Pendidikan Kewarganegaraan

Contoh Pengamalan Butir & Nilai Pancasila Sila 4 di Tempat Wisata

Penulis: Iswara N Raditya - 4 Agu 2022 11:43 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Pengamalan nilai-nilai dan butir-butir Pancasila, termasuk sila ke-4, dapat diterapkan di tempat wisata.
tirto.id - Pengamalan nilai-nilai dan butir-butir Pancasila, termasuk sila ke-4, dapat diterapkan di mana saja, seperti di tempat wisata. Sila ke-4 merupakan salah satu isi atau bunyi dari Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sekaligus falsafah hidup berbangsa yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai luhur Pancasila dapat digali iuntuk menemukan solusi atas beragam tantangan dan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia, demikian yang tertulis di buku Pancasila dalam Pusaran Globalisasi (2017) suntingan Al Khanif.

Istilah Pancasila sendiri diperkenalkan oleh Ir. Sukarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tanggal 1 Juni 1945.

Setelah melalui rangkaian diskusi dan argumentasi yang cukup pelik, Pancasila akhirnya diputuskan menjadi dasar negara bangsa Indonesia.

“Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa, namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal, dan abadi,” tutur Bung Karno, dikutip dari Risalah BPUPKI (1995) terbitan Sekretariat Negara RI.

Pancasila terdiri dari 5 sila, yaitu (1) Ketuhanan yang Maha Esa; (2) Kemanusiaan yang Adil dan Beradab; (3) Persatuan Indonesia; (4) Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan; dan (5) Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.


Butir-butir Pengamalan Pancasila Sila ke-4

Sila ke-4 yang berbunyi “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan” dan disimbolkan dengan lambang kepala banteng mengandung 10 butir.

Adapun 10 Butir Pengamalan Pancasila Sila ke-4 seperti dikutip dari UUD 1945 dan Perubahannya: Struktur Ketatanegaraan (2008) adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  6. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.


Contoh Pengamalan Pancasila Sila ke-4 di Tempat Wisata

Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, termasuk Sila ke-4 yang berbunyi “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan” dapat diterapkan di mana pun, termasuk di tempat wisata.

Berikut ini beberapa contoh pengamalan Pancasila Sila ke-4 di tempat wisata:

  • Mengambil keputusan bersama (semisal menentukan tempat wisata) melalui musyawarah mufakat.
  • Tidak memaksakan kehendak terhadap sesama anggota kelompok wisata yang lain.
  • Mengutamakan kepentingan bersama apabila pergi berwisata secara berkelompok. Artinya, tidak memisahkan diri dari kelompok wisatanya karena punya tujuan sendiri.
  • Jika terjadi perselisihan kelompok saat berwisata maka diselesaikan dengan musyawarah.
  • Memberikan kepercayaan kepada orang-orang yang terpilih dalam kepanitiaan wisata untuk menjalankan tugas mereka demi kepentingan bersama.

Baca juga artikel terkait PANCASILA atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Addi M Idhom

DarkLight