Daftar Kuliner di Palembang: dari Pempek Sampai Lenggang

Reporter: - 13 November 2019
Dibaca Normal 2 menit
Dari sekian banyak kuliner di kota Palembang, barangkali yang paling terkenl adalah pempek. Namun, ternyata ada banyak makanan enak yang tersedia di wilayah itu.
tirto.id - Palembang adalah salah satu kota besar di Sumatera Selatan yang terkenal dengan berbagai kulinernya. Mencoba berbagai makanan di kota itu bisa menjadi alternatif selain berkunjung ke tempat wisatanya.

Dari sekian banyak kuliner di kota Palembang, barangkali yang paling terkenl adalah pempek. Seperti dilansir dari Antara, pempek Palembang diproduksi mencapai tujuh ton per hari.

Selain terkenal dengan pempeknya, Palembang memiliki banyak makanan lain yang tak kalah nikmat. Berikut adalah berbagai macam makanan khas Palembang seperti dihimpun dari berbagai sumber:

1. Pempek

Pempek merupakan salah satu makanan khas Palembang yang paling terkenal. Makanan ini terbuat dari ikan, tepung dan sagu. Biasanya pempek disajikan dengan cuko kental yang nikmat.

Pempek telah berkembang menjadi banyak variasi, misalnya ada pempek kapal selam, pempek lenjer, pempek keriting, pempek adaan dan lainnya. Meskipun pempek sekarang sudah sering ditemukan di daerah lain, mencicipi pempek buatan orang asli Palembang langsung tentu lebih nikmat.

2. Tekwan

Bahan yang dibuat untuk membuat tekwan hampir sama dengan pempek. Perbedaannya bentuk tekwan dibuat bulat kecil-kecil menyerupai bakso ikan. Tekwan disajikan dengan kuah kaldu udang yang ditambah dengan taburan seledri, bawang goreng, taburan daun bawang, bihun, potongan bengkoang, maupun jamur kuping. Bagi masyarakat Palembang, tekwan menjadi makanan yang kerap disantap sehari-hari setelah pempek.

3. Laksan

Bentuk kuliner satu ini mirip dengan pempek lenjer yang sudah diiiris setebal 1 cm. Laksan terbuat dari tepung sagu dan ikan. Jenis ikan yang dipakai bisa belida, gabus, tenggiri, atau kakap.

Potongan laksan lalu direndam dalam kuah santan berbumbu rempah. Ada pemakaian laos atau lengkuas, kemiri, jahe dan ketumbar. Cabe merah turut ditambahkan sesuai selera untuk menentukan rasa pedas.

4. Pindang Patin

Setelah pempek, pindang patin merupakan makanan khas Palembang yang terkenal. Bahan utama makanan ini adalah ikan patin yang dimasak dengan bumbu seperti cabe merah, cabe rawit, bawang putih, bawang merah, nanas dan bumbu lainnya.

Pindang enak dimakan dengan nasi dan juga tambahan sambal tempoyak ataupun sambal mangga. Rasanya yang pedas dan nikmat membuat orang yang mencicipinya pasti akan ketagihan.

5. Mie Celor

Mie Celor adalah mie yang disajikan dengan kuah santan kental dan dicampur dengan kaldu udang dan sayuran sayuran seperti toge. Mie khas Palembang satu ini memiliki bentuk yang tebal seperti udon. Berbeda layaknya mie biasa, Mie Celor memiliki kuah yang kental dan sangat gurih.

6. Martabak Har

Bedanya Martabak Har dengan martabak biasa adalah hanya menggunakan telur saja yang dibalut dengan kulit martabak. Kuah martabak har adalah kuah kari yang punya rasa rempah kuat, serta dicampur kentang dan daging.

Asal mula dinamakan Martabak HAR ini sebenarnya merupakan menu masakan dari rumah makan HAR. RM HAR sendiri diambil dari singkatan nama pemiliknya yaitu Haji Abdul Rojak. Seantero Palembang pasti tahu dengan resto ini, karena lokasinya yang sangat strategis terletak di jalan protokol Sudirman.

7. Tempoyak

Tempoyak dibuat dengan campuran durian yang ditumis dengan isian cabai dan bawang. Tempoyak teksturnya seperti sambal dan disantap sebagai pelengkap makanan. Tempoyak disukai oleh masyarakat Palembang sebagai campuran untuk menikmati pindang ikan patin atau makanan lainnya. Tempoyak memiliki cita rasanya gurih dan unik. Selain di Palembang, tempoyang juga tersedia di Kalimantan.

8. Lenggang

Masakan khas Pelembang ini dibuat dari olahan ikan yang dicampur dengan telur yang dikocok. Olahan ini kemudian diletakkan di atas daun pisang dan dimasak dengan cara dipanggang. Lenggang memiliki rasa yang lezat dan gurih, dengan ditambah aroma khas dari daun pisang yang dipanggang.

9. Kue Maksuba

Kue maksuba ialah kue khas Palembang yang berbahan dasar utama telur bebek dan susu kental manis. Dalam pembuatannya telur yang dibutuhkan dapat mencapai sekitar 28 butir. Adonan kemudian diolah mirip adonan kue lapis.

Rasanya enak, manis dan legit. Sekilas mirip dengan dengan kue lapis, namun kue maksuba memiliki tekstur dan rasa yang berbeda. Kue ini sering disajikan ketika saat hari raya ataupun acara penghormatan.

10. Kue Delapan Jam

Makanan ini dinamakan kue delapan jam karena proses pembuatannya membutuhkan waktu 8 jam. Kue ini memiliki komposisi yang hampir sama dengan Maksuba, yang membedakan kue delapan jam ini adalah proses pembuatannya.

Kue delapan jam dibuat dengan cara dikukus selama 8 jam. Bukan dipanggang seperti maksuba. Kue ini juga biasa disajikan pada saat hari raya di Palembang.


Baca juga artikel terkait PEMPEK atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Ninda Fitria
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight