkan sejumlah majelis hakim yang akan mengadili kasus tersebut.

“Berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan HAM pada Pengadilan Negeri Makassar, perkara tersebut akan disidangkan oleh majelis hakim yang terdiri dari: Sutisna Sawati sebagai ketua majelis, dengan didampingi Abdul Rahman Karim, Siti Noor Laila, Robert Pasaribu dan Sofi Rahma Dewi masing-masing sebagai hakim anggota,” kata Andi.

Andi menjelaskan, MA telah menyiapkan proses persidangan HAM Paniai ini dalam kurun waktu dua bulan. Baik dari proses seleksi hakim hingga penyiapan aturan.

“Kurang lebih dua bulan yang lalu Mahkamah Agung telah mempersiapkan hal-hal yang berhubungan dengan penyelenggaraan peradilan HAM Paniai termasuk melakukan perekrutan dan seleksi baik hakim HAM ad hoc maupun hakim karier dari lingkungan peradilan umum," terangnya.

Dari persiapan tersebut, Andi berharap proses persidangan HAM ini dapat berjalan lancar.

“Menurut UU Pengadilan HAM, UU Nomor 26 Tahun 2000, komposisi majelis hakim HAM terdiri dari dua hakim karier dan tiga hakim HAM ad hoc. Diharapkan semoga persidangannya nanti di Makassar berjalan lancar dan tertib," ungkapnya.


Baca juga artikel terkait PELANGGARAN HAM atau tulisan menarik lainnya Irfan Amin
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Abdul Aziz

DarkLight