Covid-19 Varian Baru Alpha, Beta, Delta, Kappa: Apa Perbedaannya?

Oleh: Abdul Hadi - 12 Juli 2021
Dibaca Normal 2 menit
Apa saja perbedaan di antara keempat varian Covid-19, Alpha, Beta, Delta, Kappa?
tirto.id - Sejak Covid-19 pertama kali muncul di Cina, virus Sars-CoV-2 ini sudah bermutasi menjadi beberapa strain virus, mulai dari varian Alpha, Beta, Delta, hingga Kappa.

Masing-masing strain Covid-19 ini memiliki karakteristik gejala masing-masing dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Apa saja perbedaan di antara keempat varian Covid-19 di atas?

Pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda penurunan di Indonesia. Pada 10 Juli 2020, penambahan kasus positif Covid-19 mencapai 35.094, sementara angka kematian mencapai 826 kasus dalam sehari.

Hingga sekarang, total kasus di Indonesia mendekat 2,5 juta atau berada pada angka 2.491.006. Sementara itu, jumlah kasus aktif Indonesia juga mengalami kenaikan 5.707. Hal ini menjadikan total kasus aktif saat ini di angka 373.440 kasus.

Kasus Covid-19 ini kian diperparah dengan mutasi virus Sars-CoV-2 yang terus terjadi. Di antara mutasi Covid-19, terdapat empat varian yang menjadi sorotan ahli kesehatan, yaitu Alpha (B.1.1.7.), Beta (B.1.351), Delta (B.1.617.2), hingga Kappa (B.1.617.1). Berikut ini penjelasan dan perbedaan antara empat varian Covid-19 tersebut.

Varian Covid-19 Alpha (B.1.1.7.)

Covid-19 varian Alpha ini pertama kali ditemukan pada September 2020 di Inggris. Virus Covid-19 varian Alpha menjadikan manusia sebagai inang untuk berkembang biak dan mereplikasi diri.

Karena hilangnya genetik 69 dan 70 dari virus ini, maka penyebarannya tergolong lebih cepat daripada virus aslinya. Laman New Scientist menuliskan bahwa transmisi Covid-19 varian Alpha lebih banyak 1,5 kali lipat, serta risiko kematian 1,6 kali lebih tinggi daripada virus Covid-19 sebelumnya.

Gejala Covid-19 varian Alpha ini tidak berbeda jauh dari gejala sebelumnya, seperti batuk terus menerus dan demam. Sebagian penderita Covid-19 varian Alpha kehilangan indera penciumannya.

Varian Covid-19 Beta (B.1.351)

Tiga bulan selepas varian Alpha ditemukan, virus Covid-19 kembali bermutasi dalam strain baru. Kali ini mutasinya pertama kali dideteksi di Afrika Selatan dalam jumlah besar pada Desember 2020.

Varian baru ini memiliki mutasi N501, serta dinamai sebagai Covid-19 varian Beta yang dianggap lebih menular daripada varian Alpha. Akibat transmisinya yang luar biasa pesat, Covid-19 varian Beta ini memicu gelombang kedua pandemi di Afrika Selatan.

Penderita Covid-19 varian Beta mengalami gejala lebih banyak daripada Alpha, seperti hilang indera penciuman, sakit kepala, sakit perut, sakit tenggorokan, batuk, suara serak, kekelahan, dan sesak napas

Pada kulit pasien Covid-19 Beta akan muncul ruam karena peradangan permukaan kulit. Selain itu, ia juga mengalami nyeri otot, nyeri dada, hingga diare.

Varian Covid-19 Delta (B.1.617.2)

Sebenarnya Covid-19 varian Delta ini pertama kali diidentifikasi di India pada Oktober 2020. Kemudian pada perkembangannya, kini WHO menyatakan bahwa varian Delta menjadi strain dominan dari Covid-19 di seluruh dunia.

Tidak hanya itu, Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI juga merilis data pada Juni 2021 lalu bahwa ada 160 kasus varian Delta di 9 provinsi di Indonesia.

Berbeda dari varian Alpha, tingkat penularan varian Delta ini 60 persen lebih cepat, ia bahkan dapat menular dalam waktu yang sangat singkat, 5-15 detik interaksi tanpa masker.

Gejala yang ditemukan pada penderita Covid-19 varian Delta adalah demam, sakit kepala, sakit perut, hilang selera makan, muntah, nyeri sendi, sakit tenggorokan, dan hidung meler/tersumbat.

Varian Covid-19 Kappa (B.1.617.1)

Sebagaimana varian Delta yang ditemukan di India, varian Covid-19 Kappa juga berasal dari India, serta sudah sampai di Indonesia sejak 14 Januari 2021 lalu.

Varian Kappa ini mirip dengan Delta, dengan penularannya yang cepat, serta berpotensi mematikan. Gejala Covid-19 varian Kappa ini mencakup munculnya ruam di sekujur tubuh, demam tinggi, batuk, pilek, serta mata merah dan berair.

Varian Covid-19 Kappa ini adalah strain virus yang menjadi perhatian banyak ahli kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Program Penelitian Biosekuritas di Institut Kirby Raina Macintyre bahwa ada kecenderungan bahwa varian Kappa mengurangi efektivitas beberapa vaksin Covid-19, sebagaimana dilansir The Guardian.

“Ada juga bukti tertulis dari India bahwa [varian Covid-19) Kappa mungkin memiliki presentasi klinis yang sedikit berbeda dengan strain Delta dan varian lainnya, seperti gejala sakit perut, diare, dan gejala gastrointestinal daripada gejala umumnya,” kata Raina Macintyre.


Baca juga artikel terkait UPDATE CORONA atau tulisan menarik lainnya Abdul Hadi
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight