Menuju konten utama

Ciri-Ciri Gangguan Bipolar Kambuh: Lebih Energik hingga Gelisah

Penderita gangguan bipolar biasanya akan mengembangkan ciri-ciri peringatan dini sebelum kambuh, seperti lebih energik atau bahkan gelisah.

Ciri-Ciri Gangguan Bipolar Kambuh: Lebih Energik hingga Gelisah
ilustrasi bipolar. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Gangguan bipolar atau bipolar disorder menyebabkan penderitanya memiliki perubahan suasana hati yang ekstrem. Gejala gangguan bipolar memang bisa dikendalikan dengan terapi dan obat-obatan penstabil mood.

Sayangnya, bipolar adalah kondisi seumur hidup dan menurut belum ada obat yang manjur untuk menyembuhkannya. Sebanyak 75 persen penderita bipolar dapat kambuh sewaktu-waktu dan mengalami gejala perubahan suasana hati ekstrem.

Penderita bipolar biasanya mengembangkan ciri-ciri khusus ketika penyakitnya akan kambuh. Tanda-tanda bipolar akan kambuh bisa jadi tidak disadari oleh penderita.

Oleh karena itu, orang terdekat penderita bipolar sangat disarankan untuk mengenali tanda-tanda kekambuhan gangguan bipolar.

Ciri-Ciri Gangguan Bipolar Kambuh

Penderita gangguan bipolar biasanya akan mengembangkan ciri-ciri peringatan dini sebelum kambuh. Ciri-ciri tersebut bisa dikenali lewat pikiran, perasaan, hingga perilaku penderita.

Gejala umum utama dari gangguan bipolar adalah perubahan suasana hati yang ekstrem, meliputi episode manik dan depresi. Episode manik digambarkan oleh Mayo Clinic sebagai emosi tinggi.

Penderita bipolar yang mengalami episode manik cenderung penuh energi, euforia, dan melakukan tindakan berani atau berisiko. Sebaliknya, depresi digambarkan sebagai emosi rendah. Penderita akan merasa sedih, kosong, putus asa, dan gelisah saat episode depresi berlangsung.

Menurut Therapist Aid sebelum episode manik maupun depresi muncul, penderita akan mengalami periode prodromal. Prodromal adalah periode dimana penderita mengembangkan tanda-tanda peringatan dini.

Selama periode ini penderita atau orang terdekat dapat mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghentikan gejala sebelum berkembang menjadi episode besar. Bisa dengan cara memberikan obat penstabil emosi atau menjauhkan penderita dari hal-hal yang dapat memicu.

Periode prodromal adalah waktu yang krusial, karena jika berkembang menjadi episode maka gejala bipolar akan lebih sulit dikendalikan.

Prodomal awal biasanya terdiri dari gejala-gejala yang ringan dan dapat terjadi dalam waktu 4 minggu sebelum episode muncul. Sedangkan prodromal akhir memiliki gejala yang lebih parah dan dapat terjadi beberapa hari atau beberapa jam sebelum episode muncul.

Beberapa ciri-ciri perilaku yang harus diwaspadai sebelum kemunculan episode manik antara lain:

  • Kurang tidur.
  • Memiliki lebih banyak energi.
  • Lebih banyak bicara.
  • Pikiran bergerak cepat dan memicu ingatan acak.
  • Membuat rencana besar.
  • Mudah tersinggung dan terganggu.
  • Lebih tertarik pada seks.
  • Membuat keputusan yang buruk dan melakukan tindakan yang berisiko.

Sedangkan ciri-ciri perilaku yang harus diwaspadai sebelum kemunculan episode depresi adalah:

  • Kurang tertarik pada aktivitas sehari-hari.
  • Menghabiskan lebih sedikit waktu dengan teman dan keluarga.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Kelelahan dan kekurangan energi.
  • Mengalami kecemasan yang intens.
  • Sedih dan menangis.
  • Sakit dan nyeri.
  • Mengabaikan tugas sehari-hari dan tidak merawat diri.

Penyebab Gangguan Bipolar Kambuh

Gangguan bipolar bisa kambuh akibat mengalami atau melihat kejadian pemicu. Perlu diketahui bahwa pemicu gangguan bipolar setiap penderita berbeda-beda.

Namun, menurut Health Grades ada beberapa peristiwa yang sering menjadi pemicu gangguan bipolar, sebagai berikut:

  • Penderita mengalami peristiwa kehidupan yang penuh tekanan, contohnya seperti pindah atau kehilangan pekerjaan.
  • Penderita mengalami peristiwa yang membahagiakan, seperti kelahiran bayi atau menikah.
  • Penderita kurang waktu tidur atau tidur tidak teratur.
  • Penderita mengurangi rutinitas sehari-hari.
  • Penderita mengalami banyak tekanan dan stres dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Penderita mengonsumsi terlalu banyak kafein dan tembakau (rokok).
  • Penderita mengonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang.

Baca juga artikel terkait BIPOLAR DISORDER atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Yantina Debora