Daftar Faktor Pendorong dan Penghambat Perdagangan Internasional

Kontributor: Cicik Novita - 7 Okt 2021 14:10 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Faktor-faktor pendorong dan penghambat perdagangan internasional.
tirto.id - Saat ini hampir tidak ada negara di dunia ini yang tidak melakukan kegiatan perdagangan internasional. Melalui kegiatan tersebut, masing-masing negara mendapatkan keuntungan dari transaksi jual beli baik berupa barang maupun jasa yang terjadi.

Perdagangan internasional bisa dilakukan secara perorangan antar individu warga negara yang berbeda, maupun secara institusi perusahaan dengan perusahaan dari negara yang berbeda, maupun pemerintah suatu negara dengan negara lainnya. Banyak negara melakukan perdagangan internasional untuk meningkatkan GDP atau nilai tambah dari produknya.

Dalam melakukan praktik perdagangan internasional, selalu ada faktor-faktor yang menjadi pendorong maupun penghambat. Berikut ini penjelasannya, merujuk dari laman Kemdikbud:

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional


1. Perbedaan sumber daya alam (SDA)

Masing-masing negara memiliki kondisi geografis yang berbeda sehingga memengaruhi sumber daya alam yang dihasilkan. Padahal SDA adalah faktor yang penting dan menjadi salah satu sumber pendapatan suatu negara.

Misalnya Indonesia punya hasil bumi melimpah karena letaknya berada di wilayah tropis, contohnya kopi, kopra, rempah-rempah, dll. Sementara negara di Eropa kekurangan hasil alam tersebut sehingga memungkinkan negara-negara Eropa melakukan perdagangan dengan Indonesia.

2. Kebutuhan negara dan kebutuhan masyarakat

Jika suatu negara tidak mampu memproduksi kebutuhannya dan kebutuhan masyarakatnya maka dilakukan perdagangan internasional dengan negara lain yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

3. Meningkatkan pendapatan negara

Adanya perdagangan internasional membantu meningkatkan pendapatan suatu negara, baik itu untuk kegiatan impor maupun ekspor. Karena itu kebijakan nasional kerap dibuat untuk mempermudah proses perdagangan antar negara, karena negara mendapat income pada setiap proses transaksi ekspor dan impor melalui pajak.

4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM)

SDM dalam suatu negara harus ditingkatkan kualitasnya agar mampu bersaing dengan SDM negara lain sehingga proses perdagangan internasional berlangsung lancar. Dengan naiknya kualitas SDM, maka produk yang dihasilkan juga menjadi lebih berkualitas dan layak jual secara internasional.

5. Perluasan target pasar

Produsen yang memiliki stok produksi barang berlimpah, dapat meluaskan target pasarnya hingga ke luar negeri agar barang yang dihasilkan tidak menumpuk. Kelebihan dalam jumlah produksi (excess production/over suply) itu menjadi pendorong perdagangan internasional agar suatu negara memaksimalkan potensi industri dalam negeri.

6. Perbedaan iklim

Adanya perbedaan iklim atau cuaca setiap negara dapat menyebabkan negara itu tidak bisa melakukan proses produksi. Misalnya pada saat musim dingin, negara-negara dengan 4 musim kesulitan memenuhi kebutuhan beberapa jenis bahan makanan. Maka negara itu akan membeli dari negara lain yang memiliki persediaan produk makanan itu.

7. Perbedaan selera

Selera masyarakat atas suatu bahan makanan atau bahan tekstil, juga menjadi pendorong perdagangan internasional. Misalnya negara A masyarakatnya penyuka daging sapi sementara produksinya kurang, maka ia akan melakukan impor dengan negara penghasil ternak sapi.

8. Transportasi antar negara

Transportasi yang mudah dan murah menjadi sebab kegiatan perdagangan internasional lebih lancar dilakukan. Dengan jangka waktu pengiriman yang lebih singkat maka akan mendorong kegiatan perdagangan antar negara. Faktor lain selain transportasi adalah teknologi komunikasi dan informasi yang cepat.

9. Mencari dukungan internasional

Melakukan perdagangan internasional dapat membuat hubungan antar negara jadi lebih baik. Dengan demikian kedua negara tersebut dapat saling mendukung jika mengalami masalah. Makin banyak hubungan internasional yang dilakukan, makin banyak dukungan dari luar negeri, utamanya dari mitra dagang.

Infografik SC Perdagangan Internasional
Infografik SC Pendorong & Penghambat Perdagangan Internasional. tirto.id/Tino


Faktor Penghambat Perdagangan Internasional


Merujuk modul Ekonomi Kelas XI, perdagangan internasional juga dapat mengalami hambatan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut ini penjelasannya:

1. Faktor kebijakan perdagangan internasional yang tidak mendukung

Beberapa negara menerapkan kebijakan ekonomi yang ternyata malah menjadi penghambat bagi kegiatan dagang dengan negara lain.

Misalnya kebijakan pembatasan import, penerapan pajak yang tinggi pada barang yang hendak diimport atau eksport, juga proses birokrasi yang ruwet. Semua ini membuat pihak pedagang berfikir panjang jika hendak melakukan transaksi.

2. Faktor keamanan

Negara yang mengalami konflik atau perang, maka akan memengaruhi kegiatan peerdagangan internasionalnya. Negara lain akan takut melakukan transaksi dagang sebab produk yang mereka jual tidak terjamin akan tiba dengan selamat di tempat tujuan.

3. Rendahnya sumber daya alam (SDA)

Apabila SDA yang dimiliki suatu negara sangat rendah, maka tidak bisa diperdagangkan dengan negara lain karena hanya cukup dikonsumsi oleh masyarakatnya saja. Sebaliknya jika SDA yang dimiliki suatu negara melimpah, maka dapat menjadi komoditi andalan untuk dijual.

4. Peraturan politik anti-dumping

Adanya politik anti-dumping membuat produk impor diberi pajak tinggi jika hendak masuk ke negara lain. Dengan begitu produk impor itu harus dijual dengan harga tinggi. Maksud dari kebijakan tersebut, untuk melindungi produksi dalam negri agar bisa bersaing dan dijual dengan harga yang lebih murah dibanding produk impor.

5. Faktor pembatasan impor dan penetapan tarif

Untuk menjaga agar produk dalam negeri makin laku, maka pemerintah umumnya akan mendukung ekspor serta membatasi impor. Ekspor akan menambah devisa negara dan membuat pertumbuhan ekonomi dalam negeri lebih baik. Impor juga akan dibatasi dengan penerapan tarif yang tinggi.

6. Faktor mata uang yang berbeda antar negara

Perbedaan mata uang antar negara membuat transaksi menjadi lebih terhambat. Nilai tukar mata uang kedua negara harus dikonversi lebih dulu. Jika mata uang lebih rendah nilai tukarnya, maka biaya yang harus dikeluarkan juga lebih besar.

Misalnya rupiah dengan dolar, nilai rupiah lebih rendah dibanding dolar sehingga harus mengeluarkan lebih banyak uang jika hendak bertransaksi.

Ditambah lagi jika kurs mata uang tidak stabil yang membuat biaya perdagangan bisa berubah dengan cepat. Pedagang dan penjual akan sulit menetapkan harga, jika kurs tidak stabil.

7. Proses pembayaran yang sulit dan beresiko

Jika proses pembayaran dalam suatu transaksi sulit dan berisiko, maka pedagang dan penjual juga akan berfikir panjang sebelum melakukan transaksi. Ini juga jadi penghambat perdagangan.


Baca juga artikel terkait PERDAGANGAN INTERNASIONAL atau tulisan menarik lainnya Cicik Novita
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Cicik Novita
Penulis: Cicik Novita
Editor: Dipna Videlia Putsanra

DarkLight