Daftar Makanan Khas Lebaran di Indonesia: Ketupat hingga Nastar

Kontributor: Yonada Nancy, tirto.id - 28 Apr 2022 14:00 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Berikut adalah makanan khas Lebaran di Indonesia, ada ketupat, nastar, rendang dan opor ayam.
tirto.id - Makan bersama keluarga selepas salat id di pagi hari merupakan salah satu rangkaian perayaaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran di Indonesia. Makanan yang disajikan di atas meja pun diperlakukan secara khusus dan biasanya hanya dibuat untuk menyambut Lebaran.

Dalam budaya Indonesia, makanan khas Lebaran banyak berkaitan dengan makanan tradisional berbumbu pekat seperti rendang dan opor ayam. Rasa khas dari masakan-masakan ini didapat dari berbagai macam rempah yang dicampur dengan santan, lalu dimasak dalam waktu lama.

Teknik memasak seperti itu, dalam makanan khas lebaran Indonesia, membuat masakan tahan lama. Sebab, laman Kemendikbud menyatakan, budaya masyarakat Indonesia sering memasak dalam jumlah banyak sehingga tidak habis dalam satu hari.

Makanan dimasak sedemikian rupa agar awet dan bisa dihangatkan lagi untuk dimakan kembali bersama keluarga. Begitupula dengan konsep makanan Lebaran, yang umumnya dimasak dalam jumlah besar agar bisa dinikmati bersama-sama.

Daftar Makanan Khas Lebaran di Indonesia


Sajian masakan Lebaran di tiap rumah bisa berbeda tergantung dari latar belakang budaya tiap keluarga.

Ada sejumlah makanan yang selalu diidentikkan dengan makanan khas Lebaran. Berikut adalah sejumlah makanan khas lebaran dari Indonesia yang dihimpun dari berbagai sumber.

1. Ketupat

"Tidak ada Lebaran jika tidak ada ketupat" begitu kira-kira kata orang zaman dulu, atau mungkin hingga saat ini. Ketupat adalah beras yang dimasak di dalam anyaman daun kelapa. Ketupat biasanya dimasak dengan santan atau air biasa.

Melansir laman Wonderful Indonesia, makanan ini memerlukan waktu pemasakan sekitar 4 hingga 5 jam untuk matang. Ketupat yang matang sempurna memiliki bentuk padat dan tekstur seperti lontong. Makanan ini biasanya dimakan dengan lauk makanan lebaran lainnya, seperti sayur labu atau opor ayam.

2. Rendang

Makanan khas daerah Sumatera Barat ini tidak hanya diminati oleh orang-orang Minang saja, tetapi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Rendang bahkan sempat menyandang predikat sebagai makanan terenak di dunia pada 2017 silam.

Makanan ini selalu menjadi primadona di atas meja saat dihidangkan di hari raya. Rendang merupakan makanan yang di-"marandang" atau dimasak secara lambat menggunakan santan dan rempah-rempah.

Karena waktu pemasakannya yang lama, rendang akan mengeluarkan aroma tajam dan kaya rasa. Rendang umumnya berisi daging sapi atau daging kerbau. Tetapi ada pula varian rendang lain seperti rendang ayam, itik, telur, hingga jengkol.


3. Opor ayam

Kombinasi makanan pembuka di hari Lebaran setelah salat id adalah ketupat dan opor ayam. Setiap rumah memiliki resep opor ayamnya masing-masing.

Namun, secara umum opor ayam dibuat dari ayam, santan, serta sejumlah bumbu dan rempah-rempah seperti kunyit, daun jeruk, bawang putih, bunga lawang, dan sebagainya.

Makanan ini memiliki profil rasa seperti kari yaitu berkaldu, kental, dan gurih. Selain dipadu dengan ketupat, opor ayam biasanya dimakan bersama sambal goreng ati serta kerupuk.


4. Sambal goreng

Orang Indonesia menyukai makanan pedas, bahkan saat Lebaran. Hal ini menjadikan sambal goreng sebagai salah satu makanan pendamping opor ayam dikala Lebaran.

Ada banyak jenis sambal goreng, namun yang biasanya dihidangkan saat Lebaran adalah jenis sambal goreng ati, sambal goreng kentang, sambal goreng udang, atau sambal goreng krecek. Bahan utama makanan ini tentu cabai merah dan cabai rawit yang dihaluskan.

Kemudian biasanya ditambahkan bumbu-bumbu lain seperti bawang merah, bawang putih, serta terasi. Setiap bahan dihaluskan dan ditumis bersama minyak. Selama proses menumis, sambal goreng bisa dikombinasikan dengan berbagai isian seperti hati ayam, kentang, kerupuk kulit, udang, hingga petai.

5. Sayur labu siam

Makanan berkuah lainnya yang juga sama populernya dengan opor adalah sayur labu siam. Sayur ini memiliki bahan utama labu siam dan sayuran lainnya seperti wortel atau buncis yang dimasak dalam kuah santan, cabai, bawang putih, kunyit, dan rempah lainnya.

Seperti halnya opor, sayur labu siam juga cocok dimakan dengan ketupat dan sambal goreng. Sayur ini biasanya juga dihidangkan dengan telur rebus.

6. Kue nastar

Di hari raya, setiap meja rumah akan dihiasi dengan kue-kue kering khas Lebaran, salah satunya kue nastar. Nastar adalah biskuit mentega yang diisi degan selai nanas di dalamnya.

Kue ini selalu hadir di setiap lebaran untuk disuguhkan ke tamu saat mampir untuk halalbihalal. Nastar umumnya berbentuk bulat dan berukuran satu gigitan. Teksturnya lembut dan berpasir. Rasa kue kering ini gurih, manis, dan asam dari selai nanasnya.

7. Kue putri salju

Selain nastar, kue kering yang juga identik dengan lebaran adalah putri salju. Dinamai demikian karena tampilannya yang terkubur taburan gula halus, sehingga seperti tertutup salju.

Kue ini memiliki campuran kacang di dalamnya, yang membuat rasanya gurih manis. Seperti kue nastar, satu kue putri salju biasanya berukuran satu gigitan yang dicetak berbentuk bulan sabit.



Cara Membuat Ketupat

Ketupat bisa dibuat sendiri di rumah. Namun, dalam proses pembuatan ketupat, bisa jadi muncul beragam masalah.

Misalnya, daun pembungkus pecah atau lepas, dan beras keluar sehingga berceceran. Masalah lain yang juga sering terjadi ialah isi ketupat yang dimasak terlalu lembek sehingga bentuknya kurang enak dilihat saat disajikan.

Terdapat sejumlah cara untuk menghindari masalah-masalah tersebut. Berikut sejumlah tips dan cara membuat ketupat bisa matang sempurna:

1. Pilih Anyaman Janur Hijau Cerah

Dalam memilih bungkus ketupat, pilih yang warnanya hijau cerah dan memiliki ukuran sama, agar bisa matang secara bersamaan. Daun janur berwarna hijau terang menandakan berasal dari kelapa muda dan segar, sehingga tidak akan mudah rusak atau patah saat direbus bersama beras.

Jika bungkus dalam kondisi baik saat dimasak, ketupat yang dihasilkan tentu bisa lebih empuk dan tahan lama.

2. Perhatikan Jenis Beras & Takaran Yang Tepat

Saat akan membuat ketupat, lebih baik gunakan beras yang biasa dikonsumsi. Beras memiliki jenis berbeda dengan kebutuhan air berbeda pula. Jika menggunakan beras yang biasa dimakan setiap hari maka akan lebih mudah menakar kebutuhan air.

Dengan begitu, beras yang dimasak dalam bungkus ketupat juga menjadi pulen. Sebelum direbus, pastikan beras sudah dicuci dan ditiriskan selama 30 menit terlebih dahulu.

3. Gunakan Panci Besar

Beras yang direbus memiliki sifat cepat mengembang. Oleh karena itu, perlu menggunakan panci dengan ukuran besar agar ketupat matang secara sempurna.

4. Sediakan Air Tambahan

Ketupat yang direbus akan menyerap air lebih banyak sehingga saat air dalam panci sudah mulai surut, tambahkan air panas kembali agar seluruh permukaan ketupat selalu terendam. Langkah ini untuk mencegah ketupat bagian atas menjadi cepat kering karena tidak tersentuh air.

5. Perhatikan Api Kompor

Saat merebus air sebaiknya gunakan api besar hingga mendidih. Selanjutnya, ketika ketupat akan dimasukkan ke dalam panci, segera kecilkan api supaya air tidak cepat menguap. Hal ini dilakukan agar seluruh ketupat bisa matang bersamaan secara sempurna.



Baca juga artikel terkait MAKANAN LEBARAN atau tulisan menarik lainnya Yonada Nancy
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Alexander Haryanto
Penyelaras: Yulaika Ramadhani
DarkLight