Daftar 5 Sekolah Kedinasan Jumlah Pendaftar Tertinggi: IPDN Nomor 1

Oleh: Yulaika Ramadhani - 24 Juni 2020
Dibaca Normal 1 menit
IPDN menjadi Sekolah Kedinasan dengan jumlah pendaftar tertinggi, yaitu sejumlah 46.593 peminat
tirto.id - Jumlah total peminat Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2020 sudah mencapai hampir 200 ribu pendaftar. Jumlah ini berdasar Data Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Data BKN menunjukkan, 188.321 pendaftar yang telah membuat akun di laman dikdin.bkn.go.id. hingga Senin (22/6/2020) pukul 17.11 WIB, atau sehari sebelum jadwal pendaftaran Sekolah Kedinasan 2020 ditutup. Masih merujuk pada data BKN, sampai Senin sore, sebanyak 150.521 pendaftar Sekolah Kedinasan 2020 tercatat telah menentukan institusi pendidikan pilihannya.

Sedangkan pendaftar Sekolah Kedinasan 2020 yang telah melakukan submit pendaftaran di laman dikdin.bkn.go.id, sampai hari ini sudah mencapai 123.509 orang.

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menjadi Sekolah Kedinasan dengan jumlah pendaftar tertinggi, yaitu sejumlah 46.593 peminat. Angka tersebut jauh melampaui jumlah pendaftar di sekolah-sekolah kedinasan lainnya.

Daftar 5 Sekolah Kedinasan 2020 dengan Jumlah Pendaftar Tertinggi (update data hingga 22 Juni 2020)
  1. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN): 46.593
  2. Politeknik Statistika STIS: 24.515
  3. Politeknik Imigrasi (Poltekim): 10.553
  4. Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip): 9.025
  5. Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD Bekasi: 7.343

Jumlah sementara pendaftar IPDN ini juga menunjukkan tingkat persaingan untuk masuk institusi sekolah kedinasan di bawah Kemendagri tersebut cukup tinggi pada tahun 2020.

Sebab, IPDN hanya membuka 1.200 formasi untuk 34 provinsi di pendaftaran Sekolah Kedinasan 2020. Hanya saja, jumlah kuota formasi IPDN di masing-masing provinsi berbeda-beda.

Kuota formasi IPDN per-provinsi di pendaftaran Sekolah Kedinasan 2020 adalah: DKI Jakarta (17); Jawa Barat (60); Banten (21); Jawa Tengah (75); Yogyakarta (15); Jawa Timur (82); Kalimantan Barat (33); Kalimantan Tengah (33); Kalimantan Timur (25); serta Kalimantan Selatan (31).

Lalu, Aceh (51); Sumatera Utara (71); Sumatera Barat (43); Riau (29); Jambi (27); Sumatera Selatan (39); Bangka Belitung (19); Bengkulu (25); Kepulauan Riau (19); dan Lampung (35).

Sisanya, kuota formasi untuk Bali (23); NTB (25); NTT (49); Sulawesi Selatan (53); Papua (63); Maluku (27); Maluku Utara (25); Papua Barat (31); Sulawesi Tengah (31); Sulawesi Utara (35); Sulawesi Tenggara (39); Gorontalo (17); Sulawesi Barat (17); dan Kalimantan Timur (15).


Adapun Sekolah kedinasan dengan jumlah pendaftar terbanyak kedua adalah Politeknik Statistika STIS. Hingga 22 Juni 2020, jumlah pendaftar Politeknik Statistika STIS mencapai 24.515 orang.

Pada masa Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2020, Politeknik Statistika STIS membuka 600 formasi untuk peserta didik di tiga program studi. Jadi, tingkat persaingan pendaftar Politeknik Statistika STIS juga lumayan tinggi.

Rincian formasi di tiga program studi sekolah kedinasan yang berada di bawah pengelolaan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut adalah sebagai berikut:
  • Prodi Statistika Diploma III: 150 mahasiswa
  • Prodi Statistika Diploma IV: 300 mahasiswa
  • Prodi Komputasi Statistik Diploma IV: 150 mahasiswa.
Di posisi ketiga, Politeknik Imigrasi (Poltekim) sementara ini telah diminati oleh 10.553 pendaftar. Lalu di peringkat keempat, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) sudah menarik minat 9.025 pendaftar.

Dua sekolah kedinasan tersebut berada di bawah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Dalam pendaftaran Sekolah Kedinasan 2020, Poltekim dan Poltekip masing-masing menyediakan kuota formasi untuk 300 calon taruna.

Seleksi calon taruna Poltekip dan Poltekim pada tahun ini dilakukan dengan sistem gugur melalui tiga tahapan, yakni Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Sasar (SKD), dan Seleksi Lanjutan.

Pada tahap Seleksi Lanjutan ada sejumlah jenis tes, yakni Seleksi Kesehatan, Seleksi Kesamaptaan, Seleksi Tulis Psikotes dan Wawancara Psikotes, serta Seleksi Wawancara, Pengamatan Fisik dan Keterampilan (WPFK).



Baca juga artikel terkait SEKOLAH KEDINASAN atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Agung DH
DarkLight