Cuaca Buruk Sebabkan 11 Jembatan di Gunungkidul Rusak

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 5 Desember 2017
Dibaca Normal 1 menit
Perbaikan jembatan rusak membutuhkan dana Rp30,9 miliar dengan skema pembiayaan, lima jembatan yang akan dibangun pemerintah provinsi dan sisanya dibangun APBD.
tirto.id - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan ada 11 jembatan rusak akibat banjir dan longsor.

"Dari laporan yang masuk ada 11 jembatan yang rusak akibat terjangan banjir," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Edy Praptono di Gunung Kidul, Selasa (5/12/2017).

Untuk memperbaiki jembatan rusak itu, Edy mengatakan dibutuhkan anggaran Rp30,9 miliar dengan skema pembiayaan ada lima jembatan yang akan dibangun pemerintah provinsi dan sisanya dibangun APBD.


Eddy memperkirakan perbaikan jembatan akan memakan waktu enam hingga tujuh bulan sehingga agar masyarakat bisa beraktivitas, maka diperlukan pembangunan jalur alternatif dengan memasang bronjong penahan bahu sungai.

"Yang terpenting masyarakat bisa melintas lebih dahulu, titik rata-rata membutuhkan dana Rp1,2 miliar, dan dana tersebut nantinya akan diambilkan dari dana tanggap darurat," katanya.

Dia telah mendata jalan yang mengalami kerusakan akibat banjir dan tanah longsor. Ada sembilan titik jalan yang memerlukan perbaikan secepatnya, sebab beberapa jalan merupakan jalur utama masyarakat.

"Untuk jalan memerlukan anggaran Rp 6,5 miliar," katanya

Sekda Gunung Kidul Drajat Ruswandono telah memerintahkan camat untuk mendata wilayahnya yang mengalami kerusakan.

Beberapa lokasi di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta dilanda banjir karena hujan lebat yang mengguyur wilayah Gunungkidul beberapa hari terakhir.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Ruti Sulastri mencatat titik bencana banjir menyebar di 18 kecamatan di daerahnya. Selain itu, 50 titik longsor juga muncul di salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta ini.

Polres Gunungkidul juga sempat menutup jalan nasional Wonosari-Yogyakarta, tepatnya di Jembatan Bunder, Kecamatan Patuk, sampai batas tidak ditentukan karena terjadi luapan Kali Oya sejajar jalan.

Cuaca ekstrem hujan lebat dan petir ini diindikasi sebagai dampak dari Siklon Tropis Cempaka yang lahir pada Senin (27/11/2017) sekitar pukul 19.00 WIB. Kemunculan siklon tropis di wilayah perairan sebelah Selatan Jawa Tengah itu, menurut analisis BMKG, berpotensi besar memicu hujan lebat di Wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Baca juga artikel terkait BADAI CEMPAKA atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight