Menuju konten utama
Debat Capres 2019

CORE Tantang Jokowi dan Prabowo Bahas Dampak Negatif Infrastruktur

Jumlah lahan sawah di Kabupaten Jombang turun akibat pembangunan jalan tol. 

CORE Tantang Jokowi dan Prabowo Bahas Dampak Negatif Infrastruktur
Mobil melintas di jalan tol Jombang-Mojokerto (JOMO) Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (21/1/2019). ANTARA FOTO/Syaiful Arif/hp.

tirto.id - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Akhmad Akbar Susamto menantang Capres Jokowi dan Prabowo agar membahas dampak negatif dari pembangunan infrastruktur ke masyarakat dalam debat nanti. Sebab, kata dia, sejumlah proyek infrastruktur memang menimbulkan dampak yang berbeda dengan klaim keberhasilan pemerintah.

“Masih ada dampak negatif yang muncul dari pembangunan misalnya di Jatigede ada kehilangan pekerjaan. Jangan diskusi hanya sepotong-potong dan dicampur ke kita enggak perlu pembangunan,” ucap Akhmad dalam konferensi pers bertajuk “Jelang Debat Capres II: Menakar Isu Pangan, Energi dan Infrastruktur” di Hongkong Cafe, Jakarta pada Jumat (15/2).

Kendati demikian, ia meyakini pembangunan waduk Jatigede memiliki manfaat dalam irigasi untuk pangan dan menyediakan lapangan kerja bagi buruh bangunan. Namun, di sisi lain pembangunan itu melibatkan pembebasan lahan pertanian tanpa menyediakan solusi alternatif mata pencaharian bagi penduduk sekitar.

Sehingga, menurut Akhmad, banyak masyarakat yang terpaksa pindah dan sulit menyesuaikan diri di lingkungan baru. Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang menganggur karena kehilangan pekerjaan.

Kasus lainnya, menurut Akhmad, dapat ditemukan juga pada dampak pembangunan jalan tol yang pembebasan lahannya juga turut mengurangi lahan pertanian. Seperti jumlah lahan sawah di Kabupaten Jombang yang turun menjadi 48 Ha di 2017 dari 50 ribu Ha di 2007.

Efeknya pun dirasakan pada penurunan jumlah petani dari 172 ribu pekerja pada 2012 menjadi 169 ribu pekerja pada 2017. Selain itu, pembangunan jalan tol juga belum banyak dipakai oleh pengusaha logistik karena biaya yang mahal.

“Misalnya jalan tol apakah mereka melibatkan masyarakat sekitar? Apakah masyarakat menerima manfaat? Pasti ada yang kena dampaknya baik atau buruk,” ucap Akhmad.

Kasus-kasus seperti itu, kata Akhmad, lebih substansial dibanding hanya mempersoalkan penggunaan utang untuk membangun jalan tol. Sebab, kenyataannya tidak semua utang dilakukan oleh negara.

“Kita juga tidak bisa katakan infrastruktur tidak usah dibangun karena pakai utang,” ucap Akhmad.

Baca juga artikel terkait DEBAT CAPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Alexander Haryanto