Khotbah Shalat Jumat

Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat Pekan Ini: Mencintai karena Allah

Penulis: Dhita Koesno, tirto.id - 9 Sep 2022 04:30 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Contoh teks khutbah Jumat singkat terbaru pekan ini mengambil tema mencintai karena Allah.
tirto.id - Contoh naskah khutbah Jumat singkat kali ini mengambil tema tentang mencintai seseorang karena Allah Ta'ala.

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh..

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat iman dan nikmat Islam, sehingga atas izin-Nya kita kembali dipertemukan dalam majelis khotbah dan salat Jumat pekan ini, 9 September 2022.

Salawat serta salam pada junjungan kita Nabi Muhammad salallaahu 'alaihi wasallam beserta keluarga dan para sahabatnya. Amma ba'du.

Contoh Khutbah Jumat Singkat Pekan Ini


Hadirin kaum muslimin jamaah Jumat rahimakumullah,

Sesuai dengan tema yang disampaikan mengenai cinta karena Allah memiliki makna bahwa kita mencintai seseorang tersebut karena dia merupakan hamba Allah, mencintai karena ia beriman kepada Allah SWT, dan mencintainya karena ia memiliki akhlak Islam dan beradab Islam dengan sebaik-sebaiknya.

Mencintai seseorang karena Allah menunjukkan bukti tentang kesempurnaan iman seseorang, hal ini seperti disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW:

“Barangsiapa yang mencintai orang lain karena Allah, membenci orang lain karena Allah, memberinya karena Allah dan tidak memberi pun karena Allah, maka sungguh telah sempurna keimanannya.” (HR. Abu Dawud).

Hadis ini menunjukkkan bahwa cinta dan benci yang kita miliki, semuanya harus dilakukan karena Allah, karena jika cinta yang diberikan tidak diikat dengan cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tentu saja cinta itu menjadi cinta yang tidak bermanfaat.

Sebaliknya, ketika cinta tersebut karena adanya cinta kita kepada Allah dan cinta itu disempurnakan dengan mencintai seseorang karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka itu akan menjadi cinta yang lurus.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Thabrani, disebutkan bahwa tali iman yang sekuat-kuatnya adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah, seperti sabda Baginda Muhammad SAW:

“Sekuat-kuatnya tali iman adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. Thabrani).

Menurut Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Munawwir dalam kitab 'al jami’ al Kabir, maksud dari mencintai karena Allah, membenci karena Allah artinya mencintai seseorang karena ketaatan dia kepada Allah, karena agamanya.

Semakin seorang dekat kepada Allah SWT, maka semakin bagus pula agamanya, semakin saleh seseorang dan semakin ia mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya, maka ia juga akan semakin menjauhi perbuatan maksiat kepada Allah, dan ini membuat kita semakin mencintainya karena Allah SWT.

Dan begitu pula sebaliknya, semakin ia memaksiati Allah, semakin ia berbuat maksiat kepada Allah, maka itu juga bisa membuat kita semakin membenci orang itu hanya karena Allah Ta'ala.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Seperti dikutip dalam situs SMA Al-Muttaqin Tasikmalaya, mencintai karena Allah merupakan prioritas yang harus didahulukan dari segalanya karena ini merupakan penyerahan total kepada Rabb yang bertujuan hanya mengharap rida Allah SWT semata.

Mencintai karena Allah juga diharapkan agar kita dapat merasakan kelezatan dan manisnya keimanan.

Rasulullah SAW telah berjanji kepada siapa saja yang mampu melaksanakan tiga perkara, ia pasti akan mereguk serta merasakan lezatnya iman yang dikuatkan dengan kualitas dan kuantitas beramal. Lali apa saja tiga perkara itu?

Tiga perkara itu seperti diriwayatkan dari Muslim, Nabi Muhammad saw bersabda yang maknanya:

“Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang ia akan mendapatkan manisnya iman yaitu orang yang mencintai seseorang namun tidak mencintainya kecuali karena Allah, orang yang menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, dan orang yang lebih cinta dimasukkan ke dalam neraka daripada kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya.” (HR. Muslim)

Dalam sebuah hadis lain yang diriwayatkan Bukhari, Nabi Muhammad SAW menjanjikan kenikmatan besar berupa naungan pada hari kiamat bagi orang yang mencintai sesama saudaranya. Nabi SAW bersabda:

"Ada tujuh (golongan orang beriman) yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya (yaitu) pemimpin yang adil, seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada Rabb-Nya, seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah”. (HR Bukhari).

Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Hadis di atas, seperti dilansir laman Muhammadiyah, memberikan penjelasan tentang bagaimana Allah dan Rasul-Nya sangat memperhatikan dan menghargai kecintaan seorang hamba kepada hamba-Nya yang lain.

Disebutkan bahwa pada Hari Kiamat seluruh manusia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk menunggu hisab amal perbuatannya.

Di hari itu, kebanyakan manusia akan merasa sangat kepayahan dan kondisi mereka tergantung pada amal yang mereka kumpulkan ketika berada di dunia.

Maka akan sangat beruntung orang-orang yang mendapat naungan Allah pada hari itu, termasuk orang-orang yang saling mencintai karena Allah Ta'ala.

Salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk menguatkan cinta kita kepada seseorang karena Allah adalah dengan mengabarkan kepada orang yang dicintai bahwa kita mencintainya karena Allah.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Apabila salah seorang dari kalian mencintai saudaranya, hendaklah dia mengutarakan kepadanya.” (HR. Bukhari)

Demikianlah khotbah Jumat kali ini, semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari apa yang disampaikan dan mudah-mudahan kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang bertakwa, Aamiin allahumma aamiin..

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.


Baca juga artikel terkait KHUTBAH JUMAT SINGKAT atau tulisan menarik lainnya Dhita Koesno
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Dhita Koesno
Editor: Addi M Idhom

DarkLight