Daftar Bonus Peraih Medali Olimpiade Tokyo 2020

Oleh: Ibnu Azis - 27 Juli 2021
Dibaca Normal 1 menit
Bonus peraih medali Olimpiade Tokyo 2020 tidak hanya disiapkan oleh pemerintah. Pihak swasta juga siap kucurkan bonus.
tirto.id - Atlet Indonesia yang berhasil membawa pulang medali pada Olimpiade Tokyo 2020 akan menerima bonus besar dari pemerintah sebagai bentuk apresiasi perjuangan mereka.

Per Selasa (27/6/2021) pukul 12.14 WIB, atau hari ke-3 pelaksanaan Olimpiade Tokyo, kontingen Indonesia telah berhasil meraih dua medali, yakni satu perak dan satu perunggu. Keduanya dari cabang olahraga (cabor) angkat besi.

Medali pertama disumbangkan oleh lifter putri, Windy Cantika Aisah, pada hari pertama Olimpiade Tokyo 2020, tepatnya tanggal 24 Juli 2021. Windy, yang masih berusia 19 tahun, menyumbangkan medali perunggu di kelas 49 kg putri.

“Ini menjadi kejutan apalagi ini Olimpiade pertama saya. Saya tidak menyangka bisa dapat medali,” kata Windy usai pertandingan seperti dikutip dari Antara.

Medali kedua diraih kontingen Indonesia sehari berselang. Eko Yuli Irawan, lifter putra andalan tim Merah Putih berhasil meraih perak di kelas 61 kg. Pencapaiannya di Tokyo pun mengukir sejarah. Eko resmi berstatus sebagai atlet Indonesia dengan koleksi medali Olimpiade terbanyak dengan empat medali, yakni dua medali perak dan dua perunggu.

Lifter asal Lampung itu juga menjadi atlet Indonesia pertama yang berhasil merebut medali di empat Olimpiade secara beruntun. Eko merupakan peraih medali perunggu Olimpiade 2008, medali perunggu Olimpiade 2012, medali perak Olimpiade 2016, dan medali perak Olimpiade 2020.


Bonus bagi Atlet Indonesia Peraih Medali

Dikutip dari Antara, pemerintah sendiri sudah menjanjikan bonus kepada atlet peraih medali Olimpiade Tokyo. Rinciannya, peraih emas bakal diguyur bonus sebesar Rp5 miliar, perak Rp2 miliar, dan perunggu Rp1 miliar.

Selain bonus, bentuk dukungan dan apresiasi dari pemerintah, yakni akan membuka peluang untuk mengangkat mereka sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan anggota Polri/TNI sebagai jaminan kehidupan mereka jangka panjang.

“Pengalaman di Asian Games yang lalu, bagi mereka yang misalnya memilih jalur untuk ASN atau PNS kita fasilitasi. Hampir 300 orang (atlet jadi PNS) yang ada di tempat saya di Kemenpora dan tempat-tempat lainnya. Bahkan dengan TNI-Polri juga siap menerima para atlet-atlet yang sudah berjuang ini. Karena mereka ini pahlawan olahraga yang membawa harum nama bangsa dan negara,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, seperti dikutip dari situs resmi Kemenpora.

Menpora Amali juga mengatakan, selain pemerintah, ada beberapa pihak lainnya yang ingin berpartisipasi memberikan bonus kepada atlet berprestasi di Olimpiade Tokyo.

“Tapi belum bisa saya sebutkan [namanya]. Tapi ada yang sudah menyampaikan kepada saya, bahwa mereka bangga dan senang dengan atlet kita,” ujar Menpora.

Mengenai pihak swasta yang sudah memastikan memberikan bonus adalah bos dari J99.Corp, Gilang Widya Pramana. Gilang akan mengucurkan Rp500 juta untuk peraih medali emas, Rp250 juta untuk perak, dan Rp100 juta untuk perunggu.

“Para atlet perlu diapresiasi, sehingga dapat memberikan motivasi dan mendorong peningkatan prestasi di masa mendatang. Bentuk dukungan ini agar para atlet semakin semangat dan bisa meningkatkan prestasinya dalam membawa nama besar Indonesia,” kata Gilang.

Sebelumnya, Menpora juga menyampaikan bahwa Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate juga akan memberikan bonus dari kantong pribadinya, kendati belum secara rinci menyebutkan besarannya.

Hal senada juga dilakukan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang akan memberikan bonus berupa uang sebesar Rp300 juta kepada lifter putri asal Jawa Barat, Windy Cantika Aisah.

Kadeudeuh sesuai kesanggupan kita, ditabung ya. Diawet-awet, supaya nanti pas masa tua, saat fisik tidak memungkinkan uangnya bisa membantu diinvestasikan kira-kira gitu,” kata Ridwan.


Baca juga artikel terkait OLIMPIADE 2020 atau tulisan menarik lainnya Ibnu Azis
(tirto.id - Olahraga)

Penulis: Ibnu Azis
Penyelia: Yantina Debora
DarkLight