Ciri-ciri & Gejala Serangan Jantung di Usia Muda, Terutama Wanita

Oleh: Balqis Fallahnda - 4 November 2020
Dibaca Normal 2 menit
Penelitian terbaru menyatakan, penyakit jantung tidak hanya menyasar orang tua, tetapi juga anak muda, terutama wanita muda.
tirto.id - Serangan jantung seringkali diasosiasikan sebagai penyakit orang tua, namun penelitian terbaru menemukan bahwa serangan jantung meningkat di kalangan anak muda, terutama wanita muda.

Penelitian tersebut mengambil data dari studi multi-negara bagian Amerika Serikat terhadap lebih dari 28.000 orang yang dirawat di rumah sakit karena serangan jantung dari tahun 1995 hingga 2014. Hasilnya menunjukkan, 30 persen dari pasien tersebut tergolong masih muda, yaitu usia 35 hingga 54 tahun.

Lebih mengejutkan lagi, mereka menemukan orang yang mengalami serangan jantung berusia lebih muda, dari 27 persen pada awal penelitian menjadi 32 persen pada akhir penelitian.

"Penyakit jantung kadang-kadang dianggap sebagai penyakit orang tua, tetapi serangan jantung di kalangan orang muda semakin buruk. [...] Sebenarnya terjadi pada wanita muda," kata Dr. Sameer Arora, penulis utama studi tersebut kepada American Heart Association.

"Ini mengkhawatirkan. [...] Ini memberi tahu kita bahwa kita perlu lebih memfokuskan perhatian pada populasi ini," tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Sameer Arora menjelaskan, secara tradisional penyakit arteri koroner dipandang sebagai penyakit pria sehingga wanita yang datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri dada mungkin tidak dianggap berisiko tinggi.

Selain itu, presentasi serangan jantung berbeda pada pria dan wanita. Wanita lebih mungkin mengalami gejala atipikal ketimbang pria, sehingga memungkinkan serangan jantung mereka terlewatkan.

Lantas, apa faktor risiko, gejala, dan langkah pencegahan serangan jantung pada wanita? Berikut caranya melihatnya menurut Jhon Hopkins Medicine.

Faktor risiko serangan jantung pada wanita

Ada beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan terkena penyakit jantung, hampir 50 persen dari semua orang Amerika memiliki setidaknya satu dari tiga faktor risiko utama untuk kondisi tersebut:


  • Tekanan darah tinggi

Wanita dapat mengembangkan tekanan darah tinggi sebagai efek samping dari pil KB atau selama kehamilan. Semua wanita di atas 65 tahun lebih cenderung mengalami tekanan darah tinggi dibandingkan pria.


  • Kolesterol tinggi

Estrogen tampaknya melindungi wanita dari kadar kolesterol yang tidak sehat. Tapi setelah menopause, kadar estrogen turun dan kolesterol tinggi menjadi lebih mungkin.


  • Merokok

Meskipun pria lebih mungkin untuk merokok, kesenjangan penggunaan rokok antara jenis kelamin lebih kecil dari sebelumnya dan wanita cenderung tidak berhasil berhenti.


  • Faktor risiko tambahan

Diabetes, kegemukan, riwayat penyakit jantung keluarga, usia (risiko meningkat seiring bertambahnya usia), diet tidak sehat, ketidakaktifan fisik, penggunaan alkohol yang berlebihan.



Gejala serangan jantung pada wanita

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di berbagai bagian tubuh bagian atas (punggung, leher, rahang, lengan atau perut);
  • Sesak napas;
  • Sakit kepala ringan;
  • Keringat dingin;
  • Kelelahan;
  • Mual dan muntah.

Mencegah Serangan Jantung

Meskipun beberapa faktor risiko berada di luar kendali, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk melindungi kesehatan jantung. Diperkirakan 80 persen penyakit jantung, termasuk serangan jantung dan stroke, dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup, seperti:

  • Mempertahankan berat badan yang sehat: Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko penyakit jantung Anda.
  • Makan makanan jantung sehat: Hindari makanan olahan dan gula berlebih. Makan makanan yang kaya akan makanan bergizi utuh (contoh yang baik adalah diet Mediterania).
  • Berolahraga secara teratur: Rutinitas olahraga yang konsisten dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda. Targetkan setidaknya 150 menit per minggu.
  • Mengurangi alkohol: Wanita harus membatasi konsumsi alkohol tidak lebih dari satu gelas sehari.
  • Bergerak lebih banyak: Selain berolahraga, ada baiknya juga untuk bergerak sepanjang hari. Hindari duduk dalam waktu lama.
  • Mengelola stres: Ada semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa tidak boleh meremehkan stres dan dampaknya terhadap kesehatan jantung.
  • Pemeriksaan tahunan: Penyakit jantung bisa sulit diprediksi, terutama jika tidak memiliki gejala. Melakukan pemeriksaan tahunan adalah cara terbaik untuk mengetahui faktor risiko dan mendapatkan bantuan untuk kondisi yang berkaitan dengan penyakit jantung, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.


Baca juga artikel terkait PENYAKIT JANTUNG atau tulisan menarik lainnya Balqis Fallahnda
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight