Menuju konten utama

Daftar Jenis Masker yang Efektif Cegah Corona: N95 hingga Non-Medis

Terdapat beberapa jenis masker yang efektif mencegah penularan virus corona, dari masker medis maupun non-medis.

Daftar Jenis Masker yang Efektif Cegah Corona: N95 hingga Non-Medis
Ilustrasi Bekerja dengan Masker. foto/istockphoto

tirto.id - Menggunakan masker dengan benar adalah salah satu cara efektif dalam pencegahan risiko penularan penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Kementerian Kesehatan menganjurkan untuk memakai masker dengan benar, yaitu masker yang menutupi mulut dan hidung, sebagaimana dikutip dari laman resminya.

Terkait hal ini, Dokter spesialis paru pada Rumah Sakit (RS) Persahabatan dr. Andika Chandra Putra menuturkan, dengan #pakaimasker, risiko penularan COVID-19 yang disebarkan melalui udara atau percikan dapat dicegah sehingga peningkatan kasus COVID-19 di dalam masyarakat juga dapat dikendalikan, demikian dikutip Antara.

Infografik Penutup Mulut Pengaman Utama

Infografik Penutup Mulut Pengaman Utama. tirto.id/Rangga

The Guardian menulis, jenis masker yang berbeda menawarkan tingkat perlindungan yang berbeda pula. Misalnya masker N95 yang menawarkan tingkat perlindungan tertinggi terhadap infeksi Covid-19.

Namun, masker N95 ini tersedia dalam jumlah terbatas dan tidak nyaman dipakai dalam waktu lama. Sehingga banyak negara menegaskan, pemakaian masker N95 dan masker medis diutamakan untuk petugas kesehatan atau mereka yang berisiko tinggi terpapar corona.

Lebih jauh lagi, berikut ini adalah jenis-jenis masker yang efektif mencegah penularan virus corona.

1. Masker N95

Sebagaimana dikup Mayo Clinic, masker N95 menawarkan perlindungan paling tinggi dibanding dari masker lain. Hal ini dikarenakan N95 dapat menyaring partikel besar dan kecil. Seperti namanya, masker ini dirancang untuk memblokir 95% partikel yang sangat kecil. Beberapa masker N95 memiliki katup yang membuatnya lebih mudah bernapas.

Masker N95 tidak untuk penggunaan umum dan harus disediakan untuk petugas kesehatan dan petugas medis. Masker N95 dimaksudkan untuk sekali pakai. Namun, para peneliti sedang menguji cara untuk mendisinfeksi masker N95 agar dapat digunakan kembali.

2. Masker bedah atau surgical masks

Surgical mask juga disebut masker medis atau masker bedah. Masker bedah melindungi melindungi dari droplet yang bisa masuk ke hidung atau mulut. Masker ini juga mampu menyaring partikel besar di udara, dan memastikan tetesan/droplet tidak menyebar ke orang lain.

3. Masker kain

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masker non-medis (juga dikenal sebagai masker kain, masker buatan sendiri, atau masker DIY) dapat berfungsi sebagai penghalang untuk mencegah penyebaran virus dari pemakai ke orang lain.

Masker non-medis yang direkomendasikan oleh WHO adalah masker yang memiliki tiga lapisan. Tiga lapisan masker tersebut terdiri dari lapisan dalam yang dapat menyerap, lapisan bagian tengah yang dapat menyaring, serta lapisan bagian luar yang sebaiknya berbahan poliester.

Masker kain akan menjebak droplet yang dilepaskan saat orang yang memakai masker bersin, batuk, atau berbicara. Bahan ini mengurangi penyebaran virus, mudah dibeli atau dibuat, dan dapat dicuci serta dipakai kembali.

Masker kain akan mengurangi penyebaran virus COVID-19 ketika digunakan secara luas oleh orang-orang di tempat umum. CDC merekomendasikan agar kita memakai masker kain saat berada di sekitar orang yang tidak tinggal dengan kita dan di tempat umum ketika sosial distancing sulit dilakukan. Selalu #ingatpesanibu untuk melaksanakan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun).

____________________

Artikel ini diterbitkan atas kerja sama Tirto.id dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan lainnya dari Yulaika Ramadhani

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Agung DH