Contoh Ceramah Maulid Nabi 2021: Sejarah Singkat dan Hikmahnya

Oleh: Ilham Choirul Anwar - 18 Oktober 2021
Dibaca Normal 3 menit
Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali mengingatkan diri dalam meneladani akhak-akhlak mulia yang dicontohkan Nabi Muhammad.
tirto.id - Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali mengingatkan diri dalam meneladani akhak-akhlak mulia yang dicontohkan Nabi Muhammad.

Bulan Rabiul Awal dalam kalender hijriah merupakan bulan dilahirkannya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Beliau diyakini lahir pada 12 Rabiul Awal di Tahun Gajah (570 M). Umat Islam di banyak wilayah memperingati tanggal tersebut setiap tahun sebagai hari Maulid Nabi.

Mengutip laman NU, Maulid Nabi sebagai sebuah peringatan sudah dilakukan dari tahun kedua hijriah. Menurut Ahmad Tsauri dalam Sejarah Maulid Nabi (2015), Khaizuran (170 H/786 M)yang merupakan ibu dari amirul mukminin Musa Al hadi dan Al Rasyid datang ke Madinah. Dia memerintahkan penduduk melakukan perayaan kelahiran Nabi Muhammad di Masjid Nabawi.

Hal serupa dilakukan pula Khaizuran pada penduduk Mekkah. Hanya saja, perintah untuk merayakan Maulid Nabi di Mekkah diadakan di rumah-rumah penduduk.

Khaizuran adalah sosok berpengaruh pada pemerintahan tiga khalifah Dinasti Abbasiyah yakni Khalifah Al Mahdi bin Mansur Al Abbas, Khalifah Al Hadi, dan Khalifah Al Rasyid. Khaizuran menggerakkan muslim di Arab untuk memeringati Maulid Nabi agar mereka meneladani ajaran dan kepemimpinan Nabi Muhammad.

Banyak cara yang dilakukan sebagian umat muslim dalam memperingati Maulid Nabi. Di kota Surakarta dan Yogyakarta, sebelum pandemi Covid 19, secara rutin diadakan perayaan Sekaten. Namun umumnya, saat Maulid Nabi banyak diselenggarakan pengajian untuk mengenang dan mengambil hikmah dari keteladanan Nabi Muhammad.

Naskah ceramah Maulid Nabi

Berikut ini contoh ceramah untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

Hadirin yang dirahmati Allah,

Sebagai permulaan, marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur kita kehadirat Allah subhanahu wa ta'ala. Atas limpahan karunia dan nikmatNya, saat ini kita bisa bersama-sama berkumpul untuk mengingat dan mengambil pelajaran dari hadirnya Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Salam dan shalawat mari kita sampaikan pula untuk keluarga beliau, para sahabat, dan segenap umat Islam yang senantiasa menegakkan risalah yang dibawa Nabi Muhammad hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Setiap datangnya bulan Rabiul Awal dalam bulan hijriah, kita akan diingatkan dengan kelahiran Muhammad bin Abdullah di Kota Makkah. Dialah yang kemudian menjadi utusan Allah untuk menyampaikan risalah agama Islam. Melalui beliau pula, Islam tersebar ke seluruh dunia dan menjadi agama yang rahmatan lil 'alamin.

Nabi Muhammad adalah sosok yang memiliki akhlak terpuji. Bahkan, ibunda Aisyah radhiyallahu 'anha mengatakan bahwa akhlak Rasulullah adalah Al Quran. Dan, Nabi Muhammad merupakan suri tauladan yang sempurna bagi umat manusia.

Akhlak yang dicontohkan Rasulullah adalah pedoman perilaku dalam hubungan horizontal sesama umat manusia dan hubungan vertikal kepada Allah. Ada keseimbangan dalam pengamalan akhlak yang harus dipraktikkan berbekal keimanan.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Pujian Allah untuk Nabi Muhammad dapat kita temukan dalam Al Quran. Seperti pada surah Al Ahzab ayat 21, Allah berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا.

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS Al Ahzab: 21)

Begitu pula Allah berfirman di surah Al Qalam ayat 4:

وأنك لعلى خلق عظيم

"Dan sesungguhnya, kamu (muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung" (QS. Al-Qalam 68: 4)

Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad tidak hanya diakui oleh kalangan umat Islam saja. Kaum non-muslim pun turut memuji perangai beliau. Sampai-sampai beliau digelari Al Amin karena kejujurannya.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Kedatangan Nabi Muhammad ke dunia untuk memperbaiki akhlak manusia. Syaikh Yusuf Qaradhawi dalam buku Kaifa Nata'amal ma'al Qur'an mengatakan bahwa salah satu tujuan syariat Islam yaitu menyucikan hati manusia dan meluruskan akhlak. Dalam sebuah hadits, Rasulullah berkata;

“Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus hanyalah untuk menyempurnakan (memperbaiki) akhlak manusia.” (HR: al-Baihaqi)

Pelajaran akhlak dari Nabi Muhammad ini menyebar ke Jazirah Arab dan diterima masyarakat. Penerimaan masyarakat terhadap kebenaran berkaitan pula dengan moral penuturnya. Oleh sebab itulah, kebenaran yang didakwahkan Nabi Muhammad mudah diterima seiring dengan kesempurnaan akhlak beliau.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Akhlak atau moral inilah yang sangat diperlukan pada kehidupan menjelang Hari Akhir . Seperti yang terjadi sekarang ini, berbagai kemungkaran sosial lebih mudah ditemui. Ini menandakan bahwa suara keburukan jauh lebih banyak ketimbang kebaikan.

Melalui momen Maulid Nabi ini, mari kita mengingat kembali mengenai penerapan akhlak mulia yang menjadi solusi nyata sebagai teladan dari Nabi Muhammad. Kita perlu mencontoh beliau dalam upayanya mengatur negara yang baik sembari menata masyarakat lebih bermoral.

Perilaku akhlak menjadi simpul ketaatan dan keimanan yang bisa memperbaiki dan mengubah moralitas masyarakat. Sebagai bentuk revolusi moral, akhlak yang dicontohkan Nabi Muhammad mesti ditempatkan sebagai tindakan nyata pada pergaulan global yang penuh tantangan. Aspek kebaikan, kejujuran, kesalehan, dan keadilan bagi semua kalangan yang diajarkan beliau, perlu ditanamkan pada setiap tindakan individu.

Nabi Muhammad juga mengingatkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu. Berbagai kemungkaran diawali dari hawa nafsu yang selalu diperturutkan. Oleh sebab itu, hawa nafsu harus dikekang dengan meningkatkan keimanan.

Dengan meningkatkan keimanan dan meneladani akhlak mulia yang dibawa Nabi Muhammad, kita berharap mampu menatap masa depan lebih baik.

Demikian ceramah Maulid Nabi yang kami sampaikan. Semoga Allah menjadikan kita untuk mudah meneladani akhlakul karimah yang diajarkan Rasulullah. Amin.

Akhirul kalam,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Baca juga artikel terkait MAULID NABI atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight