Menuju konten utama

Corona di DIY Melonjak, Sultan: Satu-Satunya Cara Lockdown Total

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan HB X mempertimbangkan untuk melakukan lockdown total karena kasus Corona melonjak.

Corona di DIY Melonjak, Sultan: Satu-Satunya Cara Lockdown Total
Petugas berjaga di pintu masuk kampung saat karantina wilayah di Padukuhan Ngino XII, Margoagung Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat (18/6/2021). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko.

tirto.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan HB X mempertimbangkan untuk melakukan karantina wilayah atau lockdown total setelah kasus COVID-19 di daerahnya melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro dianggap tak mampu membendung lonjakan kasus Corona di DIY.

Sultan mengatakan pada Senin (21/6/2021) mendatang akan mengumpulkan para pimpinan kabupaten/kota untuk melakukan rapat. Rapat akan menentukan bagaimana upaya yang akan dilakukan untuk membendung lonjakan kasus, apakah akan mampu melakukan pengetatan terhadap masyarakat di masing-masing kabupaten/kota atau tidak.

Jika tidak maka pembatasan atau lockdown total akan menjadi pertimbangan. “Kita sudah bicara ngontrol di RT/RW [dengan pemberlakukan PPKM mikro] kalau gagal mau apa lagi. Kita belum tentu bisa cari jalan keluar. Satu-satunya cara ya lockdown total,” kata Sultan kepada wartawan, Jumat (18/6/2021).

Sejumlah aturan, kata Sultan, sudah dikeluarkan, termasuk aturan soal izin penyelenggaraan acara di tingkat desa yang harus memperoleh izin di tingkat desa hingga kecamatan. Tujuannya tidak lain untuk memperketat agar tidak terjadi penularan di tingkat keluarga dan tetangga.

“Tapi kalau masih tembus lagi lalu mau apa lagi, kita kan jadi sulit selama masyarakat tidak mengapresiasi dirinya sendiri untuk disiplin,” ujarnya.

Sultan mengatakan, keputusan untuk melakukan lockdown nantinya juga mempertimbangkan kondisi bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan COVID-19 yang kian meningkat. Dari yang semua rata-rata hanya terisi 35 persen kini melonjak 75 persen.

“Ya kalau BOR RS sudah tidak mampu lagi lalu mau apa?” kata Sultan.

Penambahan kasus positif COVID-19 di DIY memecahkan rekor tertinggi selama dua hari berturut-turut. Pada Kamis 17 Juni 2021 menjadi yang tertinggi sejak pandemi merebak di DIY sejak Maret 2020.

“Situasi COVID-19 di DIY tanggal 17 Juni 2021 penambahan kasus terkonfirmasi COVID-19 di DIY sebanyak 595 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 50.746 kasus,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 DIY, DIY Berty Murtiningsih, Kamis (17/6/2021).

Penambahan 595 kasus ini terdistribusi masing-masing di Kota Yogyakarta 55 kasus; Kabupaten Bantul 174 kasus; Kabupaten Kulon Progo 57 kasus; Kabupaten Gunungkidul 74 kasus; dan yang terbanyak di Kabupaten Sleman dengan 235 kasus.

Penambahan ini memecahkan rekor pada hari sebelumnya yakni pada 16 Juni 2021 dengan penambahan kasus konfirmasi positif tertinggi yakni sebanyak 534 kasus.

Selain itu, terdapat 2.101 orang yang diperiksa sehingga positivity rate sebesar 35 persen atau dari 100 orang yang diperiksa 35 di antaranya positif COVID-19.

Baca juga artikel terkait PPKM MIKRO atau tulisan lainnya dari Irwan Syambudi

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Maya Saputri