Daftar 5 Film Sejarah Perjuangan Tokoh Pahlawan Indonesia Terbaru

Oleh: Iswara N Raditya - 5 November 2019
Dibaca Normal 3 menit
Daftar 5 film sejarah perjuangan pahlawan Indonesia: Dari Kartini, Tjokroaminoto, W.R. Soepratman, Soedirman, hingga Soekarno.
tirto.id - Jagat sinema tanah air kini tidak hanya berkutat di genre horor, komedi, atau drama saja. Film mengenai sejarah bangsa juga mulai marak dibuat, termasuk sinema yang mengisahkan tentang tokoh-tokoh perjuangan atau pahlawan, baik pada era pergerakan nasional maupun masa perang mempertahankan kemerdekaan.

Dalam 10 tahun terakhir, ada beberapa film Indonesia yang mengangkat sosok pahlawan dan memperoleh respons yang cukup baik dari pecinta film nasional. Beberapa tokoh sejarah perjuangan yang diangkat ke layar lebar itu di antaranya adalah Ir. Soekarno, R.A. Kartini, H.O.S. Tjokroaminoto, Panglima Besar Jenderal Soedirman, W.R. Soepratman, dan lainnya.

Berikut ini daftar dan sinopsis atau ulasan singkat mengenai 5 film karya anak negeri di era baru yang menceritakan tentang tokoh-tokoh sejarah dalam perjuangan bangsa Indonesia dan dirilis dalam beberapa tahun terakhir:

Kartini (2017)

Film tentang pahlawan emansipasi ini memang sudah beberapa kali dibikin, seperti yang berjudul R.A. Kartini dan dirilis tahun 1984, serta kisah fiksi asmara bertajuk Surat Cinta untuk Kartini yang tayang pada 2016 lalu.

Hanung Bramantyo selaku sutradara mengangkat kembali sosok legenda dalam sejarah perjuangan perempuan Indonesia ini ke layar lebar. Dirilis pada 19 April 2017, film Kartini terbaru tampil lebih segar dalam semua lini.

Tak tanggung-tanggung, deretan aktris kenamaan dilibatkan. Kartini sebagai karakter utama diperankan oleh Dian Sastrowardoyo, dan Neysa Chan selaku Kartini kecil. Dua saudari Kartini, yakni Roekmini dan Kardinah, dilakonkan oleh Acha Septriasa dan Ayu Shita.


Ada pula Reza Rahardian yang memerankan Sosrokartono, kakak laki-laki Kartini. Dua pelaku peran senior, Deddy Sutomo dan Christine Hakim, masing-masing menjadi orang tua Kartini yakni Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan M.A. Ngasirah. Sedangkan Nova Eliza didapuk sebagai Ngasirah muda.

Selain itu, masih ada beberapa publik figur lainnya yang juga terlibat dalam penggarapan film Kartini, dari Dwi Sasono sebagai Raden Adipati Joyodiningrat, Djenar Maesa Ayu sebagai Raden Adjeng Moeriam, Adinia Wirasti sebagai Soelastri, Denny Sumargo sebagai Slamet, hingga Rianti Cartwright sebagai Wilhelmina.



Wage (2017)

Wage juga film tentang sosok pahlawan, yaitu Wage Rudolf Soepratman yang selama ini kita kenal sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Rendra Bagus Pamungkas memerankan W.R. Soepratman dalam film sejarah yang disutradarai oleh John De Rantau dan dirilis pada 28 Oktober 2017, bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, ini.

Ya, Wage pertamakali memperdengarkan lagu Indonesia Raya dengan alunan biolanya saat Kongres Pemuda Kedua di Batavia (Jakarta) tanggal 28 Oktober 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda.

Wage bukan sekadar musisi, ia juga seorang pejuang yang berupaya memupuk kesadaran berbangsa rakyat Indonesia, termasuk lewat musik atau cara-cara lainnya.

“Aku harus ikut berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini dengan lagu dan biolaku. Untuk itu, aku pun harus terlibat langsung dalam pergerakan kemerdekaan bangsa ini,” ucap Wage dalam film ini.



Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015)

Garin Nugroho juga tak mau kalah menggarap sinema layar lebar tentang tokoh perjuangan. Pada 2015, diluncurkanlah film dengan judul Guru Bangsa Tjokroaminoto yang tidak lain mengangkat mengenai tokoh besar dalam riwayat sejarah Indonesia: Hadji Oemar Said (H.O.S.) Tjokroaminoto.

Film Guru Bangsa Tjokroaminoto melibatkan sejumlah sosok terkenal macam Reza Rahardian, Christine Hakim, Didi Petet, Alex Komang, Egi Fedly, Sujiwo Tedjo, hingga Ibnu Jamil, Deva Mahendra, Chelsea Islan, Tanta Ginting, Alex Abad, Putri Ayudya, bahkan Maia Estianty. Maia yang dikenal sebagai musisi merupakan keturunan langsung dari Tjokroaminoto.



Hadji Oemar Said (H.O.S.) Tjokroaminoto merupakan pemimpin besar Sarekat Islam (SI), organisasi rakyat terbesar di Hindia Belanda atau Indonesia pada era pergerakan nasional. Boleh dibilang, Tjokroaminoto adalah salah satu tokoh nasional paling berpengaruh pada masa itu.

Tjokroaminoto juga merupakan guru bagi banyak tokoh dari segala aliran idealisme yang nantinya amat dikenal, sebut saja Soekarno yang merupakan tokoh nasionalis, Maridjan Kartosoewirjo yang kelak menjadi pemimpin DI/TII, bahkan Semaoen dan Muso yang menganut paham kiri.



Jenderal Soedirman (2015)

Sebagaimana judulnya, film ini menceritakan tentang kisah hidup dan perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman yang dirilis pada 2015. Sebagai sutradara adalah Viva Westi dengan penulis naskah Tubagus Deddy.

Karakter utama, yakni Sudirman, diperankan Adipati Dolken, didukung oleh deretan aktor seperti Mathias Muchus (Tan Malaka), Baim Wong (Soekarno), Nugie (Mohammad Hatta), Ibnu Jamil (Tjokropranolo), Lukman Sardi (Joesoef Ronodipoero), Annisa Hertami (istri Soedirman), serta Landung Simatupang (Oerip Soemohardjo).

Film ini mengambil setting waktu setelah proklamasi atau pada masa perang mempertahankan kemerdekaan dan latar belakang tempat di Yogyakarta yang kala itu menjadi ibu kota RI sekaligus pusat perjuangan melawan Belanda.


Diceritakan perjuangan Jenderal Sudirman memimpin perang gerilya menghadapi Belanda meskipun dalam kondisi sakit parah lantaran terserang TBC. Pengorbanan Soedirman tidak sia-sia karena pada akhirnya Indonesia memperoleh pengakuan kedaulatan pada akhir 1949.

Soekarno: Indonesia Merdeka (2013)

Film ini menceritakan tentang sosok Presiden RI pertama, Ir. Sukarno. Dirilis pada 2013, Soekarno: Indonesia Merdeka tidak hanya menceritakan mengenai Bung Karno sebagai proklamator dan presiden, juga masa-masa sebelum itu, yakni era kolonial.

Sukarno berjuang sejak masih muda dengan mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada era pergerakan nasional, lalu dipenjara oleh pemerintah kolonial Belanda di Bandung, juga pledoi pembelaannya yang terkenal: "Indonesia Menggugat".

Pemerintah Hindia Belanda kemudian mengasingkan Sukarno ke Ende (Flores) lalu ke Bengkulu. Selama masa pembuangan, Inggit Garnasih selalu setia mendampingi Bung Karno. Nantinya, menjelang kemerdekaan, pasangan ini terpaksa berpisah karena Sukarno jatuh hati kepada Fatmawati.


Baca juga artikel terkait FILM PERJUANGAN atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Film)

Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Agung DH
DarkLight