Daftar Bansos yang Cair September 2021 dan Cara Cek Penerimanya

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 1 September 2021
Dibaca Normal 3 menit
Beberapa bansos yang akan cair pada September 2021 yakni BLT PKH, BLT BPJS Ketenagakerjaan, diskon listrik, bantuan UKT dan bantuan kuota.
tirto.id - Pemerintah terus mengeluarkan jaring pengaman sosial pada September 2021, baik berupa bantuan tunai maupun subsidi lain. Hal ini dilakukan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sampai 6 September 2021. Namun, untuk beberapa wilayah sudah dilakukan pelonggaran dengan menurunkan dri PPKM Level 4 ke Level 3.

Jokowi menegaskan, seiring dengan diperpanjangnya PPKM itu pemerintah juga tetap melanjutkan program-program yang mengurangi beban masyarakat. Seperti bantuan sosial tunai, BLT desa, hingga bantuan untuk pelaku usaha mikro seperti warung sudah disalurkan.

Daftar bansos yang cair bulan September 2021


Berikut rincian dari bansos yang akan cair di bulan September 2021:

BLT BPJS Ketenagakerjaan

Bantuan Subsidi Upah (BSU) alias BLT BPJS Ketenagakerjaan tahap 3 dijadwalkan akan cair awal September 2021 pada 1,5 juta pekerja calon penerima subsidi upah. Adapun pencairan yang dilakukan pada tahap 1 dan 2 sudah dikirimkan kepada 2,1 juta pekerja.

“Insyaallah minggu ini sudah tersalur,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi kepada Tirto, Senin (30/8/2021).

Hingga hari ini, pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan tahap 4 pun tengah diproses sambil menunggu kabar terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Deputi Direktur Humas & Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja menjelaskan BLT BPJS Ketenagakerjaan tahap 4 siap untuk dicairkan segera, usai BP Jamsostek pada 25 Agustus 2021 menyerahkan 1,8 juta data calon penerima yang masuk ke gelombang 4 untuk mendapatkan subsidi upah dalam program BLT BPJS Ketenagakerjaan.

“Tahap 4 sebanyak 1,8 juta data, diserahkan tgl 25/08/21,” jelas Deputi Direktur Humas & Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja kepada Tirto, Rabu (1/9/2021).

Penyerahan data yang sudah dikirimkan oleh BP Jamsostek kepada Kementerian Ketenagakerjaan hingga saat ini mencapai 5,5 juta data pekerja calon penerima subsidi upah.

Target dari penerima subsidi di tahun ini adalah sekitar 7 juta pekerja dengan kriteria pekerja calon penerima dana BSU adalah Warga Negara Indonesia (WNI), memiliki upah di bawah Rp3,5 juta, berada di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan 4 sesuai Instruksi Mendagri nomor 22 dan 23 tahun 2021, serta bukan merupakan penerima Bantuan Sosial lainnya dari pemerintah seperti Kartu Pra Kerja, Program Keluarga Harapan, dan Bantuan Produktif Usaha Mikro. Besaran BSU tahun 2021 diberikan sekaligus dengan total Rp 1 Juta.

Bansos PKH Kemensos bagi Ibu Hamil, Balita, Lansia dan Pelajar

Bantuan tunai yang diberikan oleh pemerintah kepada 10 juta keluarga paling rentan atau paling miskin yang masuk dalam program Program Keluarga Harapan (PKH). Adapun bantuan yang akan diberikan bertahap mulai September 2021 ini berbeda-beda tergantung anggota keluarga, karena subsidi tunai diberikan per kepala.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mempersiapkan jaring pengaman sosial berupa BLT untuk ibu hamil, balita, pelajar sampai lansia. Besaran dari setiap calon penerima berbeda-beda, bantuan ini khusus diberikan pada masyarakat yang terdaftar dalam PKH dengan target 10 juta keluarga atau setara 40 juta orang.

"Kita semua tahu kalau pemerintah memberikan bantalan sosial, selama ini bantalan sosial yang terus-menerus dilakukan adalah untuk 10 juta masyarakat yang paling rentan. Yang paling miskin yaitu 10 juta keluarga," jelas dia dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (21/7/2021).

Ia merinci setiap keluarga berhak untuk diberikan tunjangan dengan berdasarkan komposisi di dalam keluarga tersebut. Misalnya, di dalam keluarga memiliki ibu hamil, maka keluarga tersebut mendapatkan BLT Rp3 juta/tahun.

Kemudian, jika di dalam keluarga balita, maka bantuan ditambah Rp3 juta/tahun. Ada pula BLT diberikan pada keluarga yang memiliki anak SD, keluarga tersebut diberikan BLT sebesar Rp900 ribu/tahun.

"Kalau ada anak SMP-nya maka dia mendapatkan Rp1,5 juta/tahun kalau anaknya sudah mencapai SMA diberikan Rp2 juta/ tahun kalau di keluarganya itu ada disabilitas diberikan Rp2,4 juta/tahun dan kalau untuk keluarga yang memiliki lansia kita berikan Rp2,4 juta," jelas Sri Mulyani.

Ia menjelaskan, BLT tersebut diberikan per orang di dalam keluarga. Misalnya, per satu satu keluarga terdiri dari 4 anggota, jika dua anaknya tengah bersekolah di SD maka setiap anak mendapatkan BLT Rp900 ribu.

"Kalau terdiri dari anak-anak SMP [anaknya SMP 2 orang] dia dapat Rp3 juta kalau anaknya balita dan SMP dia akan dapat kombinasi beda. Demikian yang kita berikan kepada 1 juta orang sebagai bantalan paling basic. Paling mendasar bagi keluarga di Indonesia sehingga anak-anaknya bisa sekolah dan mendapatkan imunisasi," terang dia.

Anggaran yang sudah disiapkan untuk program ini adalah Rp28,31 triliun yang akan cair dalam periode 12 bulan. Selain BLT, untuk keluarga PKH mereka masih mendapatkan program kartu sembako. Namun, program kartu sembako itu diberikan 18,8 juta keluarga.

"Sehingga keluarga PKH mendapatkan ini plus kartu sembako. Tapi jumlah penerima kartu sembako lebih banyak. Yaitu 18,8 juta. Dalam rangka menghadapi PPKM ini kita mendambakan untuk kartu sembako ini dengan dua bulan ekstra yaitu sebanyak 18,8 juta keluarga yang mendapatkan selama ini Rp200 ribu/bulan untuk kebutuhan sembako," terang dia.

Diskon Listrik

Diskon listrik juga kembali cair pada September 2021 mengingat insentif ini diperpanjang sampai Desember 2021. Semula, diskon listrik ini bakal berakhir pada September 2021. Stimulus yang diberikan sampai akhir tahun ini meliputi diskon tarif listrik dan pelaksanaan pembebasan biaya beban atau abonemen.

Diskon listrik diberikan untuk pelanggan 450 VA dan 900 VA. Diskon berlaku hingga akhir September 2021. Targetnya, stimulus akan diberikan kepada 32,6 juta pelanggan PT PLN (Persero). Pelanggan 450 VA diberikan diskon 50 persen dari tagihan dan 900 VA 25 persen dari tagihan.

Diskon yang diberikan lebih rendah dari sebelumnya. Dalam periode sebelumnya, pemerintah menggratiskan tagihan listrik untuk pelanggan 450 VA, sedangkan pelanggan 900 VA diberikan diskon 50 persen.

Bantuan Paket Kuota

Bantuan paket kuota data internet tahun 2021 periode September-November 2021. Besaran kuota internet yang didapat bervariasi sesuai jenjang pendidikan. Untuk peserta didik PAUD sebesar 7 GB, peserta didik SD-SMA sebesar 10 GB, pendidik Paud-SMA 12 GB, dan mahasiswa/dosen 15 GB per bulan.

Bantuan UKT

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) meluncurkan program bantuan UKT atau Uang Kuliah Tunggal hingga Rp 2,4 juta setiap mahasiswa. Bantuan tersebut akan cair pada September 2021.

Dalam merealisasikan program bantuan UKT tersebut, Kemendikbud Ristek akan menyalurkan dana sebesar Rp 745 miliar. Nadiem menerangkan, bantuan disesuaikan dengan besaran UKT mahasiswa. Setiap mahasiswa bisa mendapatkan bantuan UKT maksimal Rp 2,4 juta.

Cara Cek Penerima Bansos 2021 di Link Resmi


Bansos akan terus tersalurkan selama masa PPKM diperpanjang, untuk cek penerima bansos bisa lewat link resmi berikut.

Berikut daftar beberapa website resmi pemerintah terkait bansos:

1. cekbansos.kemensos.go.id untuk daftar data penerima PKH, BPNT, BST

2. corona.jakarta.go.id untuk daftar data penerima BST DKI

3. eform.bri.co.id/bpum untuk daftar data penerima BPUM BRI

4. banpresbpum.id untuk daftar data penerima BPUM BNI

5. stimulus.pln.co.id atau PLN Mobile untuk daftar data penerima diskon listrik

6. sso.bpjsketenagakerjaan.go.id atau Aplikasi BPJSTKU untuk daftar data penerima BLT Upah BPJS

7. Kuota-belajar.kemdikbud.go.id untuk daftar data penerima subsidi kuota Kemdikbud

8. Bansos DKI sebagian besar bisa dicek lewat aplikasi JakOne

Baca juga artikel terkait BANSOS 2021 atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Maya Saputri
DarkLight